
"Mulai sekarang kalau kamu mau keluar dengan teman-teman kamu, kamu harus di jaga bodyguard! Itu aturan mutlak Papa dan tidak bisa di ganggu gugat lagi." ucap Gandhi pada Reesha.
"Kok Papa jadi ikut-ikutan lebay kayak Ibu sih?" protes Reesha.
"Bukan lebay, ini bentuk sayang Papa ke kamu. Suka gak suka, terima gak terima, kamu harus suka dan terima aturan dari Papa." balas Gandhi.
"Baik Pa." jawab Reesha untuk malam ini dia mengalah. Tapi nanti saat Ibu-nya tidak ada, Reesha akan merayu Papa-nya lagi agar tidak perlu menyediakan bodyguard untuknya.
"Tapi Reesha boleh kan pake baju kayak gini?" tanya Reesha.
"Gak! Boleh!" jawab Yunda dan Gandhi bersamaan.
"Boleh Yun, kan nanti dia di jaga bodyguard, jadi aman lah." ucap Gandhi.
Yunda menghela nafasnya kasar.
"Terserah kamu lah Mas." jawab Yunda lalu keluar dari kamar Reesha.
Setelah Yunda keluar Gandhi mengacungkan jempolnya ke arah Reesha.
Reesha tersenyum senang.
"Tapi kamu harus tetap di jaga bodyguard!" ucap Gandhi.
Senyum Reesha perlahan memudar.
"Iya Pa." jawab Reesha.
Gandhi pun keluar dari kamar Reesha dan menyusul Yunda yang sudah masuk ke kamar anak lelaki mereka.
Selesai dari kamar anak lelaki, giliran Gandhi dan Yunda masuk ke kamar si bungsu.
__ADS_1
Setelah memeriksa si bungsu, barulah Gandhi dan Yunda naik ke lantai tiga.
"Aku bikinin teh chamomile yah Mas." tawar Yunda.
"Boleh." jawab Gandhi.
Yunda berjalan menuju dapur sedangkan Gandhi berhenti di ruang makan dan duduk di kursi makan menunggu Yunda.
Tak lama Yunda datang dengan dua gelas teh chamomile untuk Gandhi dan untuknya.
"Makasih Sayang." ucap Gandhi saat Yunda menyodorkan teh ke hadapannya.
"Jadi seharian ini kamu ngapain aja sama anak-anak?" tanya Yunda.
"Nyampe mall tadi, anak-anak minta nonton bioskop, habis nonton kita makan di Hokben, permintaannya Mirah maunya makan di situ, terus kita main di time zone, capek main kita duduk-duduk makan ice cream, ice creamnya habis, kita lanjut shopping. Selesai shopping baru kita makan lagi di warung pecel ayam permintaannya Mas Ghaylan. Habis itu pulang deh." jawab Gandhi menceritakan aktivitasnya hari ini bersama keempat anaknya.
"Enak kamu yah malam minggu seneng-seneng sama anak-anak, gak kayak aku cuma bisa mondar-mandir kayak setrikaan nungguin kalian." protes Yunda.
"Cih." decih Yunda sambil memutar bola matanya malas.
"Jangan cemburu, aku kan pergi sama anak-anak, masa gitu aja cemburu sih." ucap Gandhi.
"Gimana gak cemburu, aku kan juga mau quality time sama kamu Mas, udah lama loh kita gak jalan berduaan." balas Yunda.
"Kan setiap hari kita berduaan. Tidur berdua, mandi juga sering berdua, pergi kerja juga berdua, terus kurang berduaan apa lagi coba kita?"
"Maksud aku quality time loh Mas, staycation kemana gitu kek, tapi maunya cuma berduaan." jawab Yunda.
"Kita kan sering staycation Yun, ke Bali, Surabaya, Bandung-"
"Itu kan sambil kerja Mas! Aku maunya kita gak sambil kerja, kita matiin hape seperti kamu matiin hape saat sama jalan sama anak-anak." potong Yunda merengek.
__ADS_1
Gandhi terkekeh kecil mendengar rengekan Yunda.
"Ya udah, ya udah, nanti minggu depan kita staycation berdua. Nanti kita bilang sama anak-anak kita ada kerjaan di luar kota biar anak-anak gak ngamuk. Udah yah jangan cemburu lagi sama anak-anak." balas Gandhi merayu.
"Bener yah Mas."
"Iya Sayang." balas Gandhi.
Wajah cemberut Yunda pun berganti menjadi sumringah.
"Makasih yah Mas." ucap Yunda.
"Untuk?"
"Yah untuk semuanya yang udah kamu berikan untuk aku. Kasih sayang kamu, perhatian kamu, kesabaran kamu, harta kamu dan terimakasih kamu masih setia dengan pernikahan ini sampai saat ini." ucap Yunda.
"Sampai akhir hayat aku, aku pastikan aku setia dengan pernikahan ini." balas Gandhi sambil menggenggam tangan Yunda.
Yunda tersenyum haru.
"Dulu sebelum aku bertemu kamu, aku pikir mungkin selamanya aku akan hidup menjadi orangtua tunggal untuk Reesha dan selamanya satu-satunya keluarga yang aku punya hanya Reesha. Tapi setelah bertemu dengan mu, semuanya berubah. Aku punya teman hidup yang membantu ku membesarkan Reesha dan memberikan kasih sayangnya tulus untuk Reesha. Bahkan kamu tidak pernah melupakan janji mu lima belas tahun yang lalu, untuk tidak membeda-bedakan Reesha dengan anak-anak kandung mu." ucap Yunda.
PRAAANG...
Tiba-tiba terdengar suara benda terjatuh dari dekat lift
Sontak Gandhi dan Yunda berdiri dari duduknya dan keluar dari ruang makan.
Mata mereka membulat lebar melihat siapa yang menjatuhkan benda itu.
💋💋💋
__ADS_1
Bersambung...