Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang

Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang
DSDKDSO BAB 84


__ADS_3

Pukul 10.00


Rombongan Gandhi dan Yunda sudah sampai di Solo. Sesampainya di bandara Solo, mereka langsung meluncur ke kampung Yunda dengan menggunakan mobil travel. Mobil travel yang di gunakan pun bukan mobil mini bus biasa melainkan mobil alphard.


Setelah perjalanan empat jam lebih dari bandara ke rumah orangtua Yunda, akhirnya dua mobil alphard yang membawa rombongan Gandhi-Yunda pun terparkir mulus di depan rumah orangtua Yunda.


Pak Yoto yang melihat dua mobil mewah terparkir mulus di depan rumahnya langsung keluar dari dalam rumah. Bahkan bukan hanya Pak Yoto, para tetangga orangtua Yunda pun ikut keluar dari dalam rumah. Ini pertama kalinya ada mobil alphard masuk ke perkampungan mereka.


Mata Pak Yoto dan para tetangga tercengang melihat siapa yang keluar dari dalam mobil mewah, karena yang pertama keluar adalah Yunda. Makin julid saja lah mulut para tetangga melihat Yunda keluar dari salah satu mobil mewah.


Setelah Yunda keluar dari dalam mobil, di susul lah Gandhi, Bayu dan pengacara Batara kemudian di mobil lain keluar juga empat orang tim pengacara Batara dimana dua orang diantaranya adalah wanita.


"Bapak." teriak Yunda sambil berlari kecil menghampiri Bapaknya yang masih berdiri mematung di teras rumah.


Tak peduli bagaimana kedua orangtuanya mengusirnya saat dia memutuskan untuk kekeh bercerai dengan Rio, tak peduli bagaimana kedua orangtuanya tidak percaya hasil keringatnya adalah halal, bagi Yunda keluarganya adalah segalanya baginya.


"Yunda kangen Bapak." ucap Yunda sambil memeluk Pak Yoto.


"Bapak juga Yun. Kamu sehat kan?" jawab Pak Yoto.


"Sehat Pak." jawab Yunda sambil perlahan melepaskan pelukannya.


"Kamu sama siapa itu?" tanya Pak Yoto sambil melihat rombongan Gandhi.


"Kenalin Pak, ini bos Yunda namanya Pak Gandhi dan ini Pak Bayu, asistennya Pak Gandhi dan ini Pak Batara, pengacaranya Pak Gandhi dan empat orang itu adalah tim pengacaranya Pak Gandhi." jawab Yunda memperkenalkan Gandhi dan rombongannya.


Gandhi, Bayu, Pak Batara dan keempat tim pengacara menyalami Pak Yoto.

__ADS_1


"Ini ada apa yah kok rame-rame datang kesini?" tanya Pak Yoto.


"Bukannya Bapak yang menyuruh Yunda datang kesini untuk meluruskan fitnah yang tersebar? Jadi kami kesini untuk membantu Yunda meluruskan fitnah yang meresahkan itu." jawab Gandhi.


"Kami tidak mau banyak basa-basi Pak, bisa Bapak antarkan kami ke tempat Pak Kadesnya? Kami ingin langsung meluruskan masalah ini." ucap Bayu.


"Bisa Pak, bisa. Mari ikut saya." jawab Pak Yoto.


"Tunggu, Yunda mau lihat Ibu dulu." sela Yunda lalu cepat-cepat masuk kedalam rumah untuk melihat Bu Ambar yang saat ini sedang di jaga Arfan.


"Bu..." lirih Yunda memanggil Bu Ambar yang masih terbaring lemah di atas tempat tidur.


Mendengar suara Yunda, sontak Bu Ambar membuka matanya perlahan.


"Yunda. Kamu datang Nak." lirih Bu Ambar.


Bu Ambar menggeleng.


"Ibu cuma minum obat warung aja, itu udah cukup." jawab Bu Ambar.


"Ya gak bisa gitu dong Bu, Ibu harus periksa jangan minum obat sembarangan. Kalau obat yang Ibu minum ternyata bukan obat buat sakit Ibu gimana? Yang ada nanti Ibu kena efek samping dari obat yang Ibu minum." ucap Yunda.


"Ibu gak pa-pa Yun, Ibu hanya kepikiran sama kamu aja. Kamu gak seperti yang orang-orang katakan kan Yun? Kamu di Jakarta bukan jadi simpanan bos-bos kan?" tanya Bu Ambar.


"Ya gak lah Bu, Ibu harus percaya sama Yunda. Yunda kerja halal Bu." jawab Yunda.


"Ibu tenang aja. Di Jakarta, anak Ibu ini adalah anak yang baik, anak yang gigih tidak seperti yang di gosipkan orang-orang." timpal Gandhi.

__ADS_1


"Dia siapa Yun?" tanya Bu Ambar.


"Ini Pak Gandhi Bu, bos Yunda." jawab Yunda.


"Saya bos di tempat Yunda bekerja. Saya sengaja ikut dengan Yunda kesini yah karena saya mau membantu Yunda meluruskan masalah ini." ucap Gandhi.


Bu Ambar menangis.


"Syukurlah Yun kalau kamu bukan wanita seperti itu." ucap Bu Ambar.


"Kan dari awal Yunda udah bilang sama Ibu kalau Yunda kerja halal di Jakarta, bahkan Yunda sampai berani bersumpah demi anak Yunda, masa Ibu masih termakan omongan warga juga sih?" balas Yunda.


"Iya Yun, maafin Ibu, Ibu salah." balas Bu Ambar.


"Gak pa-pa Bu, Yunda udah maafin. Sekarang Yunda pergi kerumah Pak Kades dulu yah, Ibu istirahat aja disini sama Arfan." balas Yunda.


Bu Ambar menganggukkan kepalanya. Yunda dan Gandhi pun keluar dari kamar lalu lanjut pergi ke kantor kepala desa dengan menggunakan mobil.


Saat rombongan Yunda-Gandhi pergi ke kepala desa, warga yang julid pun ikut ke kantor kepala desa.


Sesampainya di kantor kepala desa, Gandhi langsung meminta kepada kepala desa untuk memberikan fasilitas balai desa untuk melakukan klarifikasi.


Bukan sekedar klarifikasi, bahkan Gandhi mengancam akan menindak lanjuti warga yang menyebar fitnah kalau warga tidak meminta maaf pada Yunda dan keluarganya dalam waktu 1x24 jam.


💋💋💋


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2