
"Bapak kok nanya gitu sih?" protes Yunda.
"Salah kalau Bapak nanya gitu?" tanya Pak Yoto balik.
"Gak salah Pak. Apa yang Bapak pikirkan memang benar." malah Gandhi yang menjawab.
"Mas!" Yunda langsung melototkan matanya pada Gandhi, tapi Gandhi tidak peduli.
"Maksud Nak Gandhi apa?" tanya Pak Yoto.
"Saya memang menyukai anak Bapak." jawab Gandhi. Yunda langsung menundukkan wajahnya.
"Tapi sayang Yunda menolak saya karena status saya yang masih suami orang." kata Gandhi lagi. Pak Yoto dan Bu Ambar tercengang mendengar pengakuan Gandhi.
"Jadi Nak Gandhi ini-"
"Iya Pak, saya memang sudah beristri tapi pernikahan saya pernikahan tidak jelas. Status suami hanya di KTP, kenyataannya saya seperti duda." potong Gandhi.
"Maksud Nak Gandhi apa?" tanya Pak Yoto.
__ADS_1
"Istri saya kaum pelangi Pak." jawab Gandhi.
"Bidadari dari kayangan maksudnya?" tanya Pak Yoto dengan polosnya.
Gandhi terkekeh kecil mendengar pertanyaan polos Pak Yoto.
"Bukan Pak, istri saya itu lesbian, dia gak suka laki-laki." jawab Gandhi.
"Oh..." Pak Yoto dan Bu Ambar membulatkan mulutnya lebar-lebar.
"Loh kok bisa Nak Gandhi nikah sama yang begitu? Memangnya waktu pacaran Nak Gandhi gak tau?" tanya Pak Yoto.
"Woah... tanda-tanda akhir jaman ini!" celetuk Pak Yoto. Gandhi hanya tersenyum tipis mendengar celetukan Pak Yoto.
"Dan saya rencananya mau malamar Yunda, Pak." lanjut Gandhi.
"Nak Gandhi gak lagi ngarang cerita kan? Bisa aja Nak Gandhi bilang istri Nak Gandhi itu lesbian biar bisa deketin Yunda. Padahal mah istri Nak Gandhi normal tapi ada di luar negri. Jadi karena Nak Gandhi berjauhan sama istri, Nak Gandhi mau jadiin Yunda pelampiasan." tanya Bu Ambar.
Gandhi tersenyum tipis.
__ADS_1
"Sayangnya prasangka Ibu itu salah. Yunda kenal kok sama Salsa, istri saya. Bahkan Salsa pernah bicara langsung dengan Yunda. Dan kalau Bapak dan Ibu tidak percaya, bisa saya suruh pengacara saya memberikan buktinya." jawab Gandhi.
"Mumpung sekarang saya bertemu dengan Bapak dan Ibu, saya mau mengutarakan niat baik saya ingin menjalin hubungan serius dengan anak Bapak dan Ibu. Dan setelah surat cerai saya keluar, saya mau menikahi anak Bapak dan Ibu." ucap Gandhi.
Pak Yoto terdiam.
"Apa Nak Gandhi yakin surat cerai itu bisa keluar dalam waktu dua atau tiga hari lagi?" tanya Pak Yoto.
"Saya yakin Pak. Kalaupun meleset, paling tidak lewat dari satu minggu." jawab Gandhi.
"Menunggu seminggu itu lama Nak Gandhi, apalagi Nak Gandhi dan Yunda sudah sama-sama dewasa, Bapak hanya takut kalian berdua khilaf. Dan yang lebih penting, Bapak mau ada jaminan kalau Nak Gandhi memang serius dengan anak Bapak." balas Pak Yoto.
"Maksud Bapak?" tanya Gandhi.
"Maksud saya, Bapak mau kalian berdua nikah siri dulu, nanti setelah surat cerai keluar baru kalian mendaftarkan pernikahan kalian secara negara. Pertama, menghindari dosa, kedua, menghindari fitnah, ketiga, sebagai jaminan Bapak kalau Nak Gandhi memang serius dengan Yunda, jadi kalau kalian balik ke Jakarta Bapak dan Ibu bisa tenang." jawab Pak Yoto.
Yunda membelalakkan matanya mendengar perkataan Bapaknya. Tapi tidak dengan Gandhi, sudah pasti dia senang bukan main mendapat izin menikahi Yunda secara siri lebih dulu.
💋💋💋
__ADS_1
Bersambung...