
Penthouse Apartemen
Meninggalkan Salsa, Yunda, Zola dan keenam teman Zola yang ada di restoran bersama Mama Zara. Di penthouse apartemen tiga algojo sedang berusaha keras agar Gandhi mau memakan dan meminum makanan dan minuman yang sudah di campur dengan obat perangsang.
Seperti anak balita yang sedang GTM alias Gerakan Tutup Mulut, begitu juga yang sedang Gandhi lakukan.
Kalau Gandhi tidak mau makan, paksa! Pokoknya makanan dan minuman yang sudah dicampur obat itu harus masuk kedalam mulutnya lima belas menit sebelum jam delapan, paham kalian!
Itulah titah Ibu Suri untuk tiga algojo yang menjaga Gandhi dan Bayu di penthouse.
Karena sudah mendapat titah seperti itu, cara kasar pun tiga algojo itu gunakan.
Satu orang menahan tangan Gandhi, satu orang menahan kaki Gandhi dan satu orang memasukkan makanan dan minuman ke dalam mulut Gandhi. Tidak peduli kalau Gandhi adalah anak dari atasan mereka. Wong mereka sudah mendapat izin untuk mengasari anak atasan mereka kok.
"Hemph... Hemph..." Gandhi berusaha keras menutup mulutnya, tapi cengkraman tangan algojo di rahang Gandhi yang hendak memasukkan makanan ke mulutnya begitu keras. Bergerak meronta pun Gandhi juga tidak bisa karena tangan dan kaki-nya yang sudah dalam terikat sedang ditahan para algojo.
Berhasil. Masuklah satu sendok makanan ke mulut Gandhi.
__ADS_1
"Huh....! Susah banget sih di suruh makan aja!" protes algojo yang menyuapi Gandhi dengan paksa. Agar Gandhi tidak menyemburkan makanan yang sudah susah payah dimasukkan ke mulutnya, si algojo itu menahan mulut Gandhi.
"Kunyah!! Cepet kunyah!" ucap algojo itu.
Mau tak mau perlahan Gandhi mengunyah makanan itu, Gandhi sama sekali tidak tahu kalau makanan itu sudah di campur dengan obat perangsang. Gandhi pikir algojo memaksanya makan karena perintah Mama Zara yang tidak mau Gandhi kelaparan karena dari pagi Gandhi belum ada makan sebutir nasi pun.
"Nah gitu dong! Coba dari tadi kamu bekerja sama dengan baik sama kami, kam juga gak akan ngasarin kamu!" ucap algojo yang menyuapi Gandhi dengan paksa.
Gandhi tak menjawab karena mulunya masih penuh dengan makanan, dia hanya memberikan tatapan tajam pada algojo itu.
Gue tandain loe! Awas aja kalau gue udah berhasil keluar dari sini, gak bakalan selamat loe bertiga! geram Gandhi dalam hati.
Setelah suapan kedua, masuk lah suapan ketiga, keempat, kelima dan keenam. Disuapan keenam Gandhi minta minum. Algojo itu pun memberikan minum untuk Gandhi. Masih tanpa rasa curiga sama sekali, Gandhi menenggak setengah air putih yang ada di gelas.
Setelah Gandhi minum, masuklah suapan ke tujuh. Nampaknya selain karena pasrah, Gandhi memang lapar.
Saat sedang mengunyah suapan ketujuh, barulah dia merasakan sesuatu yang aneh dalam tubuhnya. Ia merasakan panas yang lebih condong panas bergairah.
__ADS_1
Melihat mimik wajah Gandhi, algojo yang menyuapi Gandhi pun menyadari kalau saat ini obat perangsang itu sudah bereaksi dalam tubuh Gandhi. Dua algojo yang memegangi tangan dan kaki Gandhi pun melepaskan tangan dan kaki Gandhi.
Begitu juga dengan Gandhi, dia pun sadar kalau makanan dan minumannya sudah di campur dengan obat perangsang.
"Bang.sat!!!! Apa yang kalian masukkan ke dalam makanan ku, hah!" bentak Gandhi.
"Kami hanya melakukan perintah!" jawab algojo yang menyuapi Gandhi lalu meletakkan piring ke atas nakas kemudian keluar dari dalam kamar.
"Hey!!! Tunggu, lepaskan dulu ikatan ini!!!! Kalian gak boleh meninggalkan ku dalam keadaan terikat gini!" teriak Gandhi.
"Hey... Hey... Hey!!!" teriak Gandhi. Tapi sayangnya ketiga algojo itu tidak peduli dengan teriakan Gandhi dan tetap keluar dari kamar utama.
Setelah keluar dari kamar utama,tiga algojo itu pun memberi laporan apda Mama Zara kalau mereka sudah berhasil melaksanakan tugas.
Sekarang tinggal menunggu betina-nya saja yang masuk kedalam ruang perkembangbiakan.
💋💋💋
__ADS_1
Bersambung...