
Penginapan.
Benar dugaan Gandhi kalau Rio belum pulang ke Solo, dia masih ada di Jakarta dan menyewa sebuah penginapan di daerah pinggiran Jakarta. Rencananya dia baru akan kembali tiga-empat hari lagi ke rumah sakit setelah yakin biaya rumah sakit Ibu-nya sudah dibayarkan Yunda. Rio sama sekali tidak tahu kalau saat ini Ibu-nya sedang gawat karena ulahnya.
"Ah... akhirnya bisa lepas juga dari Ibu. Maafin Rio yah Bu, Rio terpaksa ngelakuin ini, karena sayang Bu ngeluarin uang sebanyak itu buat biaya rumah sakit Ibu. Kalau Rio bayar rumah sakit Ibu, terus modal Rio apa?" ucap Rio sambil merebahkan badannya di kasur.
"Telepon Mbak Ratna ah, mau tanya soal toko." kata Rio lagi.
Rio pun mengeluarkan ponselnya dari saku celana lalu menghubungi nomor Mbak Ratna. Nomor yang Rio pakai nomor baru, sedangkan nomor lama-nya dia masukkan di SIM 2 dan mode non aktif.
Cukup lama Mbak Ratna menjawab telepon Rio, mungkin karena nomor baru makanya Mbak Ratna lama menjawab telepon Rio.
Setelah percobaan empat kali barulah Mbak Ratna menjawab telepon Rio.
"Halo." jawab Mbak Ratna.
"Halo Mbak, ini Rio." balas Rio.
__ADS_1
"Oalah Yo, Mbak pikir nomor siapa. Kamu ganti nomor?" tanya Mbak Ratna.
"Sementara Mbak." jawab Rio.
"Loh memangnya nomor kamu yang lama kenapa?" tanya Mbak Ratna.
"Rio non aktifkan dulu. Nanti kalau rumah sakit Ibu sudah dibayar Yunda baru Rio akrifin lagi." jawab Rio.
"Maksud kamu gimana toh Yo?" tanya Mbak Ratna.
"Jadi gini Mbak, Rio udah ganti semua data keluarga Ibu dengan nama Yunda. Jadi pihak rumah sakit nanti akan nagih biaya rumah sakitnya ke Yunda. Gitu loh." jawab Rio.
"Rio lagi kabur ini Mbak dan sebelum kabur, Rio udah ganti semua informasi keluarga Ibu dengan nama Yunda." jawab Rio tanpa dosa.
"Apa? Jadi kamu ninggalin Ibu dirumah sakit sendirian? Kamu kok tega sih Yo! Itukan Ibu kamu Yo, Ibu kita!" bentak Mbak Ratna.
"Gak usah teriak-teriak deh Mbak, Rio juga terpaksa melakukan ini! Kalau bukan karena biaya rumah sakit Ibu yang besar, Rio juga gak bakal melakukan ini!" jawab Rio.
__ADS_1
"Memangnya berapa biaya rumah sakit Ibu sampe kamu tega ninggalin Ibu? Dan memangnya kamu bisa pastiin Yunda mampu bayar rumah sakit Ibu?" tanya Mbak Ratna.
"Mampu gak mampu, Rio yakin Yunda pasti bakal bayar biaya rumah sakit Ibu, Yunda itu kan orangnya gak tegaan sama orang, jadi Rio yakin pasti Yunda akan melakukan segala cara untuk membayar rumah sakit Ibu." jawab Rio.
"Memangnya berapa sih Yo biaya rumah sakit Ibu?" tanya Mbak Ratna dengan nada nge-gas.
Mendengar nada bicara Mbak Ratna yang nge-gas jelas saja Rio terpancing emosi.
"Empat puluh satu juta dan masih bisa lebih. Kenapa? Mbak Ratna mau bayar? Kalau Mbak Ratna gak bisa bayar udah gak usah banyak protes, ikutin aja ide Rio!" bentak Rio.
Mbak Ratna terdiam.
"Oh iya, sekarang Mbak Ratna pergi dulu ke toko Rio, cek berapa pemasukan hari ini. Cek detail, jangan sampe karyawan Rio korupsi! Heran deh masa semakin hari pemasukan semakin berkurang. Kalau kayak begini terus bisa bangkrut aku!" Kata Rio lagi dengan nada memerintah.
Setelah mengatakan itu Rio langsung menutup teleponnya.
"Menyebalkan! Udah gak bisa bantu apa-apa, banyak protes lagi!" dumel Rio.
__ADS_1
💋💋💋
Bersambung...