
The Ritz Residence.
"Siapa ini?" lirih Yunda pelan tapi masih bisa didengar Gandhi.
"Siapa?" Tanya Gandhi.
"Gak tau Mas, nomor baru." Jawab Yunda.
"Ya udah sini aku yang angkat." tawar Gandhi.
"Gak usah Mas, biar aku aja. Takutnya orangtua aku yang nelpon tapi pake nomor tetangga karena mereka gak punya pulsa." tolak Yunda.
Yunda pun menggeser tombol hijau di layar ponselnya.
"Halo." jawab Yunda.
"Halo selamat siang, dengan Ibu Ayunda?" tanya perempuan di seberang telepon.
"Iya saya Ayunda." jawab Yunda sambil menoleh Gandhi. Perasaannya mulai tidak enak.
"Speaker, speaker!" perintah Gandhi berbisik.
Yunda pun mengaktifkan pengeras suara ponselnya.
"Begini Bu, kami dari rumah sakit Permata Medical Center." ucap pegawai administrasi.
"Permata Medical Center? Ada apa yah, Bu?" tanya Yunda penasaran.
"Saat ini Bu Marni harus segera melakukan operasi karena terjadi pendarahan otak. Dan kami butuh persetujuan keluarga." jawab pegawai admnistrasi.
"Bu Marni? Tapi saya bukan keluarga Bu Marni, Bu." jawab Yunda.
"Tapi disini Pak Rio menyebutkan Anda adalah adiknya." jawab pegawai itu.
"Tapi saya bukan adiknya." jawab Yunda.
__ADS_1
"Tapi disini Pak Rio memberikan data-data Anda sebagai adiknya dan penanggung jawab dari Bu Marni." jawab pegawai itu.
"Memangnya si Rio itu kemana? Kenapa kalian menghubungi kesini?" kesal Gandhi.
"Maaf Pak, Pak Rio melarikan diri, makanya kami menghubungi nomor lain yang diberikan Pak Rio." jawab pegawai itu.
"Apa?!" kaget Yunda.
Rahang Gandhi mengeras mendengar itu.
"Breng.sek!!" umpat Rio.
"Ya sudah, saya segera kesana." jawab Yunda.
Sontak Gandhi langsung memberi tatapan tajam pada Yunda.
"Baik Bu, tolong secepatnya." jawab pegawai itu.
Panggilan pun berakhir.
"Marah-marahnya nanti aja Mas, sekarang kita selamatkan dulu nyawa Bu Marni." jawab Yunda sambil beranjak dari atas ranjang dan bersiap-siap pergi ke rumah sakit.
"Kamu masih mau nyelametin nyawa orang yang udah buat hidup kamu sengsara kayak gini, hah?" bentak Gandhi.
"Kalau aku melakukan hal yang sama seperti yang Bu Marni lakukan ke aku, terus apa bedanya aku sama Bu Marni, Mas?" balas Yunda.
"Kamu terlalu baik Yun!" balas Gandhi kesal.
"Bukan terlalu baik Mas. Hanya saja tingkat perikemanusiaan ku jauh diatas perikemanusiaan Bu Marni dan Mas Rio." jawab Yunda.
"Ya sudah lah, terserah kamu! Cepat ganti pakaian kamu, kita pergi sama-sama kerumah sakit!" balas Gandhi.
💋💋💋
Rumah sakit.
__ADS_1
Sesampainya di rumah sakit, Yunda dan Gandhi langsung berlari ke ruang operasi, karena orang yang menghubungi Yunda tadi mengatakan kalau Bu Marni harus segera di operasi.
Sesampainya di depan ruang operasi, seorang perawat langsung menghampiri Yunda dan Gandhi.
"Keluarga pasien Bu Marni?" tanya perawat itu.
"Iya sus, saya Ayunda. Tadi ada orang rumah sakit yang menghubungi saya, katanya Bu Marni harus segera di operasi." jawab Yunda.
"Betul Bu, mari ikut saya." perawat itu pun jalan lebih dulu menuju bagian administrasi. Yunda dan Gandhi pun mengikuti perawat itu dari belakang.
Sesampainya di bagian administrasi, suster langsung memberikan surat persetujuan operasi Bu Marni sekalian pegawai administrasi memberikan tagihan biaya rumah sakit Bu Marni.
"Yun, tunggu!" ucap Gandhi saat Yunda hendak menandatangani surat persetujuan.
"Kenapa Mas?" tanya Yunda.
"Pikir sekali lagi Yun, kalau kamu tanda tangani ini, itu sama saja kamu bertanggung jawab atas mantan mertua kamu. Kalau terjadi apa-apa dengan mantan mertua kamu, kamu yang akan bertanggung jawab dan aku rasa mantan suami kamu sengaja melakukan itu biar dia bisa nuntut kamu." ucap Gandhi.
Yunda diam sejenak. Benar juga yang di katakan Gandhi, itulah pikirannya.
"Sus, gini aja. Saya yang akan tanda tangan dan sebelum saya tanda tangan, saya minta surat bebas dari tuntutan apapun kalau terjadi apa-apa dengan pasien dan keluarga kandung pasien tidak berhak menuntut apa-apa pada saya dan Yunda." Ucap Gandhi.
Pegawai administrasi dan perawat yang bersama mereka diam.
"Terserah kalau pihak rumah sakit tidak mau mengeluarkan surat itu juga tidak pa-pa, tidak masalah juga buat kami, toh kami sama sekali tidak punya hubungan apa-apa dengan pasien. Dan masalah nama Yunda yang tertera menjadi penanggung jawab, saya bisa pastikan rumah sakit tidak akan dapat apa-apa karena Yunda tidak ada kaitan sama sekali dengan pasien jadi kalau pihak rumah sakit ingin menuntut pun kalian pasti akan kalah." ucap Gandhi lagi.
"Mas, kenapa harus ribet sih Mas." tegur Yunda.
"Bukan ribet Yun, kalau kamu menandatangani ini, ini sama saja kamu mengkonformasi kalau kamu itu keluarga Bu Marni dan kamu harus bertanggung jawab atas semuanya kalau terjadi apa-apa. Aku tau persis gimana jalan pikiran suami kamu itu. Aku yakin dia akan nyerang balik kamu kalau terjadi apa-apa sama kamu." jawab Gandhi.
"Baik Pak, kami tanyakan dulu pada manajer kami." jawab pegawai administrasi.
Setelah pegawai administrasi menghubungi menajer rumah sakit dan permintaan Gandhi di acc manajer, barulah pegawai administrasi membuatkan surat pernyataan. Setelah surat persetujuan pengoperasian Bu Marni dan pernyataan keluarga kandung Bu Marni tidak bisa menuntut pada Gandhi dan Yunda kalau terjadi apa-apa dengan Bu Marni, barulah operasi Bu Marni di mulai.
💋💋💋
__ADS_1
Bersambung...