
Satu tahun kemudian.
Perusahaan rintisan Gandhi sudah mulai berkembang. Banyak investor-investor berdatangan mengajak Gandhi bekerja sama, seolah ingin balas dendam pada para investor yang dulu menolaknya, Gandhi balik menolak kerjasama dengan para investor itu dan tetap mengedepankan para ibu-ibu rumah tangga yang ingin berinvestasi, karena dengan begitu secara tidak langsung Gandhi membantu perekonomian keluarga para ibu-ibu rumah tangga itu.
Perusahaan Gandhi juga sudah memiliki pabrik sendiri, yah walaupun masih pabrik kecil yang dia beli bekas pabrik produksi kerupuk. Kantornya pun juga bukan di ruang kerja apartemen lagi, Gandhi membangun kantor bersebelahan dengan pabrik, agar dia juga bisa secara eksklusif memantau pengolahan limbah plastik menjadi biji plastik karena sekarang perusahaan Gandhi bukan hanya memproduksi kerajinan tangan atau peralatan dapur tapi perusahaan Gandhi mulai merambah memproduksi barang elektronik, seperti dispenser dan rice cooker.
Sedangkan perusahaan orangtua Gandhi sudah berjalan normal, proyek Papa Ghafar yang dulu terancam batal, tidak jadi batal dan terus berjalan berkat saham yang Gandhi beli. Keuntungan dua puluh persen dari saham yang Gandhi miliki di perusahaan orangtuanya, Gandhi bisa mencicil hutangnya pada kedua kakaknya.
Walau orangtua Gandhi belum merestui hubungan Gandhi dan Yunda, tapi orangtua Gandhi tidak pernah lagi mengganggu rumah tangga Gandhi dan Yunda karena Ghazan dan Galang mengancam kedua orangtuanya akan keluar dari perusahaan dan menceraikan istri mereka kalau orangtua mereka mengganggu rumah tangga Gandhi.
Lalu bagaimana dengan Bu Marni, Rio, Ratna dan Rosa. Bu Marni sudah meninggal satu minggu setelah bertemu dengan Reesha, sedangkan Rio dan Ratna masih mendekam di penjara, sedangkan Rosa, dia harus bekerja banting tulang untuk membiayai hidupnya dan menabung demi melanjutkan kuliahnya.
💋💋💋
Hari ini hari satu tahun perusahaan Gandhi berdiri, bukan hanya perusahaan Gandhi, hari ini juga hari satu tahunnya pernikahan Gandhi dan Yunda.
Reesha sudah bisa jalan sekarang tapi sayangnya sampai sekarang Reesha belum punya adik, karena Gandhi dan Yunda memprogramkan akan memberikan adik untuk Reesha saat Reesha umur tiga tahun.
Demi merayakan satu tahun perusahaannya Gandhi mengadakan syukuran di pabrik baru-nya.
__ADS_1
Sedang merayakan satu tahun pernikahannya, Gandhi mengajak Yunda nonton di bioskop lalu makan malam romantis di restoran bintang lima. Mereka tidak membawa Reesha, karena rencananya setelah makan malam mereka tidak akan pulang ke apartemen melainkan menginap di hotel. Gandhi dan Yunda ingin memupuk cinta mereka dengan meluangkan waktu hanya berdua saja.
Dan disinilah Gandhi dan Yunda sekarang, disalah satu mall terbesar di Jakarta.
Setelah selesai menontot, Gandhi mengajak Yunda ke butik, karena mereka tidak membawa baju ganti untuk menginap di hotel, jadi Gandhi menyuruh Yunda untuk membeli saja di butik. Bukan hanya pakaian, tapi Gandhi juga membelikan satu set perhiasan untuk Yunda.
Setelah dari toko perhiasan, Yunda meminta singgah di toko boneka, ia ingin membeli sebuah boneka untuk Reesha.
Saat sedang memilih-milih boneka, tak sengaja Gandhi melihat Nara yang sedang memilih boneka.
"Nara." panggil Gandhi.
"Mas Gandhi." lirih Nara.
"Kamu apa kabar, Ra?" tanya Gandhi.
"Baik Mas. Mas Gandhi apa kabar?" tanya Nara balik.
"Baik juga." jawab Gandhi.
__ADS_1
"Kesini sama siapa?" tanya Gandhi karena Gandhi tidak melihat Rangga ditoko itu.
"Sama suami dan anak-anak aku, Mas." jawab Nara.
"Kamu udah punya anak?" tanya Gandhi karena terakhir bertemu dengan Nara, rumah tangga Nara dan Rangga sedang bermasalah.
"Iya Mas. Kembar empat lagi." Jawab Nara dengan bangga-nya.
"Itu semua anak yang kamu kandung dan lahirkan sendiri?" tanya Gandhi tak percaya.
Nara menjawab dengan anggukkan kepala.
Saat Nara dan Gandhi sedang mengobrol, dari kejauhan Yunda memperhatikan mereka. Dari cara Gandhi menatap perempuan yang diajak ngobrol, Yunda yakin kalau perempuan itu bukan perempuan biasa, Yunda bisa merasakan sesuatu yang spesial dari gestur Gandhi saat bicara dengan perempuan itu.
Perempuan itu siapa? Kok cara Mas Gandhi natap perempuan itu kayak gak biasa? gumam Yunda dalam hati.
💋💋💋
Bersambung....
__ADS_1