
Setelah Yunda mengatakan mau menikah siri dengan Gandhi, Yunda dan Gandhi pun balik ke kamar rawat Bu Ambar.
Pak Yoto dan Gandhi pun langsung menentukan hari, dimana hari yang ditentukan Pak Yoto adalah besok.
Tanpa pikir panjang lagi Gandhi langsung menyetujui saran Pak Yoto. Bahkan sangking semangatnya Gandhi langsung menghubungi Bayu dan Pak Batara untuk mencari pemuka agama untuk menikahkannya dengan Yunda besok. Rencananya besok janji suci akan di lakukan di rumah sakit.
"Oh iya Bay, apa sudah ada kabar dari kepolisian?" tanya Gandhi setelah memberi perintah mencari pamuka agama.
"Belum ada Pak." jawab Bayu.
"Ya sudah kalau begitu. Kamu fokus saja cari pemuka agama dulu. Yang ini lebih penting dari bertemu Ratna." balas Gandhi.
"Baik Pak." jawab Bayu.
Panggilan pun berakhir.
"Saya sudah suruh asisten saya untuk mencari pemuka agama, nanti dia akan menghubungi saya lagi." ucap Gandhi pada Pak Yoto dan Bu Ambar.
Pak Yoto hanya menganggukkan kepalanya, sedangkan Yunda hanya bisa diam melihat gerakan Gandhi yang sat set sat set.
"Oh iya Yun, ngomong-ngomong suaminya Ratna itu biasanya pulang kerja jam berapa?" tanya Gandhi.
"Kalau gak salah jam lima Mas Arya sudah dirumah." jawab Yunda.
Gandhi melihat jam digital yang ada di layar ponselnya, sekarang masih jam setengah lima.
"Setengah jam lagi kalau begitu." lirih Gandhi pelan namun masih bisa di dengar oleh Yunda.
__ADS_1
"Memangnya ada apa Mas? Apa Mbak Ratna belum pulang?" tanya Yunda.
"Kalau polisi belum kasih kabar itu berarti si Ratna itu belum pulang." jawab Gandhi.
"Kamu tau gak biasanya si Ratna kemana?" tanya Gandhi.
"Waktu Bu Marni masih sehat, biasanya jam segini mereka jalan-jalan, kadang ke mall, kadang temenin Ibu arisan. Tapi kalau sekarang aku gak tau, mungkin ke toko-nya Mas Rio." jawab Yunda.
"Tapi kayaknya si Ratna gak ada di toko mantan suami mu, kalau ada pasti polisi kasih kabar." balas Gandhi.
Yunda terdiam, dia memikirkan kira-kira kemana Ratna pergi.
"Ya sudah lah kita tunggu saja kabar dari polisi, kalau suaminya Ratna pulang pasti polisi ngabarin kita nanti." ucap Gandhi.
💋💋💋
Jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan.
Setelah makan malam, Gandhi pamit pada Pak Yoto dan Bu Ambar pulang ke hotel. Sedangkan Yunda tetap tinggal di rumah sakit menjaga Bu Ambar bersama Pak Yoto.
Bayu juga sudah mendapatkan pemuka agama yang akan menikahkan Gandhi dan Yunda. Berhubung pemuka agamanya tidak bisa datang pagi, jadi janji suci Gandhi-Yunda akan di lakukan sore hari.
Saat sedang dalam perjalanan menuju hotel, Gandhi teringat kalau sampai jam segini polisi belum memberi kabar pada Gandhi. Gandhi pun menghubungi polisi intel yang bertugas mengintai rumah Bu Marni.
"Halo selamat malam Pak." jawab intel yang mengintai rumah Bu Marni.
"Malam Pak. Ini saya Gandhi, yang menyuruh Bapak mengintai rumah Bu Marni." jawab Gandhi.
__ADS_1
"Oh iya Pak, iya." balas intel itu.
"Gimana Pak, apa sudah ada orang di rumah Bu Marni?" tanya Gandhi.
"Belum ada Pak. Rumah target juga masih gelap." jawab intel itu.
"Memangnya suaminya Ratna belum pulang? Yunda bilang kalau suaminya Ratna itu biasanya jam lima sudah pulang." tanya Gandhi.
"Belum ada siapa-siapa yang datang Pak. Kalau ada yang datang kan pasti saya langsung kabari Bapak." jawab intel itu.
Aneh. Gumam Gandhi dalam hati.
"Tapi Pak Gandhi tenang saja, saya sudah menyuruh rekan saya yang lain untuk mencari Ratna di rumah kerabatnya yang lain dan mencari suaminya Ratna ke tempat kerjanya." kata intel itu lagi.
Tidak usah ditanya darimana intel itu mendapat alamat kerabat Ratna dan tau dimana tempat kerja Arya.
"Baik Pak, saya harap pihak kepolisian segera memberi kabar." jawab Gandhi.
Panggilan pun berakhir.
Gandhi menghela nafasnya kasar. Meski merasa ada sesuatu yang aneh, tapi Gandhi mencoba mempercayakan kinerja kepolisian.
Tak lama mobil yang membawa Gandhi ke hotel pun sampai di hotel.
Baru sepuluh menit berada di dalam kamar hotelnya dan baru saja membuka kemejanya, tiba-tiba ponsel Gandhi berdering, panggilan masuk dari intel yang mengintai rumah Bu Marni.
💋💋💋
__ADS_1
Bersambung...