Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang

Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang
DSDKDSO BAB 117


__ADS_3

Di dalam kamar.


Sesampainya di dalam kamar, Yunda langsung masuk kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok giginya.


Setelah selesai mencuci wajahnya dan saat dia sedang mengelap lehernya, Yunda baru menyadari kalau sudah seminggu ini Mas Gagah belum ngecas.


"Udah seminggu Mas Gagah gak ngecas? Apa Mas Gagah gak lobet yah?" gumam Yunda.


"Aku aja udah pengen banget ini." gumam Yunda lagi.


"Habisnya punya Mas Gandhi enak banget sih. Gak sama kayak punya Mas Rio. Waktu sama Mas Rio, Mas Rio gak pernah buat aku sampe kli.maks, tapi dengan Mas Gandhi..." Yunda menggantung kata-katanya kala mengingat percintaan panasnya dengan Gandhi yang sampai tujuh ronde dimana saat itu Gandhi berhasil melempar Yunda ke puncak kenikmatan berkali-kali.


"Iiih... mikir apa sih aku ini!! Kok jadi bandingin punya Mas Gandhi sama Mas Rio sih! Ya gak pantes banget lah Mas Gandhi di bandingin sama Mas Rio, mereka beda level!" Yunda mengomeli dirinya sendiri sambil memukul keningnya pelan.


Setelah itu, Yunda keluar dari kamar mandi. Karena malam ini dia berencana ingin mengecas Mas Gagah, Yunda pun mengganti pakaiannya dengan pakaian dinas peranjangan.


💋💋💋


Setengah jam berlalu, tapi Gandhi belum juga masuk ke kamar.


"Mas Gandhi ngapain sih? Katanya setengah jam lagi masuk kamar." dumel Yunda.


Tak ingin gegabah dan kelihatan sekali sudah tidak sabaran ingin ngecas dengan Mas Gagah, Yunda pun menunggu Gandhi.

__ADS_1


Tapi setelah setengah jam lagi ditunggu, Gandhi belum juga masuk ke kamar.


Yunda yang sudah tidak sabaran pun keluar dari kamar dan menghampiri Gandhi yang masih ada diruang kerja.


Ceklek. Tanpa mengetuk pintu ruang kerja, Yunda langsung membuka pintu ruang kerja.


Gandhi yang pandangannya sedang fokus ke layar laptopnya pun menoleh kearah pintu.


"Loh, kamu belum tidur?" tanya Gandhi.


"Kamu bilang setengah jam lagi masuk kamar, aku udah nungguin satu jam tapi kamu gak masuk-masuk kamar." jawab Yunda sambil berjalan mendekati Gandhi kemudian duduk di sebelah Gandhi.


"Tanggung Yun, selesein proposal ini dulu. Ada sedikit revisi di bagian target progress." jawab Gandhi.


"Iya Sayang sebentar lagi yah. Kamu kalau udah ngantuk tidur aja duluan." balas Gandhi.


"Gimana aku bisa tidur kalau kamu gak ada disamping aku, Mas." cicit Yunda.


Gandhi menoleh kearah Yunda.


"Kamu ngomong apa tadi? Coba ulang." pinta Gandhi.


"Gak ada siaran ulang." jawab Yunda sambil memanyunkan bibirnya.

__ADS_1


Gandhi tersenyum tipis melihat ekspresi Yunda.


Menggemaskan. Gumam Gandhi dalam hati.


Sangking gemasnya, Gandhi menarik tengkuk Yunda dan mencium bibir Yunda sekilas. Tapi, saat Gandhi melepas tautan bibirnya di bibir Yunda, Yunda malah balik menahan tengkuk Gandhi dan melu.mat bibir Gandhi dengan rakus. Malam ini Yunda sangat agresif, maklum saja gairah Yunda sedang membuncah dan sudah ketagihan ingin dilempar ke puncak kenikmatan oleh Gandhi.


Gandhi membalas lu.matan-lu.matan ganas istrinya, sambil bibir yang saling mengunyah, perlahan Yunda naik ke atas pangkuan Gandhi.


Tak puas hanya menikmati bibir Gandhi, ciuman Yunda turun ke leher Gandhi sambil tangannya membuka kaos yang di pakai Gandhi.


"Yun..." cegah Gandhi saat Yunda hendak membuka kaosnya.


"Sstt diem Mas. Malam ini serahkan semuanya sama aku." bisik Yunda ditelinga Gandhi kemudian menjilat telinga Gandhi.


Jelas saja perlakuan Yunda itu membuat Gandhi hilang kesadaran. Gandhi pun pasrah dengan apa yang ingin Yunda lakukan pada tubuhnya.


Setelah kaos lepas dari badan Gandhi, ciuman Yunda turun ke dada Gandhi. Yunda pun melakukan apa yang pernah Gandhi lakukan pada dada-nya. Bukan sekedar menjilat dan menyedot dada Gandhi tapi Yunda juga memberikan tato bibir di area dada Gandhi.


Ciuman Yunda semakin turun ke perut Gandhi. Sambil mencium perut Gandhi, tangan Yunda membuka celana yang Gandhi pakai.


Gandhi tidak protes. Malahan sekarang dia merentangkan kedua tangannya di sandaran sofa dan siap menerima serangan kenikmatan dari Yunda.


💋💋💋

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2