
"Gak bisa! Aku maunya kamu traktir aku sekarang." jawab Gandhi.
Yunda menghela nafasnya kasar.
"Ya udah, tapi kita mampir ke mall dulu yah, Pak." ucap Yunda.
Tanpa banyak bertanya mau ngapain Yunda ke mall, Gandhi langsung menganggukkan kepalanya.
"Ya udah, Bapak duluan aja turun, saya tunggu di halte bus." ucap Yunda.
"Enak aja. Aku tunggu kamu di depan lobi." tolak Gandhi.
"Pak, kalau nanti ada yang ngeliat saya naik mobil Bapak yang ada nanti saya jadi bulan-bulanan gosip. Jadi kita ketemu di halte bus aja." balas Yunda.
"Tapi-"
"Saya mohon Pak." potong Yunda.
"Ya udah, saya tunggu di halte bus kalau begitu." jawab Gandhi.
"Awas kamu kabur naik taksi online yah." ancam Gandhi.
"Memangnya saya bisa kabur? Kosan saya aja Bapak tau dimana." jawab Yunda.
"Ya udah ayo kita turun." Ajak Gandhi.
Mereka pun jalan bersama menuju lift.
Sesampainya di lantai dasar, Gandhi dan Yunda langsung berpencar, Gandhi berjalan menuju parkiran sedangkan Yunda berjalan menuju tempat penitipan untuk mengambil Reesha.
💋💋💋
__ADS_1
Mall.
Kini Gandhi dan Yunda sudah berada di mall.
"Kamu mau belanja keperluan Reesha?" tanya Gandhi sambil mendorong stroller Reesha.
"Gak. Aku mau pergi ke toko emas, mau tindik telinga Reesha. Udah mau dua bulan, tapi telinga Reesha belum ditindik." jawab Yunda.
"Oh..." Gandhi hanya membulatkan mulutnya.
Sesampainya di toko emas yang juga menerima jasa tindik telinga bayi, Reesha langsung ditangani oleh tangan profesional.
Saat Reesha hendak di tindik, terlihat jelas wajah Yunda yang ketakutan. Melihat itu, Gandhi pun mengambil alih Reesha.
"Sini, biar aku aja yang gendong Reesha. Kalau kamu takut, kamu liat dari jauh aja." ucap Gandhi. Kini Reesha sudah dalam gendongan Gandhi. Yunda pun berjalan menjauh dari Gandhi dan Reesha.
Tak ingin melihat anaknya di tindik, Yunda membalikkan badannya.
Tak lama suara tangis Reesha menggelegar, tanda kalau telinga Reesha sudah ditindik. Barulah Yunda berani membalikkan badannya.
Terlihat Gandhi yang sedang menimang-nimang Reesha.
"Udah selesai?" tanya Yunda.
"Sudah." jawab Gandhi.
Yunda pun menghela nafas lega dan barulah dia berani mendekati Reesha dan Gandhi.
Saat Yunda hendak mengambil alih Reesha, Gandhi melarangnya.
"Biar aku yang tenangin Reesha." ucap Gandhi lalu membawa Reesha keluar dari dalam toko.
__ADS_1
"Suaminya siaga yah Bu." puji tangan profesional yang menindik telinga Reesha.
Yunda tersenyum tipis.
"Jarang-jarang loh ada suami yang siaga kayak suami Ibu. Kebanyakan suami-suami sekarang mau enaknya doang. Kadang lihat istrinya kerepotan ngurus anaknya yang lagi nangis, bukannya ngebantu diemin anak, eh malah istrinya di marahin karena gak bisa diemin anak. Tapi suami Ibu malah dia yang milih diemin anak, saat tau Ibu takut ngeliat anak di tindik, langsung ambil alih. Suami langka, suami Ibu." ucap orang itu lagi.
Lagi dan lagi Yunda hanya membalas dengan senyuman. Rasanya berat sekali bibir Yunda mengklarifikasi kalau Gandhi bukan lah suaminya.
Sebelum Yunda keluar dari toko, tak lupa Yunda membelikan satu set emas untuk Reesha, walau tidak di pakaikan ke badan Reesha, setidaknya emas-emas itu akan menjadi kenang-kenangan untuk Reesha.
Setelah melakukan pembayaran barulah Yunda keluar dari toko lalu menyusul Gandhi yang sedang menenangkan Reesha.
"Sini Mas, biar aku aja yang tenangin Reesha." ucap Yunda.
"Gak usah, biar aku aja. Kamu tenangin diri kamu aja. Tuh sana makan ice cream aja biar kamu cepat tenang." tolak Gandhi.
"Tapi aku udah gak kenapa-kenapa Mas." jawab Yunda.
"Gak pa-pa gimana, itu bulu mata mu aja masih gemetaran. Udah sana." balas Gandhi.
Mau tidak mau Yunda menuruti kata-kata Gandhi, ia berjalan menuju counter ice cream dan membeli ice cream untuk menenangkan dirinya.
Selagi menunggu Gandhi membawa Reesha berjalan-jalan untuk menenangkan Reesha, Yunda teringat akan orangtuanya di kampung.
Mumpung di dekatnya ada mesin ATM, ia ingin mengirimkan uang untuk orangtuanya.
Yunda pun menghubungi orangtuanya. Tapi sayangnya sampai sepuluh kali Yunda menghubungi orangtuanya, orangtuanya tidak menjawab telepon Yunda.
"Apa Ibu sama Bapak masih marah yah sama aku?" gumam Yunda.
💋💋💋
__ADS_1
Bersambung...