Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang

Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang
DSDKDSO BAB 129


__ADS_3

"Kenapa Papa tiba-tiba menyetujui Salsa menikah dengan Zola?" tanya Salsa.


"Kenapa kamu bertanya, yah karena Papa ingin anak Papa satu-satunya bahagia, walaupun Papa tahu kebahagiaan mu itu salah. Tapi Papa sadar bukan mau juga seperti ini." jawab Papa Alan.


Mendengar itu Salsa terharu. Salsa pun memeluk Papa Alan.


"Makasih Pa, Salsa janji, Salsa akan bahagia." ucap Salsa sambil menangis dalam pelukan Papa Alan.


"Sudah lah, sudah jangan menangis. Besok kamu akan menikah, wajah mu tidak boleh kelihatan sembab." ucap Papa Alan sambil melepas pelukan Salsa kemudian menyeka air mata yang membasahi pipi Salsa.


💋💋💋


Dua Minggu kemudian.


Perhitungan Ghazan dan Galang benar, bahwa Papa Ghafar menjual saham milik Gandhi ke publik. Saham dua puluh persen itu di jual senilai dua ratus lima puluh miliar.

__ADS_1


Mendengar harga segitu, jelas saja nyali Gandhi ciut, walau kedua kakaknya sudah menyipkan dana untuk Gandhi membeli saham itu, tapi tetap saja Gandhi tidak enak menyusahkan kedua kakaknya.


Tapi karena kedua kakaknya terus memaksa, akhirnya Gandhi menerima uang dari kedua kakaknya dan membeli saham itu, tapi saham itu dibeli bukan atas nama Gandhi saja, melainkan sepuluh persen atas nama Yunda, lima persen atas nama Gandhi dan lima persen atas nama Reesha.


Guna-nya apa? Agar kedua orangtua Gandhi tidak berani menyentuh Reesha dan Yunda karena Yunda dan Reesha memiliki saham di perusahaan orangtua Gandhi.


Perusahaan baru Gandhi juga sudah mulai berjalan. Gandhi menyewa satu gudang kosong sebagai tempat pengolahan limbah plastik, setelah plastik diolah barulah nanti di kirim ke rumah produksi yang ada di tiga tempat, yaitu Jakarta, Bandung dan Yogyakarta.


Pukul 22.00


Sudah dua minggu Mas Gagah tidak di cas. Satu minggu karena Yunda datang bulan dan satu minggu karena Gandhi sibuk bolak-balik Jakarta-Bandung-Yogjakarta. Karena kesibukannya itu membuat Gandhi kelelahan dan tidak punya tenaga lagi untuk mengecas Mas Gagah. Untungnya Mas Gagah pengertian, dia tidak demo karena Gandhi tidak mengecas dirinya.


Seharian ini kegiatan Gandhi tidak banyak. Sudah dari jam tujuh tadi dia stay di rumah dan bisa makan malam bersama lagi dengan Yunda, Reesha, Bayu dan kedua pengasuh Reesha.


Setelah makan malam, Gandhi, Bayu dan Yunda meeting sebentar di ruang kerja, setelah satu jam barulah mereka keluar dari ruang kerja. Bayu pulang ke apartemennya, sedangkan Gandhi dan Yunda bermain dengan Reesha.

__ADS_1


Setelah jam sembilan, Reesha pun masuk ke kamar bersama Yunda. Sebelum masuk ke kamar utama, Yunda menyusui Reesha dulu. Sejak disedot Gandhi, ASI-nya kembali keluar yah walaupun belum begitu deras. Sedangkan Gandhi, dia masuk ke dalam kamar utama.


Setelah satu jam, Yunda pun menyusul Gandhi ke kamar utama. Mendengar pintu kamar terbuka, Gandhi yang sebenarnya sedang mengecek email-nya dari ponsel langsung pura-pura tidur.


Sesampainya di ruang tidur, Yunda hanya melihat sesaat ke arah tempat tidur dimana Gandhi sudah tidur. Yunda berbelok ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya.


Saat Yunda berada di dalam kamar mandi, Gandhi membuka matanya kemudian tersenyum licik saat ide cemerlang melintas di otaknya.


Dia ingin mengajak Yunda mengecas Mas Gagah, tapi Gandhi mau-nya Yunda yang agresif seperti waktu di ruang kerja.


Gandhi menyibak selimut yang menutupi bagian pinggang ke bawah, lalu melepas jeruji kain Mas Gagah. Sekarang Mas Gagah hanya ditutupi boxer putih.


Kemudian, Gandhi membuka lebar kaki-nya dan tidak lagi menutupi bagian pinggang ke bawah dengan selimut. Tujuannya apa Gandhi melakukan itu? Ya apalagi kalau bukan untuk memberi kode pada Yunda, apalagi sekarang Mas Gagah sudah berdiri tegak di balik boxer, Mas Gagah nampaknya sedang demo, bukan demo minta diturunkan harga sembako, air dan listrik melainkan demo minta Yunda segera menurunkan segitiga berenda yang membungkus lubang cas Mas Gagah.


💋💋💋

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2