Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang

Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang
DSDKDSO BAB 114


__ADS_3

The Ritz Apartemen.


Sekarang Gandhi dan Yunda sudah berada di apartemen Yunda, apartemen yang Gandhi berikan untuk Yunda sebagai mahar.


Begitu sampai di apartemen, yang pertama Gandhi datangi sudah pasti Reesha. Dia begitu merindukan anak batinnya itu. Sama dengan Gandhi, Reesha juga nampaknya begitu merindukan Gandhi, begitu berada di pelukan Gandhi, Reesha tak mau lagi lepas dari Gandhi.


Sepanjang malam tadi, Reesha di jaga oleh Salsa, Zola, dua orang teman Zola dan dua pengasuh Reesha. Salsa, Zola dan dua orang teman Zola sengaja menginap di apartemen itu untuk menjaga Reesha, manatau saja ada orangnya Mama Zara atau Papa Alan yang ingin memanfaatkan Reesha untuk memukul mundur Yunda.


Tapi untungnya apa yang mereka takutkan tidak terjadi, semalam semuanya baik-baik saja.


Sedangkan Bayu, dia kembali ke apartemennya.


"Tadi Mama ku datang ke hotel." ucap Gandhi.


Gandhi, Yunda, Salsa dan Zola sedang berada di ruang tengah dengan posisi Gandhi yang masih menggendong Reesha.


"Serius?" tanya Salsa tak percaya.


Gandhi menganggukkan kepalanya.


"Harusnya kita suruh teman-teman kita menginap seminggu disitu, biar dia jera mengganggu kamu." ucap Salsa pada Zola.


"Dia gak akan berani ganggu aku dan Yunda lagi, karena aku sudah memutuskan untuk keluar dari keluarga Pradana." jawab Gandhi.


"Maksud kamu?" tanya Salsa.

__ADS_1


"Aku gak akan terima satu peser pun harta dari keluarga Pradana dan hidup mulai dari nol dengan Yunda." jawab Gandhi.


"Bagus. Aku suka ketegasan kamu Gan." balas Salsa.


"Sekarang giliran kamu Sa, kamu harus bicara tegas dengan Papa mu." ucap Gandhi.


"Rencananya besok pagi aku, Zola dan teman-teman kami ingin berangkat ke Singapura, rencananya kami akan membawa kurang lebih dua puluh orang teman kami menghadap Papa." jawab Salsa.


Gandhi tercengang mendengar kata-kata Salsa.


"Itu kamu demo? Sampe-sampe bawa orang segitu banyaknya?" tanya Gandhi.


"Kalau cuma kita berdua, sudah pasti kita berdua kalah Gan. Kalau rame-rame kan sudah pasti Papa nyerah. Kamu gak lihat semalam aksi teman-teman kami? Kalau bukan karena mereka mana mungkin kamu bisa keluar dari penthouse." jawab Salsa.


Gandhi mengangguk-anggukkan kepalanya lalu tak lama terkekeh kecil membayangkan bagaimana teman-teman Salsa nanti menyerang Papa Alan dan para algojo-nya.


"Aku ada beberapa rencana, tapi aku belum memutuskan rencana yang mana dulu akan aku lakukan." jawab Gandhi.


"Apapun rencanamu, beritahu kami kalau kamu butuh bantuan." sahut Zola.


"Terimakasih." balas Gandhi.


"Bagaimana soal surat cerai?" tanya Salsa.


"Kamu urus saja Papa mu, biar surat cerai aku yang urus. Aku rasa Mama ku sudah merelakan kita bercerai karena aku sudah memilih jalan ku sendiri." jawab Gandhi.

__ADS_1


Salsa menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu kami pulang dulu, kami harus mengumpulkan teman-teman kami yang sukarela ikut dengan kami, karena jujur membawa dua puluh orang ke Singapura membutuhkan ongkos yang banyak, sedangkan semua kartu ku sudah di blokir." ucap Salsa.


"Kan... sudah kubilang sama mu waktu itu, pindahkan dulu semua uang mu ke bank Swiss, biar tidak bisa di ganggu gugat Papa mu, kamu tidak mau." omel Gandhi.


Karena sebelum mengurus surat cerai, Gandhi sudah menyarankan Salsa untuk memindahkan semua uangnya ke bank Swiss, tapi Salsa terlalu percaya diri kalau Papa-nya tidak akan setega itu padanya. Tapi nyatanya Papa Alan setega itu pada Salsa.


Sedangkan Gandhi, dia sudah memindahkan semua uangnya ke bank Swiss, jadi sekalipun Mama Zara memblokir rekeningnya dan Gandhi tidak bekerja, Gandhi masih bisa menghidupi Yunda dan Reesha tujuh turunan, karena rekening di bank Swiss tidak bisa di utak-atik selain oleh pemilik rekening bank itu sendiri.


Begitu di omeli Gandhi, Salsa menghela nafasnya, ia menyesal tidak menuruti Gandhi.


"Ya sudah, nanti aku transfer uang untuk ongkos kalian dan teman-teman kalian." ucap Gandhi.


"Serius Gan?" tanya Salsa.


"Iya." jawab Gandhi.


"Makasih Gan..." sangking senangnya Salsa sampai berdiri dari duduknya dan hendak memeluk Gandhi, tapi baru juga Salsa mengangkat bokongnya, Salsa langsung mendapat tatapan tajam dari dua manusia. Siapa lagi kalau bukan Yunda dan Zola.


Mendapat tatapan tajam dari Yunda dan Zola, Salsa pun mengurungkan niatnya memeluk Gandhi dan kembali mendaratkan bokongnya di sofa sambil menyengir kuda.


Pada jeoleous-an banget sih! dumel Salsa dalam hati.


💋💋💋

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2