
Gandhi berdiri dari duduknya lalu menyusul Yunda yang sudah ada diruang tamu.
"Yun, aku pulang dulu yah." pamit Gandhi.
"Um... i-iya Mas, hati-hati." jawab Yunda masih grogi.
"Oh iya soal yang tadi aku omongin, aku serius Yun, tolong dipikirin yah." ucap Gandhi lalu mengelus puncak kepala Yunda lalu pergi dari hadapan Yunda dan keluar dari apartemen.
Setelah Gandhi pergi, barulah Yunda bisa menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan untuk menenangkan gejolak dalam dadanya.
Sementara di luar unit apartemen, sambil berjalan menuju lift, Gandhi menghubungi Salsa untuk menanyakan keberadaan Salsa. Ternyata Salsa ada di apartemen Gandhi yang lainnya bersama Zola.
Gandhi yang sudah tidak sabaran ingin membicarakan perceraian dengan Salsa langsung menyusul Salsa tak peduli mau Salsa sedang bersama dengan pasangannya.
💋💋💋
Gading Residence.
Kini Gandhi sudah berada di depan pintu unit apartemennya di Gading Residence. Sebenarnya Gandhi bisa saja langsung membuka pintu itu, tapi Gandhi tidak mau mata dan telinganya tercemar kalau seandainya Salsa dan Zola sedang pesta apem. Jadi Gandhi menghubungi Salsa terlebih dulu untuk meminta Salsa yang membukakan pintu.
"Halo Gan." jawab Salsa.
"Aku sudah di depan pintu, buka pintunya." perintah Gandhi. Tanpa mendengar jawaban Salsa, Gandhi langsung menutup teleponnya.
Tak sampai satu menit setelah Gandhi menutup teleponnya, pintu apartemen terbuka. Nampaknya Salsa dan Zola tidak sedang pesta apem di dalam.
"Kenapa gak langsung dibuka aja sih? Passwordnya belum aku ganti kok." ucap Salsa.
"Takutnya kamu sama Zola lagi pesta apem, makanya daripada mata aku bintitan ngeliat kalian berdua, yah mending suryh kamu buka pintu." jawab Gandhi.
__ADS_1
Salsa tidak menjawab dan hanya memutar bola matanya malas.
"Ya udah masuk." Salsa pun memberi jalan untuk Gandhi agar masuk ke dalam.
Gandhi pun masuk kedalam dan langsung berjalan menuju ruang tengah.
"Hai Gan." sapa Zola yang juga ada di ruang tengah. Ternyata Salsa dan Zola sedang menonton netflix.
Gandhi sedikit gugup, ini pertama kalinya Gandhi bertemu Zola setelah Gandhi tau kalau hubungan Zola dan Salsa bukan sekedar sahabat.
"Hai Zol." jawab Gandhi.
Gandhi melihat sofa kosong di ruang tengah. Ingin duduk tapi entah kenapa dia langsung teringat kembali rekaman cctv Salsa dan Zola yang sedang pesta apem di ruang tengah itu.
"Kenapa masih berdiri? Duduklah. Apa kamu menunggu disuruh duduk dulu? Kan ini apartemen mu jadi kenapa lagak mu seperti tamu." ucap Zola karena Gandhi tidak duduk-duduk.
"Aku di balkon saja." jawab Gandhi lalu berjalan menuju balkon.
"Gak usah. Sini kamu, ada yang mau aku bicarain penting." jawab Gandhi.
Salsa pun mengekori Gandhi. Zola yang penasaran pun berdiri dari duduknya dan menyusul Gandhi dan Salsa.
Sesampainya di balkon, Gandhi dan Salsa bersandar dinding pembatas balkon sementara Zola masih berdiri dipintu balkon.
"Mau bicara apa?" tanya Salsa.
"Mari bercerai diam-diam." ucap Gandhi tanpa basa-basi.
"Aku sih mau, tapi memangnya kita bisa? Pernikahan kita terdaftar di dua negara Gan, di Singapura dan di Indonesia, jadi tidak semudah itu kita bercerai diam-diam." tanya Salsa.
__ADS_1
"Kita bercerai secara hukum Indonesia dulu. Nanti kalau aku sudah menikah dengan Yunda, aku akan mengurus perceraian kita di Singapura." jawab Gandhi.
Mata Salsa membulat.
"Apa kamu sudah melamar Yunda makanya kamu senekat ini?" tebak Salsa dan di jawab dengan anggukkan kepala oleh Gandhi.
"Tapi masalahnya Yunda nolak karena status aku yang masih jadi suami kamu. Makanya kita harus secepatnya bercerai agar aku bisa menikahi Yunda secepatnya. Aku takut ada laki-laki lain yang berstatus bujang atau duda mendekati Yunda." ucap Gandhi.
"Kalau orangtua mu tau bagaimana?" tanya Salsa.
"Aku gak peduli, Sa. Aku hanya ingin mengejar kebahagiaan aku sekarang. Aku gak akan tunduk lagi sama Mama aku kalau soal urusan hati. Cukup satu kali aku merasakan penyesalan, aku gak mau merasakan yang kedua kalinya." jawab Gandhi.
Salsa diam nampak sedang berpikir.
Jujur, dia sangat setuju dengan ide Gandhi yang bercerai diam-diam, tapi Salsa tidak punya keberanian seperti Gandhi. Salsa takut kalau sampai orangtuanya mengetahui mereka bercerai diam-diam, orangtua Salsa akan memisahkannya dari Zola.
"Kamu kok diem Sa? Kamu mau kan?" tanya Gandhi.
"Bukannya aku gak mau Gan, tapi..." Salsa menggantung kata-katanya.
"Tapi apa Sa? Bukannya kamu juga tersiksa dengan pernikahan kita? Ya udah, hanya ini cara kita bisa keluar dari pernikahan ini dan mengejar kebahagiaan kita masing-masing. Setelah kita bercerai, kamu dan Zola bisa menikah di negara yang melegalkan pernikahan sesama jenis." ucap Gandhi.
"Aku takut Gan, aku takut kalau orangtua aku tau mereka akan memisahkan aku dari Zola dan menghancurkan hidup Zola dan kamu. Mungkin kamu bisa punya keberanian itu karena cinta kamu untuk Yunda banyak mendapat dukungan, tapi aku dan Zola? Mana ada yang mendukung cinta kami." jawab Salsa.
"Papa aku bilang, dia gak akan melarang hubungan aku dan Zola asalkan aku menikah dengan pria tulen. Makanya aku mau menerima perjodohan kita asal aku dan Zola tidak di pisahkan." kata Salsa lagi.
Gandhi menghela nafasnya kasar sambil mengusap wajahnya.
Rintangan apa lagi ini tuhan. Gerutu Gandhi dalam hati.
__ADS_1
💋💋💋
Bersambung...