Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang

Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang
DSDKDSO BAB 111


__ADS_3

Keesokan paginya.


Pukul 09.00


Jam sudah menunjukkan pukul sembilan pagi, Yunda masih tertidur pulas disamping Gandhi.


Bagaimana mau cepat bangun kalau tadi malam mereka berdua saling menggempur sampai enam ronde dan Yunda berkali-kali di lempar Mas Gagah ke puncak kenikmatan.


Tapi tidak dengan Gandhi, dia sudah bangun karena merasakan ada seseorang disampingnya. Senyum sumringah langsung merekah di bibir Gandhi saat melihat ternyata yang tidur disampingnya adalah Yunda, istrinya, yah walau statusnya masih istri siri.


Cukup lama Gandhi memandangi wajah lelah Yunda sambil jari telunjuknya mengelus kening dan pipi Yunda.


Saat jarinya hendak turun lagi ke leher, Gandhie melihat ada tato made in bibir Gandhi yang begitu banyak di leher Yunda.


Melihat tato made ini bibir hasil karyanya, Gandhi jadi senyum-senyum sendiri karena mengingat percintaannya dengan Yunda yang superhot jeletot dan memuaskan rate sepuluh.


"Aku harus makasih nih sama Reesha, karena dia keluar dari perut, jadi tempat colokan Mas Gagah jadi masih sempit banget. Berasa kayak merawanin anak gadis." gumam Gandhi.


"Eugh..." Yunda melenguh sambil mengerjapkan matanya.


"Selamat pagi istri ku yang cantik." sapa Gandhi.


Mata Yunda seketika melotot, tubuhnya mematung dan otaknya kembali memutar kembali kejadian semalam, mulai dari menyelamatkan Gandhi dan Salsa, sampai Yunda dan Gandhi berakhir di ranjang.


"Kok bengong? Kamu amnesia sama aku?" tanya Gandhi.

__ADS_1


"Bu-bukan gitu Mas, aku... aku...." Yunda grogi.


"Kamu kenapa? Kamu nyesel dengan percintaan kita semalam?" tanya Gandhi.


"Kok Mas Gandhi nanya gitu, ya gak lah Mas, kan itu memang haknya Mas Gandhi." jawab Yunda.


"Terus kenapa muka kamu kayak nyesel gitu?" tanya Gandhi.


"Siapa yang nyesel sih Mas, orang aku cuma kaget aja, pas buka mata ada kamu." jawab Yunda.


"Kirain nyesel." balas Gandhi.


Gandhi menatap dalam-dalam mata Yunda sambil mengelus wajah Yunda.


Blush. Wajah Yunda memerah.


Walau ini bukan pertama kalinya untuk Yunda, tapi ini pertama kalinya dia diperlakukan semanis ini sehabis bercinta. Waktu dengan Rio, habis bercinta langsung di tinggal tidur, tidak pernah ada ucapan terimakasih yang keluar dari mulut Rio.


"Jangan bahas itu ah Mas, aku malu." balas Yunda sambil memalingkan wajahnya dari Gandhi.


Melihat Yunda yang malu-malu, Gandhi jadi gemas dengan Yunda, bukan hanya Gandhi, Mas Gagah juga nampaknya ikutan gemas dengan Yunda.


Kata Mas Gagah dibawah sana, boleh lah ngecas sekali lagi.


Karena rayuan Mas Gagah, Gandhi menarik dagu Yunda agar kembali melihat padanya. Perlahan tapi pasti bibir Gandhi mendekati bibir Yunda.

__ADS_1


Bukannya menyambut bibir Gandhi, Yunda malah mendorong pelan tubuh Gandhi.


"Aku belum sikat gigi, Mas. Nafas aku masih bau naga." ucap Yunda.


Gandhi terkekeh kecil.


"Kamu bisa aja. Ya udah sana sikat gigi dulu." ucap Gandhi sambil mencubit gemas pipi Yunda.


Yunda pun mendudukkan tubuhnya lalu melilitkan selimut untuk menutupi tubuhnya.


Karena Yunda memakai semua selimut, jadi saat Yunda menarik selimut, Mas Gagah yang sudah siap ngecas terlihat jelas di mata Yunda.


Melihat Mas Gagah yang sudah bertegangan tinggi, Yunda menelan salivanya lalu cepat-cepat memalingkan wajahnya kemudian beranjak dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi.


Melihat tingkah Yunda yang malu-malu, Gandhi tersenyum tipis sambil menggeleng-gelengkan kepala.


"Yunda... Yunda, kayak baru pertama kali aja liat yang beginian." gumam Gandhi.


"Apa jangan-jangan punya mantan suaminya gak sebesar ini yah, makanya ekspresi-nya Yunda kayak gitu." gumam Gandhi lagi.


"Kayaknya sih iya, buktinya lubang cas-nya Yunda gak dol, berarti punya mantan suaminya kayak cacing kremi." gumam Gandhi lagi.


💋💋💋


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2