
Plak... Plak... Plak... Bunyi tepukan daging.
Daging apa lagi kalau bukan daging sosis Mas Gagah yang beradu didalam daging kerang Yunda.
Bukan hanya menghasilkan suara tepukan daging, tapi juga menghasilkan suara desa.han yang bersahut-sahutan.
"Sssh... ah... Mas."
"Ssh... oh... Yun."
Begitulah suara-nya.
"Ssh... ah... Mas, aku... ssh... mau keluar Mas... sssh.." racau Yunda. Ini sudah tiga kali-nya Mas Gagah membuat kerangnya kebanjiran dalam satu ronde. Sedangkan Mas Gagah sendiri belum sekali pun ganti oli.
"Tunggu aku Yun, aku juga mau keluar." balas Gandhi.
Suara tepukan daging pun semakin cepat, kencang dan sudah tidak jelas lagi ritme-nya karena Gandhi mempercepat gerakan pinggulnya.
Tiga menit kemudian setelah Gandhi mempercepat gerakan pinggulnya, Yunda dan Gandhi pun sama-sama mengerang panjang.
"Aaaargh..."
__ADS_1
Setelah erangan panjang keluar dari mulut keduanya, Gandhi pun terkulai lemas diatas tubuh Yunda.
"Makasih Sayang, makasih. I love you, Yun." ucap Gandhi. Ucapan yang tak pernah Gandhi lewatkan setiap dia mencapai pelepasannya kemudian mencium bibir Yunda dengan lembut.
Setelah Mas Gagah selesai ganti oli, barulah Gandhi mengeluarkan Mas Gagah yang sudah mode bobok ganteng dari dalam lubang cas-nya.
Kemudian Gandhi berbaring di sebelah Yunda, lalu menarik tangan Yunda agar memeluknya.
Untuk beberapa saat Gandhi dan Yunda hanya diam, tak ada obrolan karena mereka sama-sama sedang mengatur pernafasan mereka.
"Yun..." Gandhi membuka obrolan terlebih dulu setelah pernafasannya stabil.
"Iya Mas." jawab Yunda.
"Kok tiba-tiba Mas Gandhi pengen punya anak kembar?" tanya Yunda.
"Ngeliat anak Nara tadi-"
"Tuh kan Mas Gandhi masih kepikiran sama mantan!" potong Yunda. Yunda yang kesal langsung menjauhkan tubuhnya dari Gandhi lalu menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos kemudian membalikkan badannya membelakangi Gandhi.
Tau Yunda ngambek lagi, Gandhi langsung memeluk Yunda dari belakang.
__ADS_1
"Bukan kepikiran mantan Yun. Aku cuma pengen punya anak kembar sama kamu. Ngeliat anak kembar Nara, kayaknya lucu aja kalau kita juga punya anak kembar." ucap Gandhi.
"Biar apa coba? Biar saingan sama mantan Mas Gandhi itu? Mantan Mas Gandhi punya anak kembar, Mas Gandhi juga gak mau kalah!" dumel Yunda.
Salah lagi! gerutu Gandhi dalam hati.
"Bukan saingan Yun, aku cuma ngerasa lucu aja." jawab Gandhi.
"Aku gak punya keturunan kembar. Mas Gandhi juga gak punya keturunan kembar kan? Jadi kalau Mas Gandhi mau punya anak kembar, ya udah sana minta aja sama mantan Mas Gandhi itu." balas Yunda.
"Kan jaman udah canggih Yun, kita bisa ikut program anak kembar." jawab Gandhi.
"Gak mau! Pokoknya aku gak mau!" jawab Yunda. Sebenarnya Yunda juga mau punya anak kembar jauh sebelum mereka bertemu dengan Nara malam ini, tapi berhubung Gandhi menginginkan anak kembar dengan alasan lucu setelah melihat anak-anak Nara, seketika Yunda mengurungkan keinginannya itu.
Seandainya Gandhi tidak menyebut nama Nara, mungkin tidak akan begini jadinya.
"Ya kalau kamu gak mau, yah gak pa-pa juga Yun, gak usah marah-marah gitu dong, aku juga gak maksa kok." balas Gandhi.
Yunda diam.
Dan Gandhi pun juga diam, karena kalau dia buka suara lagi, takutnya salah lagi. Jadi demi menghindari keributan yang berujung Mas Gagah di blokir, lebih baik Gandhi diam. Tapi posisinya Gandhi masih memeluk Yunda dari belakang. Bahaya kalau istri sedang merajuk, suami malah memunggungi istri, bisa makin panjang urusan, jadi walau diam, suami harus tetap memeluk istri.
__ADS_1
💋💋💋
Bersambung...