
"Pak, kita mampir ke rumah sakit dulu yah." ucap Yunda pada Pak Qodir.
"Rumah sakit mana, Bu?" tanya Pak Qodir.
"Rumah sakit Permata Medical Center, Pak." jawab Yunda.
"Baik Bu." jawab Pak Qodir.
Pak Qodir pun melajukan mobil ke arah rumah sakit yang Yunda katakan.
Tak sampai setengah jam mobil yang dikendarai Pak Qodir pun tiba di rumah sakit.
"Bapak tunggu aja di parkiran yah, saya masuk sendiri aja." ucap Yunda sebelum turun.
"Baik Bu." jawab Pak Qodir.
Yunda pun keluar dari mobil, setelah Yunda keluar barulah Pak Qodir memarkirkan mobilnya di parkiran.
Begitu Yunda berada di dalam rumah sakit, Yunda pun hendak mengirim pesan pada Rio. Baru juga ingin mengetik, tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya.
Sontak Yunda menoleh kebelakangnya.
"Mas Rio." kaget Yunda. Melihat mantan suaminya, tubuh Yunda langsung bergetar hebat, wajahnya juga mulai pucat.
"Ikut aku!" Ajak Rio.
Rio berjalan lebih dulu menuju kafetaria rumah sakit dan diikuti Yunda dari belakang.
__ADS_1
Kafetaria.
"Langsung saja Mas, apa sebenarnya tujuan mu menyuruh aku datang kesini?" tanya Yunda.
"Cih! Mentang-mentang sudah jadi simpanan pria kaya gaya bicara mu sudah langsung berubah yah, cara berpakaian mu juga berubah." sarkas Rio.
"Dibayar berapa kamu sama dia setiap rondenya?" tanya Rio lagi.
"Tutup mulut mu, Mas! Dia itu bos ku! Jadi jangan sembarangan bicara!" bentak Yunda.
"Woah... ternyata kamu jadi simpanan bos toh, pantas saja...." balas Rio.
Yunda menarik nafasnya dalam-dalam dan membuangnya perlahan untuk mengontrol emosinya.
"Kalau tidak ada hal yang penting ingin kamu katakan, aku pergi dulu!" ucap Yunda sambil berdiri dari duduknya.
Sontak Yunda menatap tajam Rio lalu duduk kembali di kursinya.
"Apa Mas bilang? Lima puluh juta? Harusnya kamu Mas yang ngasih uang ke aku dan Reesha bukan malah kamu yang minta uang sama aku!" geram Yunda.
"Kenapa aku harus memberikan uang pada istri yang berselingkuh?"
"Aku gak pernah selingkuh, Mas! Sebelum aku datang ke Jakarta, kamu sudah menceraikan ku lebih dulu!" balas Yunda.
"Tapi itu kan belum sah! Disaat kita belum resmi bercerai secara negara, kamu sudah pergi ke Jakarta membawa anak ku untuk menemui laki-laki itu! Cih, pantas saja waktu aku melempar surat cerai padamu, kamu langsung menyetujuinya, ternyata kamu sudah merencanakan ini semua dari awal! Masuk dalam kehidupan ku, membawa virus kesialan dalam keluarga ku setelah mendapat mangsa baru, kamu langsung meninggalkan ku. Untung saja dulu aku tidak bodoh, tidak membalik namakan aset-aset ku atas nama mu, kalau tidak pasti aku sudah kamu tendang." ucap Rio.
"Walau begitu, tetap saja virus kesialan yang kamu bawa sudah terlanjur menyebar dalam keluarga ku! Sekarang Ibu ku kena stroke, dan harus melakukan serangkaian terapi dan tidak putus mengkonsumsi obat-obatan yang sangat mahal. Jadi kamu harus bayar semua itu!" kata Rio lagi.
__ADS_1
Rio mengeluarkan kwitansi pembayaran dari dalam sakunya lalu menyodorkannya pada Yunda.
"Tuh lihat, karena virus kesialan mu, aku harus bayar uang segini banyaknya untuk biaya pengobatan Ibuku! Kamu harus ganti rugi! Anggap saja lah, kamu mengembalikan semua uang yang aku keluarkan untuk mu, uang makan mu, uang pulsa mu, uang buat dikirim ke orangtua mu, uang untuk membeli pakaian, tas, sepatu, bedak, uang untuk biaya operasi mu, uang untuk beli baju anak mu, beli popok, susu dan kebutuhan kalian berdua yang lainnya." ucap Rio.
"Sebenarnya kalau mau dihitung-hitung pengeluaran ku lebih banyak dari yang harus kamu kembalikan ini, tapi tenang saja aku tidak seperhitungan itu, anggap saja aku memberi diskon karena kamu sudah melayani hasrat bi.rahi ku." kata Rio lagi.
"Aku gak punya uang sebanyak ini!" ucap Yunda.
"Kamu kan bisa minta sama bos mu itu? Aku yakin dengan rayuan mu pasti dia akan klepek-klepek dan memberikan mu uang." ucap Rio sambil menaik turunkan alisnya.
"Kamu gila Mas! Bener-bener gila! Udah dibilang aku gak seperti itu!" geram Yunda.
"Siapa yang percaya kalau melihat foto ini! Mana ada sih bos yang menggendong anak karyawannya dan menggandeng tangan karyawannya, kecuali yah kalian berdua ada hubungan spesial yang sangat sangat sangat spesial." jawab Rio.
Rahang Yunda mengeras. Meski sebenarnya ketir, tapi Yunda berusaha berani.
"Lakukan saja apa yang kamu mau Mas, aku tidak takut! Lagian kita ini sudah resmi bercerai secara negara. Jadi sekalipun kamu menyebar foto itu ke kampung, aku punya senjata untuk membalikkan fitnahan mu!" tantang Yunda.
"Maksud kamu apa? Kapan kita sudah resmi bercerai secara negara?" tanya Rio. Rio sama sekali tidak tau soal ini.
"Tanya saja sama Mbak Ratna di Solo, mungkin sekarang surat cerai kita sudah sampai di rumah orangtua mu!" jawab Yunda.
Tak ingin berlama-lama ditempat itu, Yunda pun langsung berdiri dari duduknya lalu pergi meninggalkan Rio yang masih melongo mendengar ucapan Yunda.
💋💋💋
Bersambung...
__ADS_1