
"Gak ada yang perlu kamu khawatirkan Sa, kita berjuang sama-sama." ucap Zola tiba-tiba yang sejak tadi menguping pembicaraan Gandhi dan Salsa.
Sontak Salsa dan Gandhi menoleh ke arah Zola.
"Zol..." lirih Salsa.
"Bukannya kamu bilang mencintai ku, ya sudah ikuti cara Gandhi." kata Zola lagi.
"Tapi Zol, aku takut Papa aku akan memisahkan kita dan menghancurkan kamu kalau aku bercerai diam-diam dengan Gandhi. Dia bilang kalau memang aku mau bercerai dengan Gandhi, aku dan Gandhi harus punya anak dulu agar penyimpangan ku tidak di ketahui orang banyak." jawab Salsa.
"Apa kamu tidak merasa kalau itu hanya akal-akalan Papa kamu saja? Pertama, dia mengizinkan kita bisa tetap berhubungan asal kamu menikah dengan Gandhi, setelah kamu menikah, Papa kamu memberi syarat lagi meminta kamu agar punya anak dengan Gandhi kalau kamu mau bercerai. Itu semua hanya akal-akalan Papa kamu untuk memisahkan kita secara halus. Aku yakin Papa kamu sengaja melakukan itu karena Papa kamu berharap kalau kamu bisa punya anak dengan Gandhi, kamu akan berubah menjadi menyukai laki-laki." ucap Zola.
"Zola benar, aku juga merasa begitu." timpal Gandhi.
"Kalau kamu tidak usah takut, aku akan meminta bantuan komunitas kita untuk membantu kita. Kamu bercerai saja dengan Gandhi setelah itu kita pergi ke Jerman dan menikah. Aku yakin komunitas kita tidak akan tinggal diam kalau Papa kamu mengusik hubungan kita. Percaya padaku hubungan kita akan baik-baik saja sekalipun kamu bercerai dengan Gandhi, malah kita akan lebih bahagia." Kata Zola lagi.
Salsa diam sejenak.
__ADS_1
"Baiklah, aku mau mengikuti saran Gandhi. Aku percaya padamu Zol, jangan kecewakan aku." ucap Salsa.
Yes. Gandhi bersorak dalam hatinya.
"Tapi bagaimana dengan kamu Gan?" tanya Salsa.
"Kamu tidak perlu mengkhatirkan aku, aku bisa mengatasi masalahku sendiri." jawab Gandhi.
"Kalau suatu saat kamu membutuhkan bantuan, katakan saja padaku. Aku juga akan meminta bantuan komunitas kami melindungi mu." ucap Zola sambil menepuk pundak Gandhi.
Gandhi menganggukkan kepalanya.
Salsa menganggukkan kepalanya.
"Oh iya, aku juga akan memberikan apartemen ini untuk kamu sebagai harta gono-gini." ucap Gandhi.
"Tidak usah, aku tidak perlu harta gono-gini. Penuhi saja janji mu mentraktir kami liburan ke Eropa, itu sudah cukup." tolak Salsa.
__ADS_1
"Tidak pa-pa Sa, soal liburan ke Eropa itu beda lagi perhitungannya, aku akan tetap mentraktir kalian liburan ke Eropa sedangkan apartemen ini anggap saja ini hadiah perceraian kita." balas Gandhi.
Salsa melirik Zola meminta pendapat Zola. Zola mengangguk kecil tanda ia mengizinkan Salsa menerima apartemen itu dari Gandhi.
"Ya sudah kalau kamu memaksa." jawab Salsa.
"Kalau begitu aku pulang dulu. Nanti aku hubungi lagi." pamit Gandhi sekali lagi lalu pergi meninggalkan Salsa dan Zola di balkon.
Sesampainya Gandhi di mobilnya, Gandhi menghubungi pengacara Batara dulu untuk membantunya mengurus perceraiannya dengan Salsa. Pengacara Batara pun meminta Gandhi dan Salsa datang ke kantornya besok pagi.
💋💋💋
Solo.
Sementara di Solo, ada Mbak Ratna yang saat ini sedang gencar menyebar fitnah tentang Yunda dari mulut ke mulut. Ia sengaja tidak langsung memberikan foto yang dikirimkan Rio pada orangtua Yunda, karena target Mbak Ratna membuat nama Yunda jelek dulu disekitaran kampung Yunda.
Bahkan demi menyebar fitnah itu, Mbak Ratna sampai rela datang ke pasar kampung Yunda dan menyebar fitnah pada orang-orang yang tinggal di sekitaran rumah orangtua Yunda yang bekerja sebagai pedagang di pasar, padahal jarak dari kota ke kampung Yunda kurang lebih tiga jam.
__ADS_1
💋💋💋
Bersambung...