Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang

Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang
DSDKDSO BAB 108


__ADS_3

"Mas Gandhi!!!"


Begitu mendengar suara Yunda, Gandhi langsung menoleh kearah Yunda dan Salsa langsung bangun dari pura-pura pingsannya.


Yunda berjalan mendekati ranjang.


"Yun... Cepat buka ikatan aku Yun!" perintah Gandhi, dia sudah tidak tahan ingin merendam tubuhnya di air dingin.


Yunda pun cepat-cepat membuka ikatan Gandhi dan di bantu Salsa.


"Zola mana?" tanya Salsa.


"Dibawah, mereka sedang berkelahi dengan penjaga." jawab Yunda.


Begitu ikatan Gandhi terbuka, Gandhi cepat-cepat turun dari tempat tidur dan hendak ke kamar mandi, tapi langsung di cegah Salsa.


"Nanti aja! Sekarang kita harus cepat-cepat keluar dari sini." ucap Salsa.


"Nanti gimana! Semua pembuluh darah ku rasanya mau meledak Salsa!" bentak Gandhi.


"Sekarang lebih penting mana, keluar dari sini atau menenangkan dirimu?" tanya Salsa.


"Keluar dari sini." jawab Gandhi.


"Makanya, ayo keluar!" balas Salsa.


"Ayo Mas, kita keluar dulu." timpal Yunda.


Para wanita ini tidak tahu bagaimana rasa sakitnya laki-laki yang sedang menahan hasrat. Sedangkan menahan hasrat yang alamiah saja bisa membuat para lelaki uring-uringan apalagi ini sudah di doping dengan obat perangsang.


Tapi karena keluar dari penthouse apartemen itu adalah yang paling utama, mau tak mau Gandhi harus menahan sebentar lagi.


Gandhi, Yunda dan Salsa pun keluar dari dalam kamar utama.


Saat mereka keluar mereka melihat di lantai bawah sudah bersih dari para algojo Mama Zara yang tersisa hanya Zola dan teman-temannya.

__ADS_1


"Kemana semua orang?" tanya Gandhi pada Zola.


"Mereka sudah aku kurung. Ibu suri dan asistennya di kamar itu sedangkan para algojo di kamar itu." jawab Zola.


"Ayo kita keluar dari sini." ucap Zola.


"Kalian semua tetap berjaga disini sampai aku menghubungi kalian. Anggap saja ini apartemen kalian sendiri." ucap Zola pada teman-temannya.


Semua teman-teman Zola menganggukkan kepala mereka.


Zola, Salsa, Gandhi dan Yunda pun berjalan menuju pintu.


"Tunggu!!" teriak seseorang yang suaranya tidak asing ditelinga Gandhi dan Yunda.


Ya, seseorang itu adalah Bayu.


Sontak Zola, Salsa, Gandhi dan Yunda menghentikan langkah mereka dan menoleh ke arah Bayu.


"Bayu." kaget Gandhi.


"Kamu disini juga Bay? Saya gak tau kalau Mama saya menyekap kamu disini juga." ucap Gandhi.


"Saya di sekap di gudang Pak. Pak Gandhi gak pa-pa?" tanya Bayu karena melihat wajah Gandhi yang sangat merah dan keringat dingin sebesar biji jagung.


Gandhi menggelengkan kepalanya.


"Saya lagi gak baik-baik aja Bay." jawab Gandhi.


"Cepat kita pergi dari sini, kasihan Gandhi kita harus menyelamatkan dia." ucap Salsa.


Mereka berlima pun keluar dari penthouse apartemen.


💋💋💋


Kini mereka berlima sudah berada dalam mobil Zola.

__ADS_1


"Kita mau kemana sekarang?" tanya Zola.


"Kerumah sakit saja." jawab Bayu. Bayu pikir Gandhi sakit yang sangat serius, dia tidak tahu kalau Gandhi dalam pengaruh obat perangsang.


"Jangan, jangan! Aku hanya ingin berendam!" tolak Gandhi.


"Kita ke hotel saja." ucap Gandhi.


Yunda yang kasihan melihat keadaan Gandhi hanya bisa melihat Gandhi tanpa bisa menyentuhnya, Gandhi melarang keras Yunda menyentuhnya karena sentuhan Yunda malah makin membuat hormon testosteronnya meninggi.


Zola pun mengendari mobilnya menuju hotel terdekat.


Sesampainya di hotel, Salsa dan Zola membantu mencheck-in kamar untuk Gandhi dan Yunda tentunya. Sedangkan Yunda dan Bayu membantu membopong Gandhi.


Setelah mendapat kamar, cepat-cepat Gandhi dibawa kedalam kamar.


Begitu sampai didalam kamar, cepat-cepat Gandhi masuk ke dalam kamar mandi dan mengguyur tubuhnya dibawah shower sambil menenangkan Mas Gagah yang sejak tadi sudah tantrum.


"Urus Gandhi yah. Sisanya biar aku dan Zola yang urus." pesan Salsa pada Yunda.


"Bu Salsa, tolong jaga Reesha." pinta Yunda.


Salsa menganggukkan kepalanya.


"Pasti. Aku akan mengungsikannya sementara waktu ditempat yang aman. Kamu tau nomor ku kan, hubungi aku kalau terjadi apa-apa, oke." balas Salsa.


Salsa, Zola dan Bayu pun keluar dari kamar Yunda-Gandhi. Mereka masih ada tugas mengungsikan Reesha.


Setelah Salsa, Zola dan Bayu pergi, Yunda masuk ke ruang tidur. Karena ukuran ruang tidur tidak terlalu besar jadi suara-suara ah ih uh eh oh dari dalam kamar mandi terdengar jelas di telinga Yunda. Yunda sangat tahu apa yang sedang Gandhi lakukan di kamar mandi, apalagi kalau bukan sedang bermain dengan barbel dagingnya.


"Kasihan Mas Gandhi. Aku harus membantu Mas Gandhi!" gumam Yunda.


💋💋💋


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2