Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang

Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang
DSDKDSO BAB 47


__ADS_3

Melihat angka itu, Yunda langsung mempercepat langkahnya. Ia ingin bertanya pada Gandhi apa gajinya ini ada ikut campur Gandhi.


Kini Yunda sudah berada didepan ruang kerja Gandhi.


Tok... Tok... Tok...


Yunda mengetuk pintu sebelum masuk.


Di dalam ruang kerjanya, Gandhi yang yakin kalau yang mengetuk pintu adalah Yunda langsung pura-pura sibuk. Padahal sejak tadi Gandhi resah menunggu kedatangan Yunda.


"Masuk." jawab Gandhi.


Ceklek. Barulah Yunda membuka pintu ruang kerja Gandhi.


"Pak..." panggil Yunda dengan nafas yang ngos-ngosan.


Mendengar suara Yunda yang ngos-ngosan, Gandhi pun memalingkan pandangannya dari layar komputer dan menoleh kearah Yunda.


Apa dia baru lari-larian? Kenapa dia lari-larian? Apa Salsa melakukan sesuatu yang membuat Yunda takut? Atau jangan-jangan Salsa benar kalau Yunda juga suka sama aku dan sekarang dia mau mengakui perasaannya sama aku setelah bicara dengan Salsa?


Gumam Gandhi dalam hati.


"Kenapa? Atur nafas dulu baru ngomong." ucap Gandhi dengan maksud kalau memang Yunda ingin mengungkapkan perasaannya pada Gandhi, suara Yunda bisa terdengar jelas.


Bahkan sangking tidak ingin melewatkan momen itu, Gandhi diam-diam membuka perekam suara di ponselnya.


Yunda mengatur nafasnya sesuai perintah Gandhi.


Melihat Yunda sudah lebih tenang, Gandhi berdiri dari kursi kerjanya lalu mendekati Yunda.


"Ayo sini, kita bicara dengan tenang." ucap Gandhi sambil menggiring Yunda menuju sofa lalu mendudukkan Yunda di sofa panjang kemudian Gandhi duduk di sebelahnya.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Gandhi.


Dengan tangan yang gemetaran, Yunda membuka bukti masuknya gaji yang ada di ponselnya.


"Ini Pak, ini beneran gaji saya segini?" tanya Yunda sambil menunjukkan ponselnya ke hadapan Gandhi.


"Itu yang mau kamu tanyakan?" tanya Gandhi dengan raut wajah kecewa.


Yunda menganggukkan kepalanya.


Gandhi menghela nafasnya kasar.


"Kalau sudah masuk yah berarti benar." jawab Gandhi.


"Sebanyak ini? Ini bukan perintah Bapak kan ngasih gaji saya segini?" tanya Yunda.


"Kamu itu sekretaris eksekutif Yunda, yah wajar gajinya segitu. Malah sekretaris saya sebelumnya gajinya lebih dari segitu." jawab Gandhi.


"Iya serius. Kalau kamu gak percaya kamu tanya aja ke bagian keuangan. Aku tuh gak pernah ngurus gaji karyawan." ucap Gandhi sedikit ketus. Ketus karena kenyataan tak sesuai ekspektasinya.


"Tapi kan saya masih training Pak, masa gaji saya sebesar ini?" tanya Yunda.


"Yang bilang kamu masih training siapa? Kamu tuh udah jadi karyawan tetap, makanya gaji kamu bukan gaji sekretaris eksekutif yang masih training." jawab Gandhi.


"OOOh..." Yunda membulatkan mulutnya.


Walau sebenarnya ia masih kaget dan merasa tidak pantas mendapat gaji sebesar itu karena pengetahuannya masih minim dan kinerjanya juga masih dibawah standart.


"Kamu udah dapet gaji pertama, gak ada rencana gitu traktir aku?" tanya Gandhi.


"Boleh, tapi tempatnya saya yang pilih yah. Kalau Pak Gandhi yang pilih saya takut nanti gaji sebulan saya langsung habis." jawab Yunda.

__ADS_1


Gandhi menganggukkan kepalanya.


"Ya udah, saya permisi dulu." pamit Yunda lalu berdiri dari duduknya.


Ingin sekali Gandhi mencegah Yunda, tapi entah kenapa tubuhnya kaku dan lidahnya juga terasa kelu untuk sekedar menahan Yunda.


Sampai akhirnya Yunda sudah keluar dari ruang kerjanya dan Gandhi hanya bisa menghela nafasnya kasar.


"Huh... kirain dia mau ngungkapin perasaannya, eh gak taunya cuma mau ngomongin soal gaji doang!" dumel Gandhi.


💋💋💋


Pukul 17.00


Jam kerja sudah selesai.


Hari ini pekerjaan Gandhi tidak terlalu banyak, jadi Gandhi dan Yunda bisa pulang tepat waktu.


Gandhi cepat-cepat membereskan meja kerjanya lalu keluar dari ruang kerjanya.


Begitu dia keluar, Gandhi melihat Yunda juga sedang bersiap untuk pulang. Gandhi berjalan mendekati meja kerja Yunda.


"Aku anter pulang." ucap Gandhi.


"Gak usah Pak, saya naik taksi online saja." tolak Yunda.


"Hish, kamu lupa, kalau kamu mau traktir aku?" ucap Gandhi.


"Harus hari ini yah Pak? Gak bisa besok?" tawar Yunda. Karena rencananya setelah pulang bekerja, Yunda ingin pergi toko perhiasan di sebuah mall yang menerima jasa penindikan. Yunda ingin menindik telinga Reesha sekaligus membelikan satu set perhiasan untuk anak semata wayangnya dari gaji pertamanya.


💋💋💋

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2