
Didalam ruang kerja Gandhi.
"Kamu apa-apaan sih Sa, manggil sayang-sayang gitu?!" omel Gandhi.
"Salah kalau aku manggil suami aku sendiri sayang? Gak kan?" Salsa bertanya balik.
"Salah! Nanti pasangan kamu marah!" jawab Gandhi.
"Tadi kamu bilang ada yang mau kamu bicarain, apa? Apa tentang rencana kita itu?" tanya Gandhi.
Salsa menganggukkan kepalanya.
"Sampe sekarang aku belum bisa dapetin izin Zola. Dia takut kalau aku hamil anak kamu, perasaan aku ke dia jadi berubah." jawab Salsa.
"Aku pikir kamu kesini karena dia udah setuju, kalau belum setuju kenapa kamu dateng kesini." dumel Gandhi.
"Lain kali kalau kamu mau dateng kesini telepon dulu, atau gak kalau pun penting banget kita ketemuan di luar aja, kamu gak usah ke kantor." kata Gandhi lagi.
Salsa mengernyitkan keningnya.
"Kamu kok kesel banget aku dateng ke kantor? Apa jangan-jangan kamu punya hubungan yah sama sekretaris kamu tadi. Iya kan? Ngaku kamu!" curiga Salsa.
"Kalau iya kenapa? Salah?" jawab Gandhi.
"Serius Gan, kamu punya hubungan sama sekretaris kamu itu?" tanya Salsa.
"Gimana mau punya hubungan kalau dia tau aku suami orang." jawab Gandhi.
__ADS_1
"Masih aku yang suka sama dia, tapi kayaknya perasaan ku bertepuk sebelah tangan." kata Gandhi lagi.
"Tau darimana kamu perasaan kamu bertepuk sebelah tangan? Kamu udah pernah ngungkapin perasaan kamu ke dia?" tanya Salsa.
Gandhi menggelengkan kepalanya.
"Udah dibilang gimana mau ngomong kalau status aku masih suami orang! Yang ada dia mikir kalau aku ini laki-laki gak beres." jawab Gandhi.
"Mau kita tes gak gimana perasaannya dia ke kamu?" tanya Salsa.
"Tes gimana?" tanya Gandhi.
"Serahin aja sama aku. Tapi kalau memang dia suka juga sama kamu, kamu harus perjuangin dia. Aku pasti bantu kamu kok buat ngomong sama dia tentang kebenaran pernikahan kita." jawab Salsa.
Tok... Tok... Tok...
Tepat sekali pintu ruang kerja Gandhi terketuk. Siapa lagi yang mengetuk kalau bukan Yunda.
Ceklek. Pintu terbuka, Yunda pun masuk ke dalam ruang kerja Gandhi sambil membawa nampan yang berisi jus jeruk dan keripik kentang pesanan Salsa.
"Ini Bu jus jeruk dan keripik kentangnya." ucap Yunda seraya meletakkan jus jeruk dan keripik kentang diatas meja.
"Terimakasih." jawab Salsa.
"Kalau begitu saya permisi dulu, Pak, Bu." pamit Yunda.
"Eh tunggu." cegah Salsa.
__ADS_1
"Iya Bu. Apa ada yang Ibu butuhkan lagi?" tanya Yunda sopan.
"Kamu kan sekretaris barunya suami saya, jadi saya mau ngobrol-ngobrol dulu sama kamu. Ayo duduk." jawab Salsa.
Yunda melirik Gandhi sesaat lalu duduk di sofa depan Salsa dan Gandhi.
"Kamu kerja jadi sekretaris suami saya baru satu bulan?" tanya Salsa.
"Iya Bu." jawab Yunda.
"Sebelumnya kerja dibagian apa?" Tanya Salsa.
"Um... Ini pertama kalinya saya kerja di perusahaan ini Bu." jawab Yunda.
"Oh." Salsa membulatkan mulutnya.
"Sebelumnya kerja apa?" tanya Salsa.
"Saya ibu rumah tangga Bu. Setelah saya bercerai dengan suami saya, baru saya datang ke Jakarta." jawab Yunda.
"Oh..." Lagi-lagi Salsa membulatkan mulutnya.
Salsa terus mewawancarai Yunda, sesekali Salsa juga bermanja-manja pada Gandhi untuk melihat perasaan Yunda pada Gandhi.
Selagi Salsa mewawancarai Yunda, Yunda juga sesekali melirik Gandhi. Wajah Yunda juga memerah saat Salsa bermanja-manja pada Gandhi.
Dari situ Salsa bisa menangkap kalau Yunda juga menyukai Gandhi.
__ADS_1
💋💋💋
Bersambung...