Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang

Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang
DSDKDSO BAB 57


__ADS_3

"Untuk apa kita kesini Mas? Apa kita mau bertemu seseorang?" tanya Yunda.


"Nanti kamu juga tau. Ayo keluar." jawab Gandhi lalu keluar dari dalam mobil kemudian membuka pintu belakang untuk mengambil Reesha. Tak lama Yunda pun keluar dari dalam mobil.


Yunda dan Gandhi berjalan memasuki gedung apartemen dengan Reesha dalam gendongan Gandhi.


Ting. Pintu lift terbuka.


Sampailah mereka di lantai unit apartemen Gandhi berada. Mereka pun berjalan menuju unit apartemen Gandhi. Sambil berjalan mata Yunda celingak-celinguk melihat sekeliling koridor. Dari yang Yunda lihat di lantai itu hanya ada tiga pintu kamar.


Sesampainya di depan pintu unit apartemen Gandhi, Gandhi langsung membuka pintu dengan kartu akses kunci digital.


Woah... gumam Yunda dalam hati saat melihat pintu apartemen bisa di buka dengan kartu. Biasanya Yunda melihat itu di drama Korea.


Tapi tunggu, kok Mas Gandhi bisa buka apartemen ini? Apa jangan-jangan apartemen ini punya Mas Gandhi? gumam Yunda lagi.


Ceklek. Pintu terbuka.


"Ayo masuk." ajak Gandhi saat Yunda masih asyik dengan lamunannya.


Yunda pun memasuki apartemen itu dan disusul Gandhi dari belakang.

__ADS_1


"Ini apartemen siapa, Mas?" tanya Yunda sambil berjalan masuk.


"Apartemen ku." jawab Gandhi.


Sontak Yunda menghentikan langkahnya lalu membalikkan badannya menghadap Gandhi.


"Kenapa Mas Gandhi bawa aku kesini? Nanti Bu Salsa bisa salah paham, Mas." ucap Yunda.


"Salsa lagi, Salsa lagi. Kamu udah tau Salsa gimana, masih aja kamu takut sama Salsa. Daripada kamu takut Salsa salah paham, lebih baik kamu pikirin diri kamu sendiri." jawab Gandhi sambil berjalan menuju ruang tengah.


"Memangnya saya kenapa?" tanya Yunda sambil mengekori Gandhi.


"Masih nanya kamu? Tadi bukannya kamu yang ketakutan mantan suami kamu ngambil Reesha? Kalau kamu masih tinggal di kosan itu, bisa-bisa mantan suami kamu tau keberadaan kamu dan ngambil Reesha. Dengan kepribadian kamu yang lemah gini, aku yakin kamu gak akan bisa mempertahankan Reesha kalau nanti mantan suami kamu tiba-tiba muncul di kosan kamu!" jawab Gandhi.


"Keamanan disini sangat ketat, jadi kamu gak usah khawatir dia bisa sampai disini." kata Gandhi lagi.


"Bukan cuma itu, aku juga akan cari baby sitter untuk menjaga Reesha jadi Reesha gak usah dibawa ke kantor lagi. Walau itu kantor aku dan aku sangat menjamin keamanannya, tapi menurut aku lebih baik Reesha kita sembunyiin disini. Karena hari-hari kedepan pasti kita akan lebih sering ninggalin kantor bahkan keluar kota. Jadi sudah pasti lebih baik kalau kita memakai jasa baby sitter." kata Gandhi lagi.


Yunda hanya diam, menurutnya apa yang dikatakan Gandhi memang ada benarnya. Tapi di sisi lain hati Yunda, ada sedikit rasa cemas kalau Reesha harus diasuh oleh orang lain. Apalagi di televisi banyak berita tentang pengasuh bayi yang menyiksa bayi saat majikan mereka bekerja. Yunda takut itu terjadi pada Reesha.


Kalau di penitipan kantor kan, Yunda masih bisa menengok Reesha saat ada waktu senggang.

__ADS_1


"Tenang aja, aku nyari baby sitter bukan baby sitter bodong, aku cari baby sitter yang terbaik dan terverifikasi dari lembaga terpercaya untuk jadi pengasuh Reesha. Bukan hanya satu, tapi dua sekaligus, jadi kalau yang satunya lagi capek, bisa gantian sama yang satunya lagi." ucap Gandhi yang memahami kegelisahan Yunda.


"Terserah Mas Gandhi aja, aku percaya sama Mas Gandhi." balas Yunda.


"Bagus. Memang sudah seharusnya kamu percaya sama aku." balas Gandhi sambil mengelus puncak kepala Yunda.


"Ayo kita lihat kamar kalian." ajak Gandhi.


Jumlah kamar di apartemen ini ada tiga kamar. Satu kamar utama dan dua kamar tamu. Kamar utama ada di lantai atas sedangkan kamar tamu ada di lantai bawah.


Gandhi mengajak Yunda ke salah satu kamar tamu. Sebenarnya Gandhi ingin menempatkan Yunda di kamar utama, tapi itu terlalu mencolok, jadi Gandhi menempatkan Yunda disalah satu kamar tamu.


"Ini kamar kamu sama Reesha. Dan yang sebelah itu kamar baby sitter. Sebenarnya lebih bagus kalau Reesha tidur sama baby sitternya jadi kalau malam hari Reesha bangun kamu gak akan terganggu, tapi aku yakin kamu gak bakalan setuju sama ide aku. Makanya ini kamar kamu sama Reesha dan itu kamar baby sitter." ucap Gandhi.


Yunda hanya mengangguk-anggukkan kepalanya paham.


"Nah dilantai atas itu kamar utama, kamar aku." kata Gandhi lagi.


Mata Yunda langsung melotot.


"Loh, Mas Gandhi tinggal disini juga?" tanya Yunda.

__ADS_1


💋💋💋


Bersambung...


__ADS_2