
Jakarta.
Sejak pagi Gandhi sibuk mengurus perceraiannya dengan Salsa. Gandhi sengaja tidak memberitahu Yunda apa kesibukannya hari ini. Rencananya Gandhi ingin memberikan kejutan pada Yunda degan datang membawa surat cerai dengan Salsa ke hadapan Yunda.
Sayangnya meski Gandhi sudah mengeluarkan uang banyak, tetap saja surat cerai itu tidak bisa langsung keluar di hari itu juga. Gandhi harus bersabar sampai tiga hari lagi baru surat cerainya dengan Salsa keluar.
Rencananya setelah mendapat surat cerai itu, Salsa dan Zola akan langsung terbang ke Belanda, salah satu negara yang melegalkan pernikahan sesama jenis. Sedangkan Gandhi, sudah pasti dia akan melamar Yunda dengan benar.
💋💋💋
The Ritz Residence.
Diapartemennya Yunda merasa gelisah. Satu harian ini dia tidak melihat Gandhi. Gandhi tidak pergi ke kantor bahkan hanya menelpon Yunda agar Yunda membatalkan jadwal Gandhi hari ini.
Bahkan pesan dari Yunda pun tidak Gandhi balas.
"Mas Gandhi kemana sih? Apa dia marah yah sama aku gara-gara masalah kemaren?" lirih Yunda.
Esoka
Saat ini Yunda sedang di balkon. Ia berkali-kali menghela nafasnya sambil menatap bintang lalu beralih menatap gedung-gedung yang ada disekitaran apartemen.
Yunda kembalu membuka ponselnya dan membuka google lalu mengetik, salahkah mencintai suami orang?
Setelah mengetik itu di kolom pencarian, keluarkan satu kalimat yang membuat Yunda kembali menghela nafasnya kasar, karena jawaban yang keluar dari pertanyaan Yunda, adalah zina mata dan hati dan hukumnya haram.
Sebenarnya tanpa Yunda cari di google pun Yunda sudah tahu jawabannya seperti itu, tapi ia ingin mencari tahu saja siapa tahu saja ada sedikit celah yang membenarkan atas perasaannya pada Gandhi.
"Gak zina kalau udah dapet izin dari istri si suami." bisik Gandhi.
Gandhi sudah ada di belakang Yunda sejak Yunda mengetik di kolom pencarian di google. Melihat pertanyaan yang Yunda tanyakan pada google, Gandhi hanya tersenyum tipis, dia tahu siapa suami orang yang Yunda maksud, yah siapa lagi kalau bukan dirinya.
Jelas saja bisikan Gandhi itu membuat Yunda terkaget-kaget. Sontak Yunda menoleh ke belakang.
__ADS_1
"Mas Gandhi." kaget Yunda.
"Kenapa nanya gitu ke google? Jadi benerkan kamu gak mau nerima aku karena status aku?" tanya Gandhi.
"Apaan sih Mas, orang aku cuma iseng aja." jawab Yunda tak mau mengaku.
"Iseng tapi sampe menghela nafas gitu. Kenapa, kamu kecewa yah sama jawabannya google?" goda Gandhi.
"Makanya nanya-nya tuh yang lengkap, harusnya kamu tanya, salahkah mencintai suami orang yang istrinya itu kaum lesbian, gitu. Pasti google-nya jawab, yah gak lah, gas aja gas." kata Gandhi lagi.
"Cih apaan sih!" decih Yunda sambil mengalihkan pandangannya dari Gandhi.
"Kamu tenang aja Yun, aku sudah mengurus perceraian ku dengan Salsa, tinggal menunggu hakim ketok palu." ucap Gandhi.
Sontak Yunda menatap Gandhi lagi.
"Jadi gak ada lagi alasan kamu buat nutupin perasaan kamu." kata Gandhi lagi.
Saat Yinda sedang syok-syoknya dengan pengakuan Gandhi, tiba-tiba saja ponselnya berdering.
"Bapak." lirih Yunda.
"Siapa?" tanya Gandhi.
"Bapak di kampung." jawab Yunda.
"Aku jawab telepon ini dulu." izin Yunda.
Yunda pun menggeser tombol hijau sambil berjalan menjauhi Gandhi.
"Halo Pak." jawab Yunda.
"Yun, Ibu mu sakit, cepat pulang!" ucap Pak Yoto dengan suara cemas.
__ADS_1
"Ibu sakit apa Pak? Sudah di bawa ke puskesmas?" tanya Yunda.
"Tadi Pak Kades sama lima warga datang kesini Yun, mereka bicarain kamu, ada gosip tentang kamu yang jadi simpanan bos-bos di Jakarta, bahkan mereka punya foto kamu sama bos itu. Ibu kamu syok dan langsung pingsan." jawab Pak Yoto.
Yunda kaget sekaget-kagetnya.
"Warga minta kamu datang kesini untuk memberi penjelasan kalau gak keselamatan kami disini jadi taruhannya." kata Pak Yoto lagi.
"Ya udah Bapak gak usah khawatir, Yunda akan segera kesana." jawab Yunda.
"Sekarang Bapak fokus aja urus Ibu yah. Gak usah terlalu banyak berpikir, Yunda pasti datang dan menyelesaikan semua masalah ini." kata Yunda.
Panggilan berakhir.
"Ada apa?" tanya Gandhi yang samar-samar mendengar ucapan Yunda pada Bapaknya.
"Mas Rio bener-bener nyebar foto itu ke kampung Mas." jawab Yunda.
"Kok bisa? Kan dia lagi di sel sekarang dan di sel kan gak boleh megang hape." tanya Gandhi.
"Mungkin sebelum dia dimasukkin ke sel dia kirim foto itu ke Mbak Ratna dan meminta Mbak Ratna nyebar itu." jawab Yunda.
"Bener-bener mereka yah!" geram Gandhi.
"Aku harus berangkat ke Solo malam ini, gara-gara itu Ibu ku sakit." ucap Yunda.
"Besok pagi saja kita pergi." balas Gandhi.
"Kita?" tanya Yunda.
"Iya, kita. Kalau kamu aja yang pergi gak akan ada efek apa-apa. Yang ada nanti malah kamu di keroyok satu kampung, jadi aku harus ikut. Yang di foto itukan aku, jadi aku harus buka suara juga. Kita gak akan pergi berdua, aku akan bawa pengacara Batara dan tim-nya. Sekalian akan aku mau silahturahmi dengan mantan Kakak iparmu itu. Aku mau ajak dia staycation ke kantor polisi." jawab Gandhi.
💋💋💋
__ADS_1
Bersambung...