
Restoran.
Kini Yunda dan Salsa sudah berada di restoran tempat Gandhi dan Bayu meeting tadi malam, tidak hanya berdua, Zola pasangan Salsa juga ikut menemani Salsa, Zola sedikit protektif kalau Salsa pergi dengan perempuan lain.
Sesampainya di restoran, Salsa langsung minta di pertemukan dengan manajer restoran dan meminta kepada manajer restoran untuk membuka rekaman cctv antara pukul lima sampai pukul tujuh malam, waktu yang di perkirakan jam bertemunya Gandhi dengan kliennya.
Ternyata meminta pihak restoran membuka rekaman cctv tak segampang yang Salsa pikirkan, apalagi ini restoran bintang lima. Karena si manejer agak susah di ajak kerjasama, mau tidak mau Salsa harus menyogok manajer restoran.
Nominal uang yang harus Salsa kirimkan sudah di sepakati, tibalah saatnya Salsa mentransfer uang ke rekening si manajer via m-banking. Namun saat tombol transfer sudah Salsa klik, ternyata transaksi transfer di tolak dengan keterangan kalau nomor rekening Salsa dalam masa pemblokiran.
"Kok terblokir?" lirih Salsa pelan namun masih bisa di dengar Yunda dan Zola. Salsa masih belum menyadari kalau rekeningnya sudah di blokir Papa-nya.
"Kenapa Sa?" tanya Zola.
"Rekening aku terblokir. Kok bisa yah? Perasaan dari kemaren masih bisa di pakai kok buat beli baju-nya Reesha. Kok sekarang gak bisa lagi yah?" jawab Salsa dengan segala keheranannya.
"Jadi gimana? batal?" tanya manajer restoran.
"Jadi Pak." jawab Salsa.
"Zo, pakai uang mu dulu, nanti aku minta Gandhi menggantinya." pinta Salsa pada kekasihnya.
Zola menganggukkan kepalanya lalu mengeluarkan ponselnya.
"Biar saya aja yang transfer." ucap Yunda tiba-tiba sambil mengeluarkan ponselnya.
__ADS_1
"Memangnya kamu ada uang dua puluh juta?" tanya Salsa.
Yunda menganggukkan kepalanya. Yunda ingat kalau sebelum Gandhi mengucap janji sucinya, Gandhi mentransfer uang satu miliar ke rekening Yunda sebagai mahar pernikahan mereka. Belum lagi uang bulanan dan uang nafkah untuk Yunda pribadi saat mereka dalam perjalanan ke bandara di Solo yang totalnya tiga ratus lima puluh juta. Jadi total di rekening Yunda sekarang ada satu miliar, tiga ratus lima puluh juta.
Walau Yunda mengangguk tetap saja Salsa melarang Yunda mengeluarkan uangnya.
"Kamu simpen aja uang kamu buat Reesha, biar pake uang Zola dulu." larang Salsa.
"Uang aku banyak Bu. Nih lihat." Yunda menunjukkan saldo di rekeningnya.
Mata Salsa dan Zola melongo melihat saldo rekening Yunda yang fantastis bombastis.
"Dia transfer uang sebanyak itu ke kamu?" tanya Salsa tak percaya. Karena selama jadi istri Gandhi, Gandhi tidak pernah memberikan uang sebanyak itu, paling banyak hanya seratus lima puluh juta.
"Ini sekalian uang mahar yang Mas Gandhi janjikan Bu." jawab Yunda mengklarifikasi agar Salsa tidak salah paham dengannya.
"Ya sudah kamu saja yang transfer kalau gitu." kata Salsa lagi.
Yunda pun mantransfer nominal yang sudah di sepakati. Setelah transaksi berhasil, manajer restoran pun membawa Yunda, Salsa dan Zola ke ruang cctv.
Rekaman cctv dengan rentang waktu yang diminta Salsa pun di buka. Di pukul 17.12 terlihat jelas kalau Gandhi dan Bayu masuk ke salah satu VIP room. Rekaman cctv pun dipercepat perlahan sampai setengah jam, tapi dalam rentang waktu itu klien Gandhi tidak muncul-muncul.
Salsa mulai merasa aneh. Salsa pun meminta rekaman di percepat lagi sampai satu jam kemudian. Tapi anehnya suasana di depan VIP room tempat Gandhi berada terlihat sama, bahkan selagi rekaman di percepat perlahan, tidak ada satu orang pun baik itu pelayan yang masuk ke room Gandhi maupun pelayan atau pengunjung restoran yang lalu lalang.
"Sepertinya rekaman cctv di jam setelah Gandhi masuk sampai jam segini disabotese." bisik Zola di telinga Salsa.
__ADS_1
Ternyata pikiran Zola sama dengan Salsa.
"Coba mundur ke pukul 16.00." pinta Salsa.
"Maaf tidak bisa, karena perjanjiannya di putar mulai pukul 17.00." tolak manajer restoran.
Mendengar penolakan si manejer restoran khodam Zola langsung keluar. Dengan tatapan tajam yang menyeramkan seperti orang kesurupan, Zola berjalan perlahan mendekati si manajer restoran.
"Mau di buka atau tidak?" tanya Zola dengan tatapan menyeramkannya.
Si manajer restoran menelan salivanya susah payah, bulu kuduknya merinding melihat tatapan Zola. Sangking takutnya manajer restoran itu meminta karyawannya memundurkan ke pukul 16.00.
Disitu barulah terlihat siapa klien Gandhi yang ternyata sudah datang lebih dulu dari Gandhi.
"Mama Zara?" Lirih Salsa.
"Mama Zara? Siapa dia?" tanya Yunda yang belum mengenal Mama mertuanya.
"Mamanya Gandhi. Kami menyebutnya Ibu Suri." jawab Salsa.
Salsa menghela nafasnya kasar. Salsa semakin yakin dengan feelingnya dan feelingnya mengatakan hilangnya Gandhi pasti ada hubungannya dengan Mama Zara dan yakin kalau kedatangan Mama Zara ke Indonesia pasti karena keluarga mereka sudah mendengar kabar perceraian diam-diam Gandhi dan Salsa dan mendengar kabar nikah siri Gandhi dan Yunda.
Dan Salsa pun menyadari terblokir-nya rekeningnya pasti ulah Papa-nya.
💋💋💋
__ADS_1
Bersambung...