Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang

Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang
DSDKDSO BAB 52


__ADS_3

Sementara di kosan Yunda, Yunda masih belum tenang karena orangtuanya tidak kunjung menjawab teleponnya.


"Apa aku telepon Harum aja yah?" gumam Yunda.


Yunda pun menghubungi Harum untuk meminta tolong pada Harum agar Harum menyampaikan uang yang akan Yunda kirim untuk kedua orangtuanya.


Setelah beberapa kali nada sambung, barulah Harum menjawab telepon Yunda.


"Halo." jawab Harum.


"Selamat malam Rum, ini Yunda." ucap Yunda.


"Iya Yun, tau. Ada apa kamu nelpon malam-malam begini? Kamu dan Reesha sehat kan?"


"Sehat Rum. Kamu sendiri gimana?" tanya Yunda.


"Sehat juga Rum." jawab Harum.


"Rum, aku bisa minta tolong gak?" tanya Yunda.


"Minta tolong apa?" tanya Harum.


"Aku mau kirim ke orangtua aku, tapi orangtua aku gak jawab-jawab telepon aku, kamu bisa tolong kasih uang ke orangtua aku gak?" jawab Yunda.


Sebelumnya Yunda sudah bercerita pada Harum kalau dirinya sudah bekerja di PT. Prada Group, tapi Yunda tidak memberitahu Harum apa jabatannya disana. Yunda juga tidak menceritakan pada Harum tentang Gandhi.


"Memangnya gaji kamu cukup untuk biaya hidup kamu sama Reesha di Jakarta? Biaya hidup di Jakarta kan mahal Yun." tanya Harum.


"Kamu tenang aja Rum, gaji aku cukup kok untuk biaya hidup aku sama Reesha, malahan aku masih bisa nabung sedikit-sedikit." jawab Yunda.


"Ya udah kalau kamu rasa cukup. Nanti aku bantu kasih uang ke orangtua kamu." jawab Harum.

__ADS_1


"Tolong kirim no rekening kamu yah Rum." ucap Yunda.


"Oke." balas Harum.


Panggilan berakhir.


Tak lama Harum mengirimkan nomor rekeningnya pada Yunda.


Setelah mendapat nomor rekening Harum, Yunda pun mentransfer uang untuk orangtuanya sebesar dua setengah juta dan untuk Harum sebesar dua setengah juta juga. Uang yang di kirim Yunda untuk Harum adalah uang untuk mengganti uang Harum yang Yunda pakai untuk pergi ke Jakarta.


Setelah mentransfer uang, Yunda pun mengirimkan pesan untuk Harum.


[Yunda] : Udah aku transfer yah Rum. Dia setengah juta untuk orangtua kamu, terus sisanya untuk kamu. Untuk ganti uang kamu yang aku pake buat ongkos ke Jakarta.


Solo.


Begitu mendengar notifikasi m-banking, Harum cepat-cepat membuka notif itu. Betapa terkejutnya Harum saat melihat uang yang dikirim Yunda.


Membaca pesan dari Yunda, Harum langsung menelpon Yunda. Harum penasaran kenapa Yunda banyak sekali mengirim uang. Harum pikir yang Yunda kirim itu semua gaji Yunda.


Baru dua kali nada sambung, Yunda langsung menjawab telepon Harum.


"Ya Rum." jawab Yunda.


"Yun, serius kamu ngirim uang sebanyak itu? Jangan kamu kirim semua gaji kamu Yun, untuk apa kamu kirim semua gaji kamu kalau kamu jadi gak megang uang? Aku balikin aja yang kamu kirim buat aku, uang aku bisa kamu ganti kapan-kapan." cerocos Harum.


"Kan aku udah bilang Rum, kamu tenang aja, aku masih megang uang kok buat biaya hidup aku dan Reesha dan masih bisa nabung lagi." jawab Yunda.


"Memangnya gaji kamu berapa sampe kamu bisa ngirim uang sebanyak itu?" tanya Harum.


"Kamu pasti gak percaya kalau denger berapa gaji aku." jawab Yunda.

__ADS_1


"Berapa? Jangan bikin penasaran deh Yun." desak Harum.


"Dua puluh juta Rum." jawab Yunda.


Harum menganga mendengar gaji Yunda.


"Serius kamu Yun? Memangnya kamu kerja apa disana? Kamu kerja halal kan Yun?" tanya Harum.


"Halal lah Rum, gak mungkin lah aku ngasih makan anak aku pake uang haram." jawab Yunda.


"Aku kerja di PT. Pradana Utama, Rum. Kamu tau gak aku kerja jadi apa disana?"


"Apa?"


"Jadi sekretaris CEO." jawab Yunda.


Makin menganga saja Harum.


"Bentar... Bentar Yun, kamu baru masuk kerja udah jadi sekretaris CEO? Kamu gak pake jalur belakang kan buat dapetin jabatan itu? Jadi sekretaris CEO bukannya susah yah Yun? Orang yang kerja bertahun-tahun jadi sekretaris menejer aja susah untuk jadi sekretaris CEO."


"Ya gak lah Rum, aku masuk kan lewat tes, lewat interview yang panjang, aku pernah cerita kan sama kamu waktu aku berjam-jam hanya nunggu interview. Mungkin ini rejekinya Reesha, Rum makanya jalan aku mencari nafkah di permudah. Pokoknya kamu tenang aja Rum, aku gak mungkin melakukan hal-hal seperti yang kamu pikirkan, aku disini kerja halal." jawab Yunda.


"Syukurlah kalau kamu kerja halal. Ingat Yun kerja haram memang enak diawal karena banyak kemewahan yang di janjikan, tapi percayalah itu hanya sebentar." balas Harum.


"Iya Rum." balas Yunda.


"Oh iya Yun, kamu udah tau belum kalau mantan mertua kamu terkena stroke?" tanya Harum.


💋💋💋


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2