Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang

Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang
DSDKDSO BAB 77


__ADS_3

Selesai makan malam, Gandhi duduk-duduk santai di balkon sambil memikirkan perasaannya pada Yunda.


Apa aku nyatain aja yah sekarang? Gumam Gandhi dalam hati.


Bagusnya aku ajak penjajakan dulu atau langsung ajak nikah aja yah? gumam Gandhi lagi.


Tapi status aku kan masih suami Salsa. Yunda mau gak yah kalau aku ajak nikah siri dulu, nunggu sampe aku dan Salsa bercerai? gumam Gandhi lagi.


"Aaargh!!! Ribet banget sih hidup gue!" gerutu Gandhi sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Ribet apanya Mas?" tanya Yunda sambil membawakan kopi untuk Gandhi.


"Oh... bukan apa-apa kok." jawab Gandhi.


"Oh. Ini kopi-nya silahkan diminum Mas." Yunda meletakkan cangkir kopi diatas meja.


"Reesha mana?" tanya Gandhi.


"Ada di kamar sama pengasuhnya." jawab Yunda.


"Bawa sini, aku mau main sama dia sekalian suruh Sus Nur dan Sus Indah makan dulu." perintah Gandhi.

__ADS_1


"Di sini? Di balkon ini?" tanya Yunda. Pasalnya hari sudah malam, kata orang tua-tua di kampung Yunda tidak baik anak bayi di bawa keluar rumah malam-malam.


"Iya. Memangnya kenapa?"


"Mending mainnya di ruang tengah aja Mas. Orang di kampung bilang gak baik anak bayi dibawa keluar rumah kalau sudah malam." jawab Yunda.


"Hari gini kamu masih percaya aja Yun sama yang begituan. Kamu punya iman kan? Iman kamu percaya sama tuhan atau sama hantu? Kalau percaya sama tuhan yah percayakan aja kalau anak kamu selalu di jaga malaikat. Udah cepet bawa sini Reesha-nya." balas Gandhi.


Mau tidak mau Yunda pergi dari balkon untuk mengambil Reesha.


Kini Reesha sudah di balkon bersama Gandhi dan Yunda. Selagi Reesha ditangan Gandhi, dua pengasuh Reesha mengisi perut mereka.


"Kasihan kamu Sha, punya Bapak gak beres yang taunya bikin sakit mental Ibu kamu." ucap Gandhi sambil menatap wajah Reesha.


"Yun, kamu gak ada niat mau ngasih Bapak baru buat Reesha? Mumpung Reesha masih kecil, jadi dia gak akan tau siapa Bapak kandungnya. Kasihan kalau Reesha sampe tau siapa Bapak kandungnya." tanya Gandhi.


"Banyak yang harus di pertimbangkan Mas kalau aku mau menikah lagi. Pertama, belum tentu suami baru aku bisa menyayangi Reesha seperti anak kandungnya. Kedua, kalaupun suami baru aku nanti bisa menyayangi Reesha, belum tentu keluarga suami baru aku bisa menerima Reesha. Jadi daripada aku menikah lagi dan penyesuaian lagi, yah lebih baik aku sendiri dulu dan fokus membesarkan Reesha." jawab Yunda.


"Kalau dengan ku gimana? Apa kamu masih ragu dengan kasih sayang ku buat Reesha?" tanya Gandhi.


"Mas..." lirih Yunda.

__ADS_1


"Yun, aku serius. Aku mau menjadi ayah sambung atau lebih tepatnya Ayah batiniah buat Reesha. Mantan suami kamu boleh menjadi ayah biologis Reesha tapi aku, aku ingin menjadi ayah batiniah Reesha. Dan aku janji akan menjadi suami yang baik yang akan menjaga dan melindungi kamu dan memastikan kabahagiaan mu bukan seperti mantan suami mu yang selalu menyakiti mu." ucap Gandhi.


"Tapi Mas Gandhi kan suami orang." jawab Yunda.


"Kamu kan tau Yun hubungan aku dan Salsa seperti apa. Apa hubungan ku dengan Salsa yang seperti itu bisa disebut pernikahan? Apa aku bisa disebut suami orang?" balas Gandhi.


"Tetap saja Mas, aku gak bisa. Walau aku tahu hubungan Mas Gandhi dan Bu Salsa seperti apa, tapi kan orang lain gak tau Mas. Dan saya gak mau disebut perebut suami orang." jawab Yunda.


"Jadi kalau aku bukan berstatus suami orang kamu mau sama aku?" tanya Gandhi.


Yunda terdiam sambil menundukkan kepalanya dan menggigit bibirnya.


"Jawab dong Yun. Kamu juga punya perasaan kan sama aku? Tapi karena status ku yang suami orang kamu jadi ragu dengan perasaan mu sendiri, iya kan Yun?"


Yunda tetap tidak menjawab. Tiba-tiba Yunda berdiri dari duduknya.


"Anginnya kencang banget, gak baik buat Reesha." ucap Yunda sambil mengambil Reesha dalam gendongan Gandhi lalu cepat-cepat masuk ke dalam.


Gandhi menghela nafasnya kasar.


"Aku harus ngomong sama Salsa, kita harus segera bercerai. Kalau begini terus, bisa-bisa Yunda diambil laki-laki lain yang berstatus bujang." gumam Gandhi.

__ADS_1


💋💋💋


Bersambung...


__ADS_2