
Satu bulan kemudian.
Sudah satu bulan Yunda bekerja di perusahaan Gandhi. Sejak hari itu tidak ada lagi yang berani bergosip tentang Yunda.
Tentang ide Gandhi yang mengajak Salsa membuat bayi tabung atau inseminasi buatan juga belum ada jawaban dari Salsa.
Karena tiap hari bertemu, hubungan Gandhi dan Yunda juga semakin dekat. Perasaan Gandhi yang tadinya sekedar simpati, sekarang bertumbuh menjadi rasa suka pada Yunda dan Gandhi sadar dengan perasaannya itu. Bukan hanya Gandhi yang menyimpan rasa suka-nya pada Yunda, Yunda juga mulai menyukai Gandhi tapi hanya bisa menyimpan perasaannya dalam hati. Yunda sadar diri, kalau statusnya dengan Gandhi bagai bumi dan langit. Apalagi Yunda juga tau kalau Gandhi berstatus suami orang.
Agar perasaannya pada Gandhi tidak semakin dalam pada Gandhi, Yunda berusaha keras membangun benteng yang tinggi agar perhatian Gandhi tidak membuat perasaannya pada Gandhi semakin dalam. Selain urusan kantor, semua ajakan Gandhi, Yunda tolak.
PT. Pradana Utama.
Pukul 10.00
Tak... Tak.. Tak...
Suara sepatu heels wanita menggema di lantai ruang CEO berada.
Si pemilik heels itu berjalan mendekati ruang kerja Gandhi dan melewati meja sekretaris begitu saja.
Melihat itu, Yunda langsung berdiri dari duduknya lalu menghadang wanita yang sudah sampai di depan pintu ruang kerja Gandhi.
"Maaf Bu, Pak Gandhi sedang tidak ada di ruangannya, beliau sedang menerima tamu." ucap Yunda.
Wanita itu melihat Yunda dari ujung kaki sampai ujung kepala.
__ADS_1
"Kamu siapa?" Tanya wanita itu.
"Saya sekretarisnya Pak Gandhi, Bu." jawab Yunda.
"Baru yah?" tanya wanita itu.
"Iya Bu. Baru satu bulan." jawab Yunda.
"Woah... lama juga aku gak kesini yah. Padahal terakhir aku kesini meja sekretaris masih kosong." lirih wanita itu pelan tapi masih bisa di dengar oleh Yunda.
"Karena kamu sektkretaris baru, jadi kita kenalan dulu. Kenalin, aku Salsa, istri Gandhi." Ya, wanita itu adalah Salsa. Salsa menjulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Yunda.
Wajah Yunda langsung berubah. Rasa malu dan rasa cemburu bercampur jadi satu.
"Oh... Maaf Bu, saya gak tau kalau Ibu istrinya Pak Gandhi." ucap Yunda sambil membalas uluran tangan Salsa.
"Salsa!!" teriak Gandhi dari jauh saat melihat Salsa dan Yunda berjabat tangan lalu berjalan dengan langkah panjang mendekati Salsa dan Yunda.
Sontak Salsa dan Yunda menoleh ke arah Gandhi sambil melepaskan jabatan tangan mereka.
"Ngapain kamu kesini?" tanya Gandhi.
"Gak boleh?" Salsa balik bertanya.
"Boleh. Tapi kenapa gak bilang-bilang dulu." jawab Gandhi.
__ADS_1
"Surprise dong Sayang." jawab Salsa sambil menoel dagu Gandhi.
Gandhi melirik Yunda yang sedang menundukkan kepalanya.
"Ayo masuk ada yang mau aku bicarain sama kamu." ajak Salsa sambil menarik tangan Gandhi.
Gandhi menurut saja.
"Oh iya Yun, tolong pesanin jus jeruk yah." pinta Salsa pada Yunda.
"Baik Bu." jawab Yunda.
"Kamu Sayang, gak mau pesan minuman?" tanya Salsa.
"Gak usah." jawab Gandhi.
"Ya udah jus jeruk aja, sama cemilan keripik kentang yah." ucap Salsa pada Yunda lalu meneruskan langkahnya masuk ke ruang kerja Gandhi.
Setelah Gandhi dan Salsa masuk ke ruang kerja, Yunda pun kembali ke meja kerjanya lalu menghubungi bagian pantry untuk menyiapkan pesanan Salsa.
"Kenapa hatiku sakit sekali melihat Mas Gandhi bersama istrinya?" gumam Yunda.
"Gak boleh, gak boleh! Aku gak boleh sakit hati, perasaan aku ini salah! Aku harus bisa buang jauh-jauh perasaan ini. Ingat Yunda, Mas Gandhi sudah punya istri. Istri Mas Gandhi sangat cantik dan berkelas tidak seperti kamu yang biasa saja dan kampungan. Jangan sampe punya pikiran jadi pelakor Yunda, jangan sampe!" gumam Yunda lagi.
💋💋💋
__ADS_1
Bersambung...