Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang

Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang
DSDKDSO BAB 127


__ADS_3

Kedua kakak Gandhi geleng-geleng kepala melihat kelakuan adik mereka.


"Sudah cepat sana urus! Hari ini fokus melegalkan pernikahan kalian." ucap Ghazan.


Gandhi menganggukkan kepalanya.


"Bay-"


"Kamu mau nyuruh Bayu? Yang mau nikah itu kamu atau Bayu? Katanya cinta, tapi untuk melegalkan pernikahan saja kamu malah nyuruh Bayu." omel Ghazan.


Gandhi menyengir kuda sambil menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal.


"Bayu tetap disini, dia urus resepsi kalian." kata Ghazan lagi.


"Langsung resepsi?" tanya Gandhi.


"Ya iya lah. Gak usah yang mewah, sederhana aja yang penting orang-orang pada tahu kalau kalian pasangan suami istri yang sah secara negara." jawab Ghazan.


Gandhi dan Yunda saling pandang.


"Harus hari ini?" tanya Gandhi.

__ADS_1


"Iya Gan. Karena waktu kami hanya hari ini, besok pagi kami sudah pulang." jawab Galang.


"Kalau gitu Gandhi hubungi mertua Gandhi dulu." ucap Gandhi.


"Ya udah sana kalian urus. Biar Reesha disini sama kami." balas Galang.


Gandhi dan Yunda pun keluar dari ruang kerja.


"Bay, cari katering dan wedding organizer yah." perintah Ghazan.


"Baik Pak. Tapi ngomong-ngomong resepsinya mau dimana?" tanya Bayu.


"Kenapa gak di gedung atau di restoran aja sekalian Pak?" tanya Bayu.


"Keadaan belum aman Bay. Takutnya mereka gak akan punya kesempatan lagi untuk membuat resepsi kalau kita buat di gedung atau di restoran, nanti dateng para pengacau. Gak pa-pa di apartemen ini dan tamu yang dateng cuma para penghuni gedung ini dan keluarga Yunda, yang penting mereka ada foto saat resepsi yang bisa mereka pamerkan ke anak cucu mereka nantinya." jawab Ghazan.


"Nanti kalau keadaan sudah membaik dan semua sudah stabil, yah terserah mereka kalau mereka mau buat resepsi besar-besaran." kata Ghazan lagi.


"Baik Pak, saya mengerti." jawab Bayu.


Bayu pun langsung mengerjakan apa yang Ghazan perintahkan. Sementara Gandhi-Yunda sibuk melegalkan pernikahan mereka dan Bayu sibuk mencari memesan katering dan mencari wedding organizer, Ghazan dan Galang minta izin membawa Reesha jalan-jalan dan sudah pasti dengan ditemani dua pengasuh Reesha.

__ADS_1


Bukan sekedar jalan-jalan saja, Ghazan dan Galang juga berlomba-lomba membelikan barang-barang untuk Reesha, seperti sepatu, baju jalan-jalan, baju rumah, boneka, susu, diapers, dan barang-barang lainnya, bahkan perhiasan juga mereka belikan untuk Reesha. Bukan hanya itu, Ghazan dan Galang juga membuat tabungan deposito untuk Reesha sebesar lima ratus juta.


Gandhi saja suka khilaf kalau membelikan barang-barang untuk Reesha apalagi kedua kakak Gandhi. Maklum saja, kedua kakak Gandhi tidak punya anak perempuan, makanya mereka sangat menyayangi Reesha meski Reesha bukanlah keponakan kandung mereka.


💋💋💋


Belanda.


Rombongan Salsa dan Zola sudah berada di Belanda. Papa Alan dengan di dampingi asisten pribadinya dan tiga orang bodyguardnya juga sudah berada di Belanda.


Besok adalah hari yang sangat di tunggu-tunggu Salsa dan Zola, hari pengucapan janji suci mereka setelah bertahun-tahun mereka menantikan hari ini.


Zola juga sudah memenuhi permintaan Papa Alan, dimana Zola harus merubah penampilannya menjadi laki-laki.


Seperti orang yang mau menikah pada umumnya, Zola dan Salsa juga harus di pingit sebelum hari pernikahan mereka. Meski judulnya di pingit, tapi kamar hotel mereka bersebelahan. Jika biasanya orang mau menikah di pingit selama dua minggu atau satu minggu sebelum menikah, kalau pasangan Salsa-Zola hanya satu hari sebelum menikah saja. Maklum saja, selain karena pernikahan ini terbilang kilat, banyak juga surat-surat yang harus mereka urus.


Di dalam kamar hotelnya Zola ditemani sepuluh orang temannya dan di kamar hotel Salsa, Salsa ditemani sepuluh orang temannya yang lain. Sedangkan Papa Alan yang kamarnya berhadapan dengan kamar Salsa di temani asisten dan tiga bodyguardnya.


💋💋💋


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2