
Sontak semua mata langsung tertuju pada Gandhi dan Rio, Yunda ingin mendekat dan melerai Gandhi dan Rio tapi dia takut, takut nanti kena anaknya jadi Yunda hanya bisa berdiri tak jauh dibelakang Gandhi dengan tubuh yang gemetaran.
"Kalau gak bisa jadi suami bertanggung jawab, seenggaknya jangan jadi suami breng.sek dan jahat yang bisanya merusak mental istri, tau loe!" bentak Gandhi.
"Loe berani nyakitin Yunda, loe berhadapan sama gue! Jadi sebelum gue remukin tulang-tulang loe, mending loe enyah duluan dari hidup Yunda, jangan pernah ganggu kebahagiaan Yunda lagi! Paham loe!" geram Gandhi ditelinga Rio.
Setelah mengatakan itu, Gandhi pun berbalik dan berjalan mendekati Yunda lalu menarik merangkul pundak Yunda.
"Ayo pergi, gak usah hiraukan dia!" ucap Gandhi lalu membawa Yunda keluar dari gedung rumah sakit.
Sedangkan Rio, dia nampak kesal dengan Yunda dan Gandhi.
"Lihat aja, aku balas kalian berdua! Jangan harap kamu bisa nikah lagi Yun!" geram Rio.
💋💋💋
Kini Gandhi dan Yunda sudah berada dalam mobil dan sudah keluar dari area rumah sakit.
Sesekali Gandhi melirik Yunda yang sejak tadi diam. Nampaknya Yunda masih syok dengan kemunculan mantan suaminya.
__ADS_1
"Gak usah terlalu dipikirin, si breng.sek itu gak akan berani ganggu kamu lagi." ucap Gandhi.
"Aku minta maaf Mas karena aku Mas jadi terbawa-bawa dalam masalah rumah tangga aku." balas Yunda.
"Aku gak pa-pa kok, jadi gak usah minta maaf atau ngucapin terimakasih, karena apa yang aku lakukan memang sudah seharusnya." jawab Gandhi.
Yunda terdiam lalu memalingkan pandangannya keluar jendela.
Satu hal yang berkutat di otak Yunda sekarang, yaitu perihal ucapan Rio yang mengatakan akan menuntutnya atas tuduhan perselingkuhan dengan begitu hak asuh Reesha bisa jatuh ke tangan Rio.
"Kenapa lagi sih Yun? Apa lagi yang mengganjal di pikiran kamu?" tanya Gandhi.
"Takut apa?" tanya Gandhi.
"Takut Mas Rio ambil Reesha." jawab Yunda.
"Langkahi dulu mayat aku baru dia bisa ngambil Reesha dari kita." jawab Gandhi.
"Mas, lebih baik Mas Gandhi gak usah terlalu ikut campur urusan rumah tangga aku. Mas Gandhi gak tau Mas Rio orangnya kayak gimana. Aku takut dia menyebar fitnah tenang kita berdua dan itu malah akan membuat nama Mas Gandhi jadi jelek." ucap Yunda.
__ADS_1
"Kamu dua bulan kerja sama aku, kamu belum tau aku siapa? Mantan suami kamu itu terlalu kecil buat aku. Mau dia nyebar fitnah gimana pun, dengan sekali aku menjentikkan jari aku, masalah kelar. Jadi kamu gak usah terlalu mikirin hal seperti itu, kamu ada dalam perlindungan orang yang tepat sekarang." jawab Gandhi.
Yunda terdiam. Kalau Gandhi sudah menyombongkan kekuasaannya seperti ini, memangnya Yunda bisa bilang apa?
"Dan soal perceraian kamu, nanti aku bantu urus. Serahkan semuanya sama aku, paling lama tiga hari surat cerai sudah ada ditangan kamu. Dan aku juga bisa pastiin mantan suami kamu itu gak akan bisa nyentuh sehelai rambut kamu sekalipun." kata Gandhi lagi.
Yunda tercengang mendengar kata-kata Gandhi.
💋💋💋
The Ritz Residence.
Kini mobil Gandhi sudah memasuki area gedung apartemen mewah, dimana salah satu unit apartemen di gedung itu adalah milik Gandhi.
Sebenarnya Gandhi ingin menyewa gedung apartemen untuk Yunda di dekat kantor, tapi setelah dipikir-pikir, kalau Yunda tinggal di dekat kantor, tidak ada alasan Gandhi untuk mengantar-jemput Yunda. Jadi Gandhi memutuskan untuk menempatkan Yunda dan Reesha tinggal di salah satu apartemen miliknya. Apartemen milik Gandhi di Jakarta ada dua, tapi karena apartemen yang satu sudah pernah di pakai Salsa pesta apem dengan pasangannya, jadi Gandhi ogah menempati Yunda di apartemen itu dan rencananya akan memberikan apartemen itu secara cuma-cuma pada Salsa.
💋💋💋
Bersambung...
__ADS_1