
"Bangun! Gandhi, bangun!" Mama Zara membangunkan Gandhi sambil mendorong-dorong badan Gandhi. Tapi yang di bagunkan tidak bangun-bangun.
Kesal karena tak bangun-bangun, Mama Zara mengambil gelas kosong dari atas nakas lalu mengisinya dengan air wastafel di kamar mandi dan...
Byuuur...
Menyiram wajah Gandhi dengan air.
Sontak Gandhi pun bangun terkaget-kaget.
"Mama!!!" teriak Gandhi kaget sambil mendudukkan badannya.
PLAAAK. Satu tamparan mendarat mulus di pipi Gandhi.
"Aaargh... Mama apa-apaan sih!" bentak Gandhi sambil memegang pipi-nya yang panas.
"Masih berani kamu bentak Mama atas apa yang sudah kamu lakukan, hah! Anak kurang ajar kamu yah! Di suruh kasih cucu, malah diem-diem cerai dengan Salsa! Otak kamu dimana Gandhi!" bentak Mama Zara.
"Oh jadi Mama udah tau kalau Gandhi dan Salsa sudah bercerai, baguslah, kalau begitu Gandhi gak perlu capek-capek nyari alasan untuk memberitahu Mama!" jawab Gandhi dengan ekspresi menantang sang Mama.
__ADS_1
"Oh iya berarti Mama juga sudah tau kalau Gandhi sudah menikah dengan wanita yang Gandhi cintai dan pastinya dia wanita normal yang bisa memberikan Gandhi keturunan!" ucap Gandhi.
"Persetan dengan semua itu! Mama sama sekali gak peduli! Surat cerai kamu dan Salsa gak akan pernah keluar karena sudah Mama handle! Dengan begitu kamu gak akan pernah bisa menikah resmi dengan perempuan ja.lang itu! Selamanya ja.lang itu hanya akan menjadi istri kedua!" balas Mama Zara.
Rahang Gandhi mengeras.
"Jangan pernah menyebut Yunda perempuan ja.lang Ma! Dia perempuan baik-baik!" bentak Gandhi.
"Mana ada perempuan baik-baik yang mau jadi istri kedua! Dia mau sama kamu karena harta kamu!" balas Mama Zara.
Kemudian, Mama Zara melempar sebuah map berwarna merah muda.
Gandhi membuka map merah muda itu. Ternyata itu surat talak untuk Yunda. Jelas saja Gandhi tidak mau menandatangani surat itu dan langsung merobek kertas itu.
"Jangan harap Gandhi menandatangani surat ini!" ucap Gandhi sambil melempar robekan-robekan kertas itu ke arah Mama Zara.
"Dasar anak kurang ajar kamu yah! Kamu baru beberapa bulan kenal sama perempuan itu sudah berani kurang ajar sama Mama yang udah ngelahirin kamu, udah ngerawat kamu dari bayi, memberikan pendidikan yang terbaik untuk kamu, memberikan semua yang kamu mau!" bentak Mama Zara.
"Apa susah tinggal meninggalkan perempuan itu dan pertahankan rumah tangga dengan Salsa!" kata Mama Zara lagi.
__ADS_1
"Ma! Mama boleh menyuruh Gandhi apa saja, asal jangan mengatur urusan hati Gandhi! Udah cukup selama ini Gandhi menuruti kemauan Mama, Gandhi udah dewasa Ma, Gandhi mau hidup bahagia dengan perempuan yang Gandhi cintai!" balas Gandhi.
"Oke, kalau kamu gak mau ninggalin dia, kalau begitu Mama buat dia yang ninggalin kamu! Jangan salahkan Mama kalau terjadi apa-apa dengan perempuan itu!" ucap Mama Zara mengancam.
"Jangan sentuh Yunda, Ma! Gandhi gak akan pernah maafin Mama kalau Mama menyakiti Yunda." geram Gandhi.
"Memangnya kamu mau apakan Mama kalau Mama menyakiti perempuan itu? Kamu mau memukul Mama? Mau meracuni Mama?" tanya Mama Zara.
"Sekarang semua pilihan ada ditangan mu, kalau kamu tidak mau Mama menyakiti perempuan itu, tinggalkan perempuan itu, Mama janji tidak akan menyentuh perempuan itu dan tidak akan mengambil semua barang yang sudah kamu berikan padanya. Tapi kalau kamu ngotot tidak ingin menalak perempuan itu, maka Mama akan menyakiti perempuan itu dan keluarganya tanpa belas kasihan!" ucap Mama Zara.
"Mama kasih kamu waktu berpikir sampai besok, jadi pikirkan baik-baik." kata Mama Zara lagi lalu keluar dari kamar utama.
"Shiiit!" umpat Gandi sambil memukul ranjang begitu Mama Zara keluar.
Sedangkan Mama Zara, begitu dia berada di luar kamar, dia langsung memerintahkan lima algojo-nya untuk menjaga ketat Gandhi dan Bayu, setelah itu baru Mama Zara keluar dari penthouse apartemen.
💋💋💋
Bersambung...
__ADS_1