Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang

Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang
DSDKDSO BAB 63


__ADS_3

Rumah sakit.


Saat akta cerai Yunda-Rio diantarkan kerumah Rio, saat itu Rio masih berada di Jakarta dan sedang menemani Bu Marni terapi atas rujukan rumah sakit di Solo. Sudah hampir dua Minggu Rio dan Bu Marni di rumah sakit ini.


"Aaakkkh!!!" geram Rio saat mendapat laporan pemasukan enam toko pakaiannya kemaren tidak sampai dua juta. Padahal biaya berobat Bu Marni di Jakarta tidak lah murah dan Bu Marni juga tidak memakai asuransi kesehatan dari pemerintah atau pun dari swasta. Biaya kamarnya saja mahal ditambah lagi dengan biaya terapi.


"Kalau begini terus pemasukan, bisa-bisa bangkrut aku ini!" geram Rio.


Ceklek. Pintu kamar rawat Bu Marni terbuka.


Sudah tau biaya rumah sakit mahal, Rio malah menempatkan Ibu-nya di kamar VIP. Biar apa? Biar di bilang orang mampu, orang kaya.


Ternyata yang masuk adalah dokter visit bersama dengan asistennya untuk memeriksa Bu Marni.


"Bagaimana keadaan Ibu saya dok?" tanya Rio.


"Sudah mulai ada perkembangan yah sedikit-sedikit." jawab dokter.


"Jadi masih butuh waktu berapa lama lagi Ibu saya terapi?" tanya Rio.


"Kalau terapi yah sampai Ibu kembali normal, tapi itu akan membutuhkan waktu yang sangat lama tergantung kegigihan Ibu." jawab dokter.

__ADS_1


"Oh... Jadi dok, apa jadwal terapinya harus setiap hari? Soalnya saya harus balik ke Solo, usaha saya sudah dua Minggu terbengkalai di Solo." tanya Rio.


"Kita selesaikan tahap pertama ini dulu yah Pak, sekitar dua tiga kali lagi. Nanti setelah itu, Bapak bisa melanjutkan di rumah sesuai arahan yang saya berikan nanti." jawab dokter.


"Oh... berarti dua tiga hari lagi yah dok Ibu saya disini." balas Rio.


"Ya kira-kira begitu kalau sepanjang itu kondisi kesehatan Ibu, Bapak stabil. Tekanan darahnya normal, detak jantungnya normal, suhu badan, kolestrol, gula darah dan semuanya normal." jawab dokter.


"Baik dok. Terimakasih." balas Rio.


"Oh iya Pak, ini harus Bapak urus dibagian administrasi." ucap suster sambil memberikan kwitansi pembayaran kamar dan terapi selama Bu Marni dirawat. Karena dari Bu Marni masuk sampai sekarang hampir dua Minggu, belum sepeserpun uang Rio berikan.


"Apa tidak bisa sekalian saat mau keluar nanti sus?" tanya Rio.


"Baik sus." jawab Rio.


Dokter dan perawat pun keluar dari kamar rawat Bu Marni. Setelah dokter dan perawat keluar, barulah Rio membaca kwintansi pembayaran.


Biaya kamar : 12 hari x 500.00 \= 6.000.000


Biaya pemulihan/terapi tahap pertama + obat-obatan : 35.000.000.

__ADS_1


Total : 41.000.000


Mata Rio membelalak lebar melihat biaya rumah sakit tembus empat puluh juta.


Apa? Kenapa mahal banget? Kalau tau begini gak usah aku bawa Ibu terapi di rumah sakit ini! Gerutu Rio dalam hati.


Haduh, gimana ini? Udah uang di rekening tinggal lima puluh juta lagi! Itupun buat beli stok pakaian yang kosong. Kalau aku bayarkan rumah sakit Ibu, terus apa mau aku pake beli pakaian yang kosong buat ditoko? gumam Rio lagi dalam hati.


Rio memijat Pangkah hidungnya sambil berpikir.


Ah... Aku ingat, laki-laki yang bersama Yunda kemaren sepertinya orang kaya. Apa aku peras Yunda saja yah, dengan video yang aku rekam saat dirumah sakit kemaren? gumam Rio dalam hati.


Jadi waktu bertemu di rumah sakit waktu itu, sebelum Rio memanggil Yunda, diam-diam Rio merekam Gandhi dan Yunda. Saat itu posisinya Gandhi sedang menggendong Reesha dan menggandeng Yunda. Kalau orang yang tidak kenal dengan Yunda dan Gandhi pasti mengira kalau mereka adalah pasangan suami-istri yang harmonis.


Tapi di tangan Rio, video itu di jadikan alat Rio untuk menuntut Yunda dengan tuduhan perselingkuhan.


Ya, ya, ya, sepertinya aku harus melakukan itu. Gumam Rio lagi dalam hatinya.


Rio pun mengambil ponselnya lalu membuka video yang ia rekam waktu itu. Video berdurasi tiga menit itu, Rio screenshot di beberapa bagian sebelum dikirim ke Yunda.


💋💋💋

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2