Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang

Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang
DSDKDSO BAB 124


__ADS_3

Pukul 23.00


Gandhi baru keluar dari ruang kerjanya.


Karena baru perusahaannya baru dirintis, Gandhi harus mengeluarkan tenaga dan pikiran ekstra.


Gandhi berjalan menuju kamar utama, sebenarnya Gandhi ingin melihat Reesha terlebih dulu yang sekarang tidur bersama kedua pengasuhnya, tapi karena merasa tidak sopan, Gandhi pun membatalkan niatnya, jadi Gandhi langsung naik ke kamar utama.


Kamar utama.


Sesampainya di ruang tidur, pemandangan pertama yang Gandhi lihat adalah Yunda yang sedang tertidur lelap.


Gandhi berjalan mendekati ranjang dan duduk di tepi ranjang sebelah Yunda. Dia menyelipkan anak rambut yang menutupi wajah Yunda.


"Maafin aku yah Yun, aku belum bisa kasih kehidupan yang sempurna buat kamu. Kamu masih harus memiliki mertua yang gak jauh beda dengan mantan mertua kamu." ucap Gandhi pelan sambil menggenggam tangan Yunda.


"Tapi kamu tenang aja, walau kamu belum bisa merasakan kasih sayang mertua, aku akan memberikan kasih sayang dan cinta yang berkali-kali lipat untuk kamu dan Reesha." kata Gandhi lagi.


Kemudian Gandhi menghela nafasnya kasar. Dia kembali teringat akan perkataan Yunda tadi dimana Mama Zara menemui Yunda dan menyogok Yunda dengan sejumlah uang yang jumlahnya terbilang fantastis.


"Untung aja Mama gak mempermalukan kamu seperti Mama memperlakukan Nara dulu, seandainya Mama mempermalukan kamu seperti dulu Mama mempermalukan Nara, mungkin sekarang aku sudah terdaftar di neraka, karena aku akan membalas berkali-kali lipat apa yang Mama lakukan padamu, gak peduli mau Mama itu adalah Mama kandung ku." gumam Gandhi.


"Gak akan aku biarkan satu orang pun termasuk orangtua aku menyakiti mu, Yun. Aku pasti akan membalasnya." gumam Gandhi lagi.


Sebelum berdiri dari duduknya, Gandhi mengecup kening Yunda terlebih dulu, setelah itu barulah dia ke kamar mandi untuk menggosok gigi.

__ADS_1


💋💋💋


Keesokan paginya.


Pukul 10.00


Ruang kerja.


Seperti biasa, pagi ini Bayu, Gandhi dan Yunda sudah berada di ruang kerja dan sedang membagi tugas hari ini.


Tok... Tok... Tok...


Tiba-tiba pintu ruang kerja terketuk. Siapa lagi yang mengetuk kalau bukan Sus Indah atau Sus Nur, karena gak mungkin juga Reesha yang mengetuk pintu ruang kerja orangtuanya.


"Kenapa Sus?" tanya Yunda.


"Ada tamu Bu di luar." jawab Sus Nur.


"Siapa?" tanya Yunda.


"Dua orang, laki-laki. Namanya..." Sus Nur menggantung kata-katanya mencoba mengingat siapa tamu yang masih berdiri di depan pintu.


Yunda dan Gandhi sudah mengingatkan kepada Sus Indah dan Sus Nur untuk tidak langsung membukakan pintu sebelum bertanya pada Yunda dan Gandhi apalagi kalau Gandhi dan Yunda tida ada dirumah. Yang boleh langsung mereka bukakan pintu hanya Bayu.


"Ah iya!! Namanya Ghazan." lanjut Sus Nur.

__ADS_1


Gandhi yang mendengar nama kakak pertamanya disebut sontak menoleh ke arah pintu lalu cepat-cepat berdiri dari duduknya.


"Biar saya aja yang buka pintu." ucap Gandhi lalu cepat-cepat keluar dari ruang kerja.


Yunda yang penasaran siapa Ghazan sampai-sampai membuat Gandhi tidak sabaran membuka pintu mengikuti Gandhi dari belakang.


"Ghazan siapa, Mas?" tanya Yunda.


"Kakak aku." jawab Gandhi.


Sesampainya di depan pintu, Gandhi tidak langsung membukakan pintu, dia melihat dulu dari layar monitor sekedar memastikan kalau yang datang memang lah kakaknya.


Dan ternyata memang benar, yang datang adalah kedua kakak Gandhi, Ghazan dan Galang.


Melihat kedua kakaknya, cepat-cepat Gandhi membukakan pintu.


"Kak Ghazan... Kak Galang." lirih Gandhi sambil memeluk kedua kakaknya.


Gandhi sangat merindukan kedua kakaknya, mungkin sudah satu tahun lebih mereka tidak bertemu karena kedua kakaknya itu tinggal di negara yang berbeda-beda. Apalagi disaat seperti ini, Gandhi sangat membutuhkan pelukan dari kedua kakak-nya.


💋💋💋


Bersambung...


Hari ini up satu bab dulu yah. Si Vertigo lagi datang bertamu di kepala ku. 😭

__ADS_1


__ADS_2