
Setelah hampir dua puluh menit Salsa mengintrogasi Yunda, akhirnya Salsa mengizinkan Yunda keluar dari ruang kerja Gandhi.
Dari Yunda berdiri dari duduknya sampai Yunda keluar dari ruang kerja-nya, mata Gandhi tak henti-hentinya menatap Yunda.
TAK... TAK...
Salsa menjentikkan jarinya didepan wajah Gandhi.
"Gak usah sampe segitunya juga dong ngeliatnya!" tegur Salsa.
"Kok tadi kamu pake acara meluk-meluk sama cium-cium segala sih!" protes Gandhi.
"Sengaja. Kan memang tujuannya mau lihat perasaan dia ke kamu kan?" jawab Salsa enteng.
"Terus menurut kamu gimana?" tanya Gandhi.
"Kalau menurut kamu sendiri gimana? Menurut kamu, dia suka gak sama kamu?" tanya Salsa balik.
"Gak tau, aku gak ngerti. Dia terlalu tertutup." jawab Gandhi.
"Terlalu tertutup apanya! Orang jelas-jelas dia nunjukin perasaannya kok ke kamu!" balas Salsa.
"Maksudnya?" tanya Gandhi.
"Kamu nih oon yah Gan! Dia tuh juga suka sama kamu Gan! Kamu gak lihat tadi mukanya merah karena cemburu saat aku peluk-peluk kamu." jawab Salsa.
"Masa sih?" tanya Gandhi tak percaya.
"Iya! Masa kamu gak peka! Males banget deh!" jawab Salsa sedikit kesal.
Gandhi tersenyum tipis.
"Gimana, mau di perjuangkan gak? Kalau mau, aku buka jalannya, nanti aku ngomong sama dia tentang masalah pernikahan kita, selebihnya aku serahin sama kamu." tanya Salsa.
"Kamu gak pa-pa kalau aku perjuangin dia?" tanya Gandhi. Biar gimana pun Salsa adalah istrinya, rasanya lucu saja kalau Gandhi memperjuangkan perempuan lain di depan istrinya sendiri, yah... walaupun istrinya penyuka apem, tapi Gandhi harus tetap menghargai status Salsa sebagai istri sah-nya.
__ADS_1
"Gak pa-pa Gan, aku juga pengen kamu bahagia. Aku tau pernikahan ini menyakitkan kamu, aku gak mau kamu buang-buang waktu kamu sampai kita bercerai, sedangkan kita berdua sendiri gak tau kapan kita bisa bercerai." jawab Salsa.
"Kalau perlu, kamu langsung nikahin aja Yunda biar kamu gak kesepian, jadi tiap malam ada yang temenin kamu bobok. Kasihan tuh si Junior, udah lama kan gak di cas." kata Salsa lagi.
"Cih, berani kamu ngomong kayak gitu! Kan gara-gara kamu juga makanya dia jadi pengangguran! Coba dari awal kamu jujur, gak akan dia ngerasain sakitnya di PHP!" omel Gandhi.
Salsa tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban Gandhi.
"Ya udah, aku pulang dulu yah." pamit Salsa sambil berdiri dari duduknya.
"Oh iya, aku bawa sekretaris kamu yah, jadi kamu kerjain sendiri kerjaan kamu!" kata Salsa lagi.
"Mau kamu bawa kemana dia?" tanya Gandhi.
"Mau aku bantuin buka jalan gak?" tanya Salsa balik.
"Ya mau, tapi kamu mau bawa kemana dia?" tanya Gandhi.
"Tenang aja, gak jauh kok dari perusahaan ini. Takut yah aku apa-apain?"
"Hahahaha... tenang aja, aku gak sepicik itu!" balas Salsa.
Salsa pun keluar dari ruang kerja Gandhi lalu mendekati mendekati meja kerja Yunda.
"Ikut aku yuk, ada yang mau aku omongin sama kamu." ajak Salsa.
"Tapi Bu, saya-"
"Tenang aja, aku udah izin sama Bos kamu itu, jadi dijamin dia gak bakal nyariin kamu." potong Salsa.
Mau tidak mau Yunda pun ikut dengan Salsa.
💋💋💋
Coffee Shop.
__ADS_1
Kini Salsa dan Yunda sudah berada di coffee shop yang ada di dekat kantor Gandhi. Coffee shop tidak begitu ramai karena memang belum jam makan siang.
Salsa tersenyum melihat wajah Yunda yang tegang.
"Gak usah tegang! Kalau kamu kayak gini, kesannya kamu tuh kayak pelakor yang ketauan sama istri sah. Jadi biasa aja." tegur Salsa.
Yunda tersenyum kecut.
"Kamu suka kan sama Gandhi?" tanya Salsa tanpa basa-basi.
"Hah?" Yunda kaget mendengar pertanyaan Salsa.
"Maaf, Bu Salsa sepertinya salah paham, saya-"
"Jawab aja, suka atau gak." potong Salsa.
Yunda menggeleng sambil menundukkan wajahnya.
Salsa terkekeh melihat Yunda menggelengkan kepala.
"Aku tahu kamu bohong. Jelas-jelas aku lihat dari mata kamu, kalau kamu menyimpan perasaan untuk Gandhi." ucap Salsa.
"Maaf Bu, ibu salah paham, saya-"
"Aku gak marah kok." potong Salsa.
Sontak Yunda mendongakkan wajahnya untuk melihat Salsa.
Salsa menggenggam tangan Yunda.
"Serius, aku gak marah ataupun cemburu kalau kamu suka sama Gandhi. Malah aku senang, karena perasaan Gandhi gak bertepuk sebelah tangan." kata Salsa lagi.
"Ma-maksud Ibu?" tanya Yunda.
💋💋💋
__ADS_1
Bersambung...