Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang

Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang
DSDKDSO BAB 61


__ADS_3

"Astaga, kenapa banyak sekali? Uang darimana ini? Apa yang Yunda kerjakan di Jakarta sampai-sampai bisa mengirimkan uang sebanyak ini?" lirih Bu Ambar.


"Apa jangan-jangan yang di bilang orang-orang itu benar kalau Yunda kerja yang gak bener disana?" lirih Bu Ambar lagi.


Bu Ambar pun beranjak dari duduknya lalu cepat-cepat masuk kedalam kamar untuk menyimpan uang yang Yunda kirim. Nanti malam baru Bu Ambar akan memberitahu suaminya dan meminta suaminya menelpon Yunda untuk menanyakan pekerjaan Yunda disana.


Malam harinya.


Setelah selesai makan malam, Bu Ambar langsung menarik tangan suaminya masuk kedalam kamar.


"Ada apa sih Bu?" tanya Pak Yoto.


Bu Ambar tidak menjawab dan mengambil amplop putih yang dia sembunyikan dibawah tumpukan pakaian lalu memberikan amplop itu pada suaminya.


"Tadi Nak Harum kesini dan ngasih ini, katanya dari Yunda." ucap Bu Ambar.


"Ini apa?" tanya Pak Yoto.


"Bapak buka aja sendiri." jawab Bu Ambar.


Pak Yoto pun membuka amplop itu. Sama seperti Bu Ambar, Pak Yoto juga kaget saat melihat uang merah yang sangat banyak. Tangannya sampai gemetaran memegang uang itu, padahal yang di pegang jumlahnya hanya dua setengah juta. Seumur-umur baru ini Pak Yoto memegang uang cash sebanyak itu karena uang paling banyak yang biasa Pak Yoto dan Bu Ambar pegang paling hanya lima ratus ribu, itupun kiriman dari mantan suami Yunda.


"Ini dari Yunda?" tanya Pak Yoto masih tak percaya.


Bu Ambar menganggukkan kepala.


"Dia dapet uang sebanyak ini darimana? Gak mungkin kan ini gaji sebulannya dia kirim semua buat kita? Kalau dia kirim semua buat kita, terus dia sama anaknya gimana?" tanya Pak Yoto.


"Makanya Ibu heran. Ibu jadi curiga Pak, kalau yang di omongin tetangga itu bener, kalau Yunda kerja gak beres disana, kerja di klub malam jadi wanita penghibur, atau jadi simpanan suami orang." jawab Bu Ambar.


Pak Yoto terdiam.

__ADS_1


"Coba Bapak hubungi Yunda, tanya sama dia, dia kerja apa disana. Kalau perlu suruh dia bersumpah." desak Bu Ambar.


"Mana hape, biar Bapak telepon Yunda." pinta Pak Yoto.


Pak Yoto pun langsung menghubungi Yunda.


💋💋💋


The Ritz Residence.


KRIIING... Ponsel Yunda yang di letakkan dimeja ruang tengah berdering.


Gandhi yang sedang bermain dengan Reesha di ruang tengah langsung mengambil ponsel Yunda dan melihat siapa yang menelpon Yunda.


"Yun, Bapak nelepon nih." ucap Gandhi pada Yunda yang sedang mencuci piring di dapur karena mereka baru saja selesai makan malam.


Yunda pun berhenti mencuci piring dan berlari kecil ke ruang tengah sambil mengeringkan tangannya di celemek yang masih menempel di badannya.


Gandhi mengernyitkan keningnya saat Yunda masuk ke kamar.


"Ibu mu kenapa masuk ke kamar Sha, kan yang nelpon Bapaknya Ibu-mu? Apa jangan-jangan yang nelpon itu Bapak mu, Sha?" tanya Gandhi pada Reesha.


Ya sudah pasti Reesha hanya merespon dengan ocehan ocehan yang tidak jelas.


Didalam kamar.


"Halo Pak." jawab Yunda.


"Bagaimana kabar mu disana Yun?" tanya Pak Yoto basa-basi.


"Baik Pak. Bapak sama Ibu gimana?" jawab Yunda kemudian bertanya balik.

__ADS_1


"Baik juga." Jawab Pak Yoto.


"Bapak sudah menerima uang yang kamu kirim buat kami. Tapi Bapak tidak bisa langsung menerima uang ini." ucap Pak Yoto.


"Maksud Bapak?" tanya Yunda.


"Bapak harus tau, asal uang ini." jawab Pak Yoto.


"Yah, Yunda kerja Pak. Syukur banget Yunda dapet kerja yang bagus disini, makanya Yunda bisa ngirim setengah gaji pertama Yunda buat Bapak sama Ibu." jawab Yunda sedikit berbohong perihal jumlah gajinya. Karena kalau Yunda bilang gajinya sepuluh kali lipat dari uang yang ia kirimkan, sudah pasti Ibu dan Bapaknya syok.


"Halal?" tanya Pak Yoto.


"Ya halal lah Pak, masa Yunda ngasih yang haram ke Bapak dan Ibu." jawab Yunda.


"Jangan bohongi Bapak, Yun! Lebih baik kamu jujur sama Bapak apa kerja mu disana? Rasanya gak mungkin kamu baru satu bulan di Jakarta sudah bisa ngirim uang sebanyak ini. Sedangkan orang yang udah bertahun-tahun merantau di Jakarta saja belum tentu bisa mengirimkan uang sebanyak ini ke orangtuanya di kampung." ucap Pak Yoto.


"Kamu bukan jadi simpanan suami orang kan Yun, atau kamu kerja di klub malam jadi wanita penghibur?" timpal Bu Ambar.


"Astaga Ibu, kok Ibu nuduh Yunda seperti itu? Gak Bu! Yunda gak seperti itu, Yunda disini kerja halal." jawab Yunda.


"Berani kamu bersumpah?" tanya Bu Ambar.


"Berani. Ibu mau Yunda bersumpah apa, Yunda berani." jawab Yunda.


"Bersumpah kamu demi anak mu kalau uang yang kamu berikan ini uang halal." tantang Bu Ambar.


Dengan air mata yang menetes, Yunda pun bersumpah demi Reesha kalau uang yang dia kirimkan ke orangtuanya adalah yang halal. Baru mengirimkan uang segitu saja, Yunda sudah di suruh bersumpah, bagaimana kalau Yunda mengirimkan setengah gajinya pada orangtuanya.


Setelah Yunda mengucapkan sumpah, barulah orangtua Yunda mau menerima dan memakai uang itu. Tanpa mereka sadari hati Yunda sangat sakit karena orangtuanya tidak percaya padanya.


💋💋💋

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2