
"Kamu udah mandi belum?" tanya Gandhi.
Blush. Wajah Yunda langsung merah seketika.
"Su-su-sudah Mas." jawab Yunda gugup.
"Oh kirain belum, kalau belum kan kita bisa mandi bareng." ucap Gandhi sambil mengerlingkan sebelah matanya.
Blush. Makin merah saja wajah Yunda.
Gandhi tersenyum tipis melihat wajah Yunda yang memerah.
"Ya udah, aku mandi dulu kalau gitu." ucap Gandhi sambil berdiri dari duduknya lalu berjalan menuju kamar mandi.
Setelah Gandhi masuk ke dalam kamar mandi, barulah Yunda menghela nafasnya lega.
"Astaga, gimana ini? Apa Mas Gandhi mau meminta hak-nya sekarang?" gumam Yunda.
Saat Yunda sedang bergumul dengan pemikirannya, tiba-tiba Gandhi keluar dari dalam kamar mandi hanya dengan menggunakan boxer. Gandhi sengaja melakukan itu untuk menggoda Yunda.
"Astaga." kaget Yunda sambil menutup wajahnya dan membalikkan badannya membelakangi Gandhi.
"Kamu kenapa sih? Kayak baru pertama kali aja liat yang beginian." tanya Gandhi. Padahal Gandhi mau ngakak melihat reaksi Yunda.
"Mas Gandhi yang kenapa tiba-tiba keluar cuma make boxer." balas Yunda.
"Aku mau ambil sikat gigi sama odol. Aku gak biasa make sikat gigi dan odol yang disediakan hotel." jawab Gandhi sambil berjalan menuju kopernya.
Setelah mengambil sikat gigi lipat dan odol yang biasa Gandhi pakai, Gandhi kembali berjalan menuju kamar mandi. Sesekali Yunda melirik Gandhi apakah dia sudah masuk ke dalam kamar mandi atau belum. Sesampainya di depan pintu kamar mandi, Gandhi berhenti sebentar.
"Kamu gak mau mandi lagi?" tanya Gandhi menggoda Yunda.
"Gak Mas." jawab Yunda.
__ADS_1
"Mandiin aku kalau gitu." goda Gandhi lagi.
"Mas Gandhi apaan sih! Udah sana masuk!" omel Yunda.
Gandhi terkekeh kecil lalu masuk kedalam kamar mandi.
Setelah Gandhi masuk kedalam kamar mandi, barulah Yunda bernafas lega.
Karena gugup dengan malam pengantinnya dengan Gandhi, Yunda yang saat ini sudah memakai setelan piyama, berpikir untuk mengganti pakaiannya dengan menggunakan celana jeans dan hoodie.
💋💋💋
Sepuluh menit kemudian.
Gandhi keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe berwarna cokelat tua. Begitu Gandhi keluar dari kamar mandi, Gandhi melihat Yunda sudah berbaring di tempat tidur. Gandhi juga melihat pakaiannya yang sudah Yunda siapkan di atas sofa depan tempat tidur.
Bukannya memakai pakaiannya terlebih dulu, Gandhi malah berjalan mendekati Yunda yang menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Gandhi yakin Yunda belum tidur.
Dengan satu kali tarikan Gandhi membuka selimut yang menutupi tubuh Yunda.
"Kamu mau tidur pake hoodie sama celana jeans? Bukannya tadi kamu pake baju tidur?" tanya Gandhi.
"Tiba-tiba aja aku kedinginan Mas, makanya aku ganti pakaian aku." jawab Yunda berbohong.
"Ya kalau kedinginan kan tinggal dimatiin AC-nya aja kan gampang." balas Gandhi.
"Kalau dimatiin takutnya nanti Mas Gandhi gak nyaman." jawab Yunda.
"Aku lebih gak nyaman kalau kamu make pakaian kayak gitu Yun. Udah sana ganti pakaian kamu yang tadi, engap aku ngeliat kamu pakai pakaian kayak gitu." paksa Gandhi.
"Tapi aku nyaman kok Mas pake pakaian kayak gini." jawab Yunda.
Gandhi menghela nafasnya kasar.
__ADS_1
"Ya udah lah terserah kamu." balas Gandhi.
Terserah dengan keputusan Yunda bukan berarti Gandhi pasrah. Tentu saja dia punya cara untuk membuat Yunda mengganti pakaiannya.
Gandhi berjalan menjauhi Yunda menuju sofa untuk memakai pakaiannya. Melihat gelagat Gandhi yang mau memakai pakaian di situ bukan di kamar mandi, cepat-cepat Yunda menarik selimut dan kembali menutupi seluruh tubuhnya lagi.
Melihat Yunda menutup tubuhnya dengan selimut, cepat-cepat Gandhi mengambil remote AC lalu menaikkan suhu ruangan dan hasilnya suhu ruangan pun menjadi panas.
Setelah menaikkan suhu ruangan, Gandhi menyembunyikan remote AC itu di bawah bantal sofa lalu berjalan mengendap-endap mendekati tempat tidur dan berdiri di samping tempat tidur hanya untuk menunggu Yunda membuka selimutnya.
Bisa kebayangkan apa yang Yunda rasakan sekarang, sudah memakai hoodie, celana jeans, seluruh badan ditutupi selimut, sudah pasti sekarang di balik selimutnya Yunda mulai kegerahan.
Tak sampai sepuluh menit akhirnya Yunda membuka selimutnya perlahan.
"Bwaaaaa..." Gandhi mengagetkan Yunda.
"Astaga Mas Gandhi!!! Bikin kaget aja!" protes Yunda.
"Siapa suruh kamu buka selimut aja kayak maling! Ngintip-ngintip dulu!" balas Gandhi.
"Mas Gandhi matiin AC-nya yah?" tanya Yunda.
"Gak. Cuma aku naikin sedikit suhu ruangannya biar gak terlalu dingin, kan kamu bilang kedinginan." jawab Gandhi.
"Kenapa, sekarang kamu kepanasan kan? Makanya ganti pakaian kamu itu."
"Gak kok, aku gak kepanasan." jawab Yunda berbohong.
Gandhi duduk di samping Yunda lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Yunda.
"Yakin gak kepanasan?" tanya Gandhi dengan tatapan menggoda.
Yunda menelan salivanya susah payah. Sial, wajah Gandhi yang hanya berjarak beberapa centimeter dari wajah Yunda serta aroma nafas Gandhi yang beraroma menthol membuat jantung Yunda jadi deg deg ser dan membuat Yunda jadi tidak bisa berkata-kata.
__ADS_1
💋💋💋
Bersambung...