Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang

Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang
DSDKDSO BAB 59


__ADS_3

Kini Gandhi sudah sampai di kosan Yunda.


"Lama banget sih! Katanya sebentar lagi nyampe! Gak taunya bisa makan tiga piring ketoprak!" omel Angga yang duduk dilantai didepan kamar Yunda.


"Macet." jawab Gandhi santai.


"Cih! Klasik banget jawaban loe!" celetuk Angga.


"Sebenarnya ngapain loe nyuruh kita dateng kesini? Loe tau kan kita berdua ini bukan pengangguran, awas aja kalau gak penting!" tanya Derel.


"Orang yang gue suruh kalian bawa mana?" Gandhi malah mencari orang yang tadi dia suruh Angga dan Derel bawa.


"Tuh." jawab Angga sambil menunjuk tiga orang yang mereka bawa bersama mereka yang sedang berada di area jemuran.


"Woy, sini!" panggil Angga.


Tiga orang itu pun bergegas menghampiri Gandhi cs.


Selagi tiga orang itu berjalan menuju kamar Yunda, Gandhi membuka pintu kamar kos Yunda.


"Ada apa sih Gan?" tanya Derel penasaran.


"Bantu gue ngerasa barang-barang Yunda." Jawab Gandhi.


"Hah? Serius loe? Loe nyuruh kita berdua dateng pake bawa orang segala cum buat ngemas barang-barangnya Yunda?" kaget Angga.


"Tenang aja, ini gak cuma-cuma kok, gue bayar sebulan gaji loe berdua." jawab Gandhi yang tidak mau banyak cincong.


"Serius loe?" tanya Angga kesenangan.


"Hemh." jawab Gandhi.

__ADS_1


"Terus tiga orang itu?" tanya Angga.


"Kira-kira sejuta satu orang cukup kan yah?" tanya Gandhi.


"Cukup, cukup, udah lebih dari cukup malah." jawab Angga.


Tak lama ketiga orang itu sampai didepan kamar Yunda.


"Apa yang harus kita kerjain Pak?" tanya salah satu dari tiga orang itu.


"Ayo bantu aku mengemas barang-barang calon istri ku." jawab Gandhi.


Uhuk... Uhuk... Angga sampai tersedak air liurnya sendiri mendengar kata calon istri keluar dari mulut Gandhi.


Pukh... Pukh... Pukh...


Gandhi menepuk-nepuk punggung Angga.


"Serius loe Gan?" tanya Derel.


"Ya serius lah! Udah jangan banyak tanya, cepet kerjain, gue masih banyak urusan nih soalnya." jawab Gandhi.


Ketiga orang itu pun langsung bekerja mengemasi barang-barang Yunda.


"Kenapa Yunda harus pindah dari sini?" tanya Derel.


"Mantan suaminya Yunda muncul. Tadi kita ketemu di rumah sakit. Dan tadi mantan suaminya ngancem mau ambil Reesha. Dia mau pake cara licik dengan bilang kalau Yunda berselingkuh dengan gue, dengan begitu hak asuh Reesha bisa jatuh ke tangan mantan suaminya Yunda." jawab Gandhi.


"Tunggu, tunggu. Bukannya Yunda udah cerai? Ya kalau pun Yunda menjalin hubungan sama loe, gak jadi masalah dong seharusnya. Dia mau nuduh kalian pasangan selingkuh pun gak bisa karena status Yunda sama mantan suaminya kan udah cerai." tanya Derel.


"Setuju. Lagian, kalau dia gak punya bukti yang kuat kalian pasangan selingkuh, jatuhnya fitnah, dan loe bisa balik menggugat dia." timpal Angga.

__ADS_1


"Pertama, Yunda sama mantan suaminya belum cerai resmi secara negara. Alias masih cerai secara agama. Kedua, gue gak mau terlalu banyak drama gugat menggugat, gue lebih suka sat set sat set. Daripada waktu gue harus terbuang hanya berurusan sama polisi, mending gue bantu Yunda urus perceraiannya secara negara. Dan pake kuasa gue buat ngebungkam bacotnya." jawab Gandhi.


"Iya sih, loe punya duit, loe punya kuasa." celetuk Angga.


"Kalau begitu, kenapa dia harus pindah dari sini? Harusnya loe gak usah takut dong sama ancaman mantan suaminya Yunda?" tanya Derel.


"Iya bener tuh. Kenapa Yunda harus pindah dari sini? Apalagi kosan ini kan udah loe bayar setahun, rugi dong loe. " timpal Angga.


"Gak pa-pa lah rugi dikit, untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar." jawab Gandhi.


"Ah... gue tau, ini pasti modus loe aja kan biar Yunda nganggep loe Hero?" tanya Angga.


"Um... sebenarnya sih gak juga. Tapi karena mantan suaminya Yunda muncul, jadi sekalian lah." jawab Gandhi.


"Terus Yunda loe pindahin kemana?" tanya Angga.


"Tebak gue pindahin kemana?" Gandhi malah mengajak temannya main tebak-tebakkan.


Angga sab Derel kompak mengernyitkan kening mereka berpikir.


"Jangan bilang loe pindahin dia ke apartemen loe?" curiga Derel.


"Exactly." jawab Gandhi sambil menjentikkan jarinya di depan Derel.


Mata Derel dan Angga langsung melotot.


"Serius loe Gan?" tanya Angga dan dijawab dengan anggukkan kepala oleh Gandhi.


"Gila yah modus loe! Ini sih namanya mancing di air keruh!" ucap Derel.


"Salah, ini namanya tidak menyia-nyiakan kesempatan." balas Gandhi.

__ADS_1


💋💋💋


Bersambung...


__ADS_2