Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang

Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang
DSDKDSO BAB 112


__ADS_3

Kamar mandi.


Di dalam kamar mandi, bukannya langsung menyikat giginya karena dia tahu Mas Gagah sudah menunggunya, Yunda malah berlama-lama didepan cermin wastafel untuk melihat penampakan tubuhnya terutama area leher dan dada yang sudah di penuhi tato made in Gandhi.


"Astaga Mas Gandhi." kaget Yunda saat melihat penampakan tubuhnya bagian atas yang sudah seperti macan tutul.


Setelah lama melihat penampakan tubuhnya, Yunda pun masuk ke bilik mandi untuk membersihkan tubuhnya. Rasanya tidak enak saja kalau hanya menyikat gigi, seluruh tubuhnya sudah sangat lengket jadi harus mandi.


Saat Yunda sedang asyik membersihkan tubuhnya dibawah guyuran shower, tiba-tiba saja terdengar suara pintu kamar mandi terketuk.


Nampaknya Gandhi sudah tidak sabaran menunggu Yunda keluar dari kamar mandi.


Mendengar pintu kamar mandi terketuk, Yunda cepat-cepat membilas tubuhnya lalu mengambil bathrobe dan memakainya kemudian barulah dia membuka pintu kamar mandi.


"Kenapa Mas?" tanya Yunda.


"Katanya cuma gosok gigi doang? Kok malah mandi?" protes Gandhi.


"Um... badan aku lengket semua Mas, makanya aku mandi sekalian." jawab Yunda.


"Curang kamu! Ayo mandi lagi! Mandiin aku sekalian!" protes Gandhi lagi lalu menarik tangan Yunda kembali masuk ke dalam kamar mandi. Tak lupa Gandhi menutup pintu kamar mandi.


"Ih... Mas Gandhi lepas! Aku sudah mandi Mas. Kalau Mas Gandhi mau mandi, mandi sendiri aja." balas Yunda.

__ADS_1


Tapi Gandhi tidak peduli, dia terus menarik tangan Yunda ke bilik mandi.


Sesampainya di bilik mandi, dengan gerakan sat set sat set, Gandhi membuka bathrobe yang menutupi tubuh Yunda dan membuangnya begitu saja ke lantai setelah itu mendorong tubuh Yunda sampai punggungnya menempel ke dinding bilik mandi.


"Mas..." lirih Yunda.


"Aku udah gak tahan Yun, kayaknya obatnya masih aktif dalam tubuh aku." ucap Gandhi dengan suara yang berat.


Padahal itu hanya alasan Gandhi saja ingin mengecas Mas Gagahnya. Karena tubuh Yunda sudah terasa biasa saja.


Tanpa mendengar balasan dari Yunda, Gandhi yang hasratnya sudah di ubun-ubun langsung mencium bibir Yunda dan melu.matnya dengan rakus.


Dan dihari yang masih pagi itu Mas Gagah pun ngecas hingga batrenya meledak dan mengeluarkan cairan putih yang agak sedikit encer. Bagaimana tidak encer kalau semalam Mas Gagah ngecas sampai enam kali.


💋💋💋


Ting Tong Ting Tong.


Baru juga Gandhi melilitkan handuk di pinggangnya dan Yunda memakai bathrobenya, tiba-tiba terdengar suara bel pintu.


"Siapa yang dateng?" tanya Gandhi.


"Mungkin Bu Salsa." jawab Yunda.

__ADS_1


"Jangan manggil dia ibu. Panggil aja dia Salsa." protes Gandhi.


"Biar aku yang keluar, siapa tahu aja petugas hotel. Enak aja dia mau lihat kamu dalam keadaan kayak gini." ucap Gandhi.


Gandhi pun keluar dari kamar mandi.


Baru juga beberapa langkah dari pintu kamar mandi, Gandhi sudah langsung disambut oleh orang yang sangat tidak ingin Gandhi lihat karena sangat merusak hari bahagianya dengan Yunda.


Siapa lagi kalau bukan Mama Zara. Mama Zara beserta algojonya dan manajer hotel. Setelah teman-teman Zola keluar dari apartemen Mama Zara, Mama Zara dan para algojonya baru bisa keluar dari dalam kurungan.


Setelah keluar, Mama Zara langsung memerintahkan orangnya untuk mencari keberadaan Gandhi dan di dapatlah Gandhi menginap disalah satu kamar hotel ini. Walaupun Salsa membooking kamar atas nama Zola, tapi tetap saja ketahuan oleh Mama Zara.


"Mama! Ngapain Mama disini?" tanya Gandhi.


Belum juga Mama Zara menjawab, Yunda yang penasaran dengan siapa yang datang pun keluar dari dalam kamar mandi.


Rahang Mama Zara mengeras begitu melihat Yunda yang hanya memakai bathrobe dengan rambut yang masih basah. Ditambah lagi Gandhi juga hanya memakai handuk yang melilit di pinggangnya dengan keadaan yang sama dengan Yunda.


Tak usah ditanya, Mama Zara tau apa yang baru saja di lakukan Gandhi dan Yunda di dalam kamar mandi.


"Kalian semua keluar." perintah Mama Zara pada para algojo-nya.


Para algojo pun keluar dan meninggalkan Mama Zara dengan Gandhi dan Yunda di dalam kamar.

__ADS_1


💋💋💋


Bersambung...


__ADS_2