Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang

Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang
DSDKDSO BAB 53


__ADS_3

"Oh iya Yun, kamu udah tau belum kalau mantan mertua kamu terkena stroke?" tanya Harum.


"Hah?? Serius kamu Rum? Kamu tau darimana?" tanya Yunda tak percaya.


"Iya serius Yun. Aku tau dari Inne, kamu masih inget Inne kan? Jadi Minggu lalu tuh aku ke kota buat nyari persiapan pernikahan aku sama Mas Candra, terus aku ketemu sama Inne, nah Inne yang cerita sama aku kalau mantan mertua kamu itu kena stroke karena habis ketipu sama temennya yang nawarin investasi bodong gitu." jawab Harum.


"Astaga kasihan Bu Marni." Yunda hanya bisa mengelus dada mendengar nasib mantan mertuanya.


"Kok kamu kasihan? Gak usah kasihan lah Yun sama orang kayak gitu, itu karma yang mertua kamu dapet karena udah nyiksa kamu. Kita tinggal tunggu aja tuh mantan suami kamu yang dapet karmanya." omel Harum.


"Ya gak bisa gitu dong Rum, biar gimana pun Bu Marni itu neneknya Reesha dan Mas Rio bapaknya Reesha." jawab Yunda.


"Ngapain kamu mikir begitu? Mereka inget Reesha gak? Kamu harus inget Yun apa yang sudah keluar dari mulut mantan suami kamu itu yang bilang Reesha pembawa sial!" balas Harum geregetan.


"Tapi kan gak ada yang namanya mantan Bapak, Rum." jawab Yunda.


"Kenapa gak ada! Kalau Bapaknya dajjal kayak mantan suami kamu itu sih yah ada aja! Lagian Reesha masih bayi, kamu nikah lagi tiga bulan atau enam bulan lagi juga yang bakal Reesha anggep Bapak itu suami baru kamu." balas Harum.


Yunda terdiam.

__ADS_1


"Udah lah gak usah bahas soal keluarga mantan suami kamu itu. Kamu fokus aja sama Reesha dan kerjaan kamu dan kayaknya kamu udah bisa deh buka hati kamu buat calon Bapak barunya Reesha." ucap Harum.


"Apaan sih kamu Rum, aku belum ada kepikiran kesitu dulu. Aku mau fokus kasih hidup yang layak dulu untuk Reesha." jawab Yunda.


"Loh kenapa gak Yun, kalau ada laki-laki baik, mapan, tampan yang bisa ngasih kamu dan Reesha hidup yang layak dan bisa menerima kamu apa adanya, kenapa gak kamu terima. Itu namanya rejeki tau, masa kamu nolak rejeki." balas Harum.


Walau dia suami orang? gumam Yunda dalam hati.


"Nanti deh Rum aku pikir-pikir lagi, aku baru dua bulan cerai dari Mas Rio, masa udah mikir mau nikah lagi, kayaknya gak etis aja." jawab Yunda.


"Ya gak harus nikah sekarang lah Yun, maksud aku kamu bisa buka hati kamu dan seleksi dari sekarang. Kamu kan udah pernah gagal, jadi kamu udah tau kan laki-laki yang gimana yang harus kamu terima, jangan sampe kamu salah pilih lagi kayak kamu milih si Rio ketimbang Guntur dulu." sindir Harum.


"Tapi kan dia suka sama kamu." jawab Harum.


"Udah ah, kamu makin ngaco. Aku tutup yah teleponnya. Oh iya jangan lupa tolong kasih uang yang aku kirim tadi untuk orangtua aku." balas Yunda.


"Oke." jawab Harum.


Panggilan pun berakhir.

__ADS_1


Gara-gara Harum, Yunda jadi kepikiran kata-kata Harum tentang memberi Bapak baru untuk Reesha.


"Apa harus secepat itu aku membuka hati untuk laki-laki?" gumam Yunda.


💋💋💋


Keesokan paginya.


Pukul 07.30


Jam masih menunjukkan pukul setengah delapan pagi, tapi Gandhi sudah berada di kosan Yunda, padahal jadwal dokter anak jam sepuluh.


"Kok Mas Gandhi cepet banget datengnya? Bukannya jadwalnya jam sepuluh yah?" tanya Yunda.


"Aku kangen." jawab Gandhi sambil menatap dalam wajah Yunda.


💋💋💋


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2