Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang

Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang
DSDKDSO BAB 36


__ADS_3

Setelah selesai makan, mereka pun keluar dari gedung mall ke parkiran.


Sesampainya di mobil Gandhi, saat Gandhi hendak memasukkan belanjaan Yunda, saat itulah Yunda melihat barang belanjaan Gandhi. Awalnya Yunda tidak ngeh kalau itu belanjaan untuk Amreesha, namun setelah Yunda perhatikan dengan jelas dari plastiknya dan Yunda intip sedikit salah satu plastiknya, saat itulah Yunda menyadari kalau itu adalah barang-barang bayi.


"Ini..." Yunda menggantung kata-katanya sambil menatap Gandhi dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Itu untuk anak kamu." ucap Gandhi.


"Semua ini?" tanya Yunda.


Gandhi menganggukkan kepalanya.


Yunda langsung tercengang.


"Kenapa? Salah kalau aku membelikan barang-barang untuk Reesha?" tanya Gandhi.


"Salah sih gak, tapi kenapa ini banyak banget?! Ya ampun Mas, untuk keperluan aku aja kamu udah keluarin banyak uang, ditambah lagi beli keperluan anak aku, pasti banyak banget kan uang yang udah kamu keluarin hari ini. Aku jadi gak enak sama kamu Mas." cerocos Yunda.


"Gak banyak kok, lagian ini semua tadi diskon tujuh puluh persen. Gak percaya, kamu balik aja lagi kedalam tanya sama SPG-nya." jawab Gandhi.


Yunda terdiam.


"Udah gak usah di pikirin, kan udah aku bilang, uang aku banyak. Nih kalau gak percaya." Agar Yunda percaya kalau uangnya tidak akan habis walau sudah membelanjakan Yunda dan anaknya, Gandhi pun menunjukkan salah satu saldo rekeningnya pada Yunda.

__ADS_1


Melihat sepuluh digit saldo Gandhi, awalnya Yunda sempat tercengang, terkagum-kagum, tapi tak lama Yunda sadar walau uang Gandhi banyak tetap saja apa yang Gandhi lakukan untuknya dan anaknya terlalu berlebihan.


"Tetap aja Mas walau uang kamu banyak, kamu gak boleh menghabiskan uang kamu hanya untuk aku dan anak aku! Kita kan gak punya hubungan apa-apa, aku takut nanti ada yang salah paham." Omel Yunda.


"Siapa bilang kita gak punya hubungan apa-apa? Kita atasan dan bawahan sekarang. Anggap saja ini bentuk kepedulian bos pada bawahannya." jawab Gandhi.


"Lagian gak akan ada yang salah paham juga kok." kata Gandhi lagi.


"Udah yok masuk." Gandhi pun menutup bagasinya lalu mengambil alih Amreesha dari tangan Yunda untuk di letakkan di car seat baby.


"Kok ada ini disini? Tadi kan gak ada." tanya Yunda.


"Baru aku beli juga tadi." jawab Gandhi enteng.


💋💋💋


Rumah Gandhi.


Sesampainya di rumah, entah kenapa Gandhi baru merasa sekujur tubuhnya terasa rontok semua. Padahal saat pergi ke mall tadi badannya terasa sangat segar, kepalanya juga tidak pusing, tapi giliran sampai di rumah, dia kembali jetlag.


Gandhi pun langsung tidur tanpa mengganti pakaiannya terlebih dahulu.


Pukul 19.30

__ADS_1


Jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan malam, Gandhi baru bangun.


"Eugh..." lenguh Gandhi lalu merentangkan kedua tangannya.


"Jam berapa ini?" lirih Gandhi dengan suara seraknya khas orang baru bangun tidur.


Gandhi pun mera.ba nakas untuk mengambil ponselnya dan melihat jam digital yang ada di ponselnya.


"Masih jam setengah delapan ternyata. Aku pikir sudah jam berapa." gumam Gandhi.


Tak lama Gandhi tersenyum melihat wallpaper ponselnya, foto selfi dirinya bersama Amreesha.


"Anak ini, kenapa bisa selucu ini sih." gumam Gandhi sambil mengelus wajah Amreesha yang ada di layar.


"Seandainya aku bisa punya anak selucu ini." gumam Gandhi lagi.


Tak lama Gandhi menghela nafasnya kasar, ia sadar rasanya akan sulit atau bahkan tidak akan mungkin dirinya bisa punya anak selucu anak Yunda kalau dirinya masih bersama Salsa.


Gandhi pun beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi untuk mandi.


💋💋💋


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2