
"Halo." jawab Gandhi.
"Halo selamat malam Pak Gandhi. Saya sudah dapat informasi tentang Bu Ratna. Bu Ratna ternyata pagi tadi pergi ke Jakarta sedangkan suaminya tidak tahu kemana karena kata orang yang bekerja satu perusahaan dengan suaminya Bu Ratna, hari ini Pak Arya tidak masuk bekerja tanpa keterangan." balas intel itu.
"Apa mungkin suaminya ikut Ratna ke Jakarta?" tanya Gandhi.
"Sepertinya tidak Pak. Karena tadi pagi tetangga melihat Pak Arya pergi sendiri naik mobil tidak ada Bu Ratna." jawab intel itu.
"Kemungkinan Ratna ke Jakarta untuk melihat Ibu-nya dan adiknya yang saat ini di tahanan. Nanti saya hubungi pihak kepolisian Jakarta untuk menangkap Ratna dan memproses disana saja. Biar kakak-adik ditahan disana." ucap Gandhi.
"Tidak bisa Pak. Bu Ratna kan bermasalah di sini, jadi Bu Ratna tetap harus di proses disini. Kita hanya bisa meminta bantuan kepolisian disana untuk menangkap Bu Ratna dan memulangkannya kesini." jawab intel.
"Oh... begitu." balas Gandhi.
"Ya sudah, kalau begitu Bapak urus saja semuanya. Besok saya ada urusan yang sangat penting, jadi mungkin malam harinya saya baru bisa ke kantor polisi." kata Gandhi lagi.
__ADS_1
"Siap Pak." balas intel itu.
"Oh iya satu lagi, besok jangan hubungi saya dan mengirim pesan ke ponsel saya, kalau ada apa-apa hubungi saja Bayu, asisten saya. Bapak ada nomornya kan?" ucap Gandhi. Dia takut kalau besok pagi Ratna sudah sampai di Solo, polisi akan menghubungi dirinya dan Yunda melihat, bisa-bisa nanti Yunda minta pengucapan janji suci di undur.
"Ada Pak. Siap saya akan menghubungi asisten Bapak besok." jawab intel itu.
"Lalu bagaimana dengan suaminya Bu Ratna? Apa dia juga harus di kejar?" tanya intel. Karena dalam kasus yang Gandhi laporkan suami Ratna sama sekali tidak ada sangkut pautnya.
"Tetap lakukan pencarian Pak. Saya mau kenalan juga sama suaminya, kenapa bisa seorang suami membiarkan istrinya menyebar fitnah." jawab Gandhi.
Panggilan dengan intel pun berakhir. Kemudian Gandhi lanjut menghubungi Bayu untuk memberitahu apa yang intel tadi katakan sekalian ingin menanyakan bagaimana persiapan pengucapan janji sucinya dengan Yunda besok. Untung saja Bayu sudah terlatih untuk sat set sat set seperti Gandhi, jadi semua persiapan sudah seratus persen tinggal menunggu besok.
Setelah berteleponan dengan Bayu, barulah Gandhi masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Di bilik mandi, di bawah guyuran air shower, Gandhi melakukan ritual ganti oli biar besok mesin Gandhi bisa tahan lama mendaki gunung dan lewati lembah. Maklum saja sudah lama tidak ganti oli, takutnya besok waktu malam pertama dengan Yunda, oli mesinnya bocor di tengah jalan.
💋💋💋
__ADS_1
Jakarta.
Rumah Sakit.
Sesampainya di Jakarta, Ratna langsung pergi ke rumah sakit. Dia menunggui Ibu-nya yang masih di tidurkan oleh dokter, rencana-nya baru besok Bu Marni di beri suntikan untuk menyadarkan Bu Marni.
Dan rencananya juga, Rosa adik Ratna yang paling kecil yang saat ini kuliah di Bandung besok pagi akan berangkat dari Bandung untuk menjenguk dan menemani Ibu-nya selagi Ratna mengurus Rio.
"Bu, maafin Ratna yah Bu, Ratna harus jual semua perhiasan Ibu untuk uang pegangan Ratna ke Jakarta." ucap Ratna sambil mengelus punggung tangan Ibu-nya.
"Ratna pamit sebentar yah Bu, Ratna mau lihat Rio dulu. Besok pagi Ratna mau cari pengacara buat membantu mengurus masalah Rio." kata Ratna lagi.
Setelah berpamitan pada Ibu-nya, Ratna pun keluar dari ruang isolasi Bu Marni. Setelah Ratna keluar air mata Bu Marni mengalir dari sudut mata kanan-kirinya. Meski dalam keadaan tidak sadar, tapi di bawah alam sadar Bu Marni bisa mendengar apa yang Ratna katakan. Nampaknya Bu Marni menyesal dengan apa yang terjadi pada dirinya dan keluarganya saat ini.
💋💋💋
__ADS_1
Bersambung...