
"P-P-Pak Gandhi..." kaget tiga karyawan yang sedang bergosip itu dengan suara bergetar.
"Bawa kesini ID card kalian." pinta Gandhi.
Tanpa banyak bertanya tiga karyawan itu pun menyerahkan tanda pengenal mereka pada Gandhi.
Gandhi melihat nama dan divisi ketiga karyawan itu yang tertera di tanda pengenal.
"Kalian bertiga kerja di bagian humas, berarti kalian bertiga sangat tau kan menyebarkan informasi tanpa ada fakta itu sama saja dengan fitnah? Dan memfitnah seseorang bisa di kenakan undang-undang pencemaran nama baik!" tanya Gandhi.
Mereka bertiga terdiam.
"Kenapa diam? Kalian bertiga tau tidak!" bentak Gandhi.
"Iya Pak kami tau." jawab ketiga orang itu.
"Kalau kalian tau kenapa kalian malah bergosip! Apa kalian sudah tidak mau bekerja di sini lagi, hah? Kalau kalian sudah tidak mau bekerja disini lagi, silahkan buat surat pengunduran kalian! Atau mau saya yang mengeluarkan surat pemecatan?" geram Gandhi.
"Maaf Pak, kami bersalah, kami janji tidak akan mengulangi perbuatan kami lagi. Kami masih ingin bekerja disini Pak." mohon ketiga orang itu.
__ADS_1
"Kalian masih mau bekerja disini tapi kalian malah menggosipi saudara kalian! Sekarang coba katakan apa motto perusahaan ini!"
"KITA KELUARGA, KITA BERSAUDARA, KITA HARUS SALING BEKERJA SAMA BUKAN SALING MENJATUHKAN." jawab tiga orang itu bersamaan.
"Lalu kenapa kalian malah menjelekkan saudara kalian? Ingat, siapa pun yang bekerja di bawah payung Pradana Utama, itu berarti adalah saudara, mau OB, CS karyawan magang atau siapa pun itu, itu adalah saudara kalian! Tidak sepantasnya kalian menjelekkan saudara kalian! Apalagi yang kalian hina anak bayi yang tidak tau apa-apa! Atas dasar apa kalian mengatakan anak Yunda itu anak haram? Apa perlu Yunda memajang akte kelahiran anaknya di papan pengumuman biar kalian semua lihat siapa nama Bapak dari anaknya? Iya perlu! Memangnya kalian siapa sampai Yunda harus melakukan itu!" bentak Gandhi.
Mereka terdiam.
"Kalau kalian bertiga masih mau ID Card ini, buat surat pernyataan permintaan maaf kalian dan kirim ke email perusahaan biar semua karyawan membaca!" perintah Gandhi.
"Tapi Pak, yang bergosip tentang Yunda bukan hanya kita bertiga saja. Banyak juga yang bergosip." ucap salah satu karyawan.
"Saya tidak peduli sebanyak apapun yang bergosip! Yang ketahuan oleh saya hanya kalian bertiga! Jadi kalian bertiga yang harus meminta maaf! Dan katakan sama yang lain juga, kalau masih ada yang bergosip seperti ini, siap-siap mendapat surat cinta dari manager personalia!" jawab Gandhi.
Di dalam mobil.
Bayu melihat wajah Gandhi yang kesal saat masuk ke dalam mobil.
"Ada apa Pak? Apa tiga orang itu membuat masalah?" tanya Bayu sambil mengendarai mobil Gandhi.
__ADS_1
"Apa kamu tau para karyawan sedang menggosipi Yunda dan anaknya?" Gandhi malah balik bertanya.
"Saya pernah mendengarnya Pak." jawab Bayu sambil menganggukkan kepalanya.
"Kenapa kamu gak pernah kasih tau saya?" omel Gandhi.
"Maaf Pak, saya pikir Pak Gandhi tidak mau tau tentang itu. Makanya saya tidak memberitahu Pak Gandhi." jawab Bayu.
Gandhi menghela nafasnya kasar.
"Ini ID card tiga karyawan tadi, kamu urus mereka dan urus soal gosip itu, saya tidak mau mendengar ada gosip-gosip seperti ini lagi. Mulai sekarang, siapapun karyawan yang menjelekkan sesama karyawan disini dan melakukan pembullyan, langsung pecat!!" perintah Gandhi sambil meletakkan ID card ke console box dekat rem tangan.
"Apa tiga orang ini juga harus pecat Pak?" tanya Bayu.
"Saya sudah menyuruh mereka membuat surat permintaan maaf dan menyuruh mereka mengirim ke email perusahaan. Jadi tidak perlu di pecat atau di skors." jawab Gandhi.
"Baik Pak." balas Bayu.
Apa Yunda juga sudah mendengar tentang gosip ini makanya tadi dia terlihat lesu? Gumam Gandhi dalam hati.
__ADS_1
💋💋💋
Bersambung...