Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang

Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang
DSDKDSO BAB 41


__ADS_3

Pukul 17.00


Kos-an Yunda.


Setelah selesai bekerja, Gandhi langsung pergi ke kos-an Yunda. Perasaannya tidak tenang, ia takut kalau Yunda sudah mendengar gosip yang menyebar di kantor.


Tok... Tok... Tok...


Yunda yang baru selesai mandi dan hanya menggunakan tanktop dan celana pendek membuka pintu kamar, Yunda pikir itu tetangga kamarnya yang tadi menitipkan kunci padanya.


Ceklek.


Mata Yunda dan Gandhi sama-sama membulat lebar. Yunda kaget karena ternyata yang mengetuk pintunya bukan tetangga kamarnya, sedangkan Gandhi, ia kaget melihat penampilan Yunda yang hanya memakai tanktop dan celana pendek.


Cepat-cepat Yunda menutup pintu kamarnya.


"Astaga! Pak Gandhi ternyata!" pekik Yunda, ia malu karena Gandhi sudah melihat auratnya.


Yunda pun cepat-cepat mengganti pakaiannya sebelum membuka pintu kamarnya.


"Tadi itu Yunda? Ternyata dia seksi juga." gumam Gandhi.


Tak lama Gandhi menggelengkan kepalanya sambil memukul kepalanya pelan.


"Ngomong apa sih loe, Gan! Ini juga otak kenapa tiba-tiba mesum gini!" dumel Gandhi pada dirinya sendiri.


Lima menit kemudian.


Ceklek. Pintu kamar Yunda kembali terbuka.


Gandhi yang berdiri membelakangi pintu langsung membalikkan badannya.

__ADS_1


"Maaf Pak, tadi saya baru selesai mandi, jadi-"


"Reesha mana?" potong Gandhi. Ia tidak mau membahas masalah penampilan Yunda tadi.


"Sedang tidur Pak." jawab Yunda.


Gandhi menaikkan satu alisnya karena mendengar Yunda memanggilnya dengan panggilan formal.


"Maksud saya Mas." Yunda yang sadar langsung meralat panggilannya untuk Gandhi.


Tanpa meminta izin untuk masuk, Gandhi langsung membuka sepatunya lalu masuk ke dalam kamar Yunda dan berjalan menuju tempat tidur, dimana Reesha sedang tidur.


"Sepertinya Reesha butuh box bayi." ucap Gandhi.


"Gak usah Mas! Kamar ini kecil, kalau Mas Gandhi beliin box bayi, nanti kamar ini jadi sesak karena kebanyakan barang." Tolak Yunda.


Iya juga yah. Gumam Gandhi dalam hati.


Yunda terdiam, dia tidak bisa melarang Gandhi untuk tidak membelikan barang untuk Reesha, percuma saja di larang, karena bagi Gandhi larangan adalah perintah.


"Bagaimana keadaan kamu? Sudah segar?" tanya Gandhi.


"Sudah Mas. Berkat Mas Gandhi mengizinkan saya pulang lebih awal jadi saya bisa beristirahat." jawab Yunda.


"Baguslah kalau begitu." balas Gandhi.


"Mas Gandhi mau minum apa? Teh atau kopi?" tanya Yunda.


"Kopi aja." jawab Gandhi.


"Kalau begitu saya buatkan kopi untuk Mas Gandhi dulu." ucap Yunda dan di balas dengan anggukan kepala oleh Gandhi dan Yunda pun langsung pergi ke dapur.

__ADS_1


Selagi Yunda di dapur, Gandhi berbaring di sebelah Reesha dan mencium gemas pipi chuby Reesha.


Manusia gak punya perasaan yang menghina bayi tak berdosa seperti ini. dumel Gandhi dalam hati.


Kalaupun orangtuanya yang bersalah, tidak pantas mereka menyebut bayi yang tidak tau apa-apa sebagai anak haram! Apa mereka tidak mikir bagaimana kalau mereka ada di posisi Yunda! lanjut Gandhi.


Niat awal hanya sekedar berbaring sambil mencium aroma surga dari keringat Reesha, lama kelamaan Gandhi malah tertidur di sebelah Reesha.


Setelah hampir sepuluh menit di dapur, karena Yunda harus memasak air terlebih dulu, sekalian untuk mengisi air termos Reesha, Yunda pun kembali ke ruang tidur.


Sesampainya diruang tidur, Yunda melihat Gandhi sudah tidur di samping Reesha.


Melihat wajah Gandhi yang sangat lelah, Yunda jadi tidak tega untuk membangunkan Gandhi dan akhirnya Yunda membiarkan Gandhi tidur bersama dengan Reesha.


Sambil menunggu Gandhi dan Reesha bangun, Yunda pun melipat pakaian dan menyusunnya ke lemari.


Lima belas menit kemudian Reesha terbangun.


Tak ingin rengekan Reesha membuat Gandhi terbangun, cepat-cepat Yunda mengambil Reesha dari sebelah Gandhi dengan sangat perlahan.


Lalu membawa Reesha menjauh dari ranjang kemudian menyusui Reesha. Walau ASI Yunda keluar hanya sedikit, tapi Yunda selalu memberikan ASI-nya untuk Reesha.


Menyadari aroma terapi surga dari keringat Reesha hilang dari penciumannya, Gandhi pun terbangun. Melihat Reesha tak ada sebelahnya, sontak Gandhi membalikkan badannya dan mata Gandhi membulat lebar saat melihat Yunda sedang menyusui Reesha.


Karena saat gunung syusyu yang satu sedang di hisap Reesha, Yunda mengeluarkan gunung syusyu yang lainnya untuk ia pijat-pijat sebelum di hisap Reesha. Yunda sama sekali tidak sadar kalau Gandhi sudah bangun.


Melihat pemandangan itu, pelan-pelan Gandhi membalikkan badannya lagi membelakangi Yunda dan pura-pura tidur lagi.


💋💋💋


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2