Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang

Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang
DSDKDSO BonChap 13


__ADS_3

"Maaf." hanya satu kata itu yang bisa Rio ucapkan pada Reesha sambil menundukkan kepalanya.


Ruangan hening sejenak.


Tak sampai lima menit, tiba-tiba saja Gandhi masuk memecah keheningan di ruang tengah itu.


"Dari tadi kalian berdua diem-dieman aja?" tanya Gandhi pura-pura tidak tahu. Padahal sejak tadi dirinya menguping pembicaraan Reesha dan Rio, berjaga-jaga saja takutnya Rio membalikkan fakta, tapi ternyata tidak.


Bukannya menjawab pertanyaan Gandhi, Rio malah mengalihkan ke pertanyaan lain.


"Katanya mau beli makanan? Makanannya mana?" tanya Rio karena melihat Gandhi tidak membawa apa-apa.


"Aku lupa, kalau sekarang kita lagi di Filipina, jadi aku gak tau restoran yang enak, yang mahal yang rate bintang lima disini dimana. Jadi mendingan kamu anter kami kesana." jawab Gandhi.


Cih... alasan! decih Rio dalam hati.


"Ayo Sha kita cari makan di luar. Sekalian kita jalan-jalan. Masa jauh-jauh kesini kita gak jalan-jalan. Nanti habis makan kita beli oleh-oleh buat orang-orang di rumah." ajak Gandhi.


Reesha pun berdiri dari duduknya lalu keluar lebih dulu dari ruang tengah dengan Gandhi.


Karena Rio tidak menyusul-menyusul, Gandhi pun kembali ke ruang tengah dan melihat Rio yang sedang dalam posisi menunduk.


"Kok masih disitu? Ayo!" ajak Gandhi.


Rio menghela nafasnya kasar.


"Tunggu, aku ganti baju dulu sekalian tutup warung." jawab Rio lalu berdiri dari duduknya.

__ADS_1


"Sekalian rentalin mobil buat kita pake jalan-jalan." balas Gandhi.


"Hemh." jawab Rio.


Gandhi pun meyusul Reesha yang sudah menunggu di depan ruko. Sedangkan Rio berjalan ke belakang menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya.


"Gimana, udah lega?" tanya Gandhi pada Reesha.


Reesha menjawab dengan anggukkan kepala lalu tiba-tiba memeluk Gandhi.


"Papa Gandhi Papa yang terbaik, Reesha sayang Papa." ucap Reesha.


Cup. Gandhi mengecup puncak kepala Reesha.


"Papa juga sayang kamu." balas Gandhi.


"Halo Yo." jawab Ratna.


"Mbak dimana?" tanya Rio.


"Di pasar. Kenapa?"


"Bisa pulang? Ada Reesha disini."


"Reesha? Reesha siapa?"


"Reesha anak Rio lah Mbak."

__ADS_1


"Serius kamu Yo? Sama Yunda juga?"


"Gak. Sama Bapak sambungnya, Yunda gak ikut." jawab Rio.


"Oh. Gak lah Yo, Mbak takut sama Bapak sambungnya Reesha." jawab Ratna.


"Takut sama orangnya tapi terima bantuannya, gimana sih Mbak! Ayo lah Mbak dateng kesini temui Reesha biar dia tau kalau Mbak itu Bibi nya, ajak Rosa dan suaminya juga. Belum tentu bulan depan, tahun depan atau tahun-tahun depannya lagi kita bisa berkumpul bersama Reesha." bujuk Rio.


Ratna diam sejenak. Lalu tak lama terdengar suara helaan nafas kasar.


"Ya sudah, tunggu sebentar Mbak tutup toko dulu." jawab Ratna.


"Jangan lama-lama Mbak. Sekalian yah Mbak bilang sama suaminya Rosa kalau mau kesini rentalin dua mobil, karena Reesha katanya mau jalan-jalan keliling Filipina." kata Rio lagi.


"Oke." jawab Ratna.


Panggilan berakhir, Rio pun bergegas menyusul Gandhi dan Reesha yang sedang menunggunya di depan ruko.


Baru saja kaki nya menginjak warung, Rio melihat Gandhi dan Reesha yang sedang berpelukan.


Ingin rasanya Rio menyanyikan lagu dari band Armada sekeras-kerasnya, harusnya aku yang disana, dampingi mu dan bukan dia, harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia.


Aku yang mengerang, dia yang kau sayang. Gumam Rio dalam hati.


💋💋💋


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2