Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang

Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang
DSDKDSO BAB 118


__ADS_3

Celana Gandhi sudah teronggok diatas karpet bulu. Mas Gagah yang gagah perkasa sudah bebas dari jeruji kainnya. Tubuh Gandhi sudah polos los los los dibuat Yunda.


Sebelum mengecas Mas Gagah di dalam lubang cas-nya, Yunda memberi pijatan-pijatan lembut dengan kelima jarinya.


"Sssh... ouh..." des.ah Gandhi saat lima jari Yunda memijat turun naik Mas Gagah.


Mendengar des.ahan Gandhi, Yunda tersenyum tipis sambil melihat ekspresi Gandhi. Mata Gandhi yang merem melek dan bibir bawahnya yang dia gigit, terlihat sangat seksi dimata Yunda. Hasrat ingin memberikan full servis pada Gandhi semakin meronta-ronta dalam diri Yunda.


Yunda berhenti memijat dengan kelima jarinya dan menggantinya dengan mulutnya.


Gandhi terkaget saat merasakan Mas Gagah masuk ke dalam goa bergigi Yunda.


"Yun, gak usah sampe begitu Yun..." tegur Gandhi.


Yunda tak menghiraukan teguran Gandhi, dia hanya melirim Gandhi sambil lidahnya berputar-putar memainkan kepala plontos Mas Gagah.


Laki-laki mana yang tahan kalau kepala pelontos bawahnya di mainkan seperti itu? Begitu juga dengan Gandhi, Gandhi yang tadinya protes malah mengerang nikmat. Lama kelamaan, tangannya malah menuntun kepala Yunda untuk memperdalam Mas Gagah di dalam mulut Yunda.


Karena ukuran Mas Gagah yang cukup panjang dan besar, Yunda langsung mual saat Gandhi menekan kepalanya.


Yunda pun berhenti memijat Mas Gagah di dalam mulutnya, karena merasakan Gandhi yang sudah mulai menggila. Tapi, servis untuk Mas Gagah belum berakhir sampai pijatan dimulut.


Yunda berdiri dari posisinya yang berjongkok didepan Gandhi, lalu membuka jubah lingerienya dengan gaya yang erotis.

__ADS_1


Saat Yunda melakukan itu, Gandhi tersenyum tipis sambil matanya menatap Yunda dengan tatapan mesum.


Apa benar ini Yunda? Kenapa dia hot sekali malam ini seperti kucing betina yang sedang bira.hi. Gumam Gandhi dalam hati.


Setelah melepas jubah lingerienya, perlahan Yunda menurunkan satu persatu tali lingerinya hingga lingeri yang menutupi semua aset pribadi Yunda terpampang nyata di depan Gandhi. Sengaja memang Yunda tidak memakai kacamata kain dan segitiga berenda agar tidak memakan waktu.


Gandhi menelan salivanya susah payah saat pabrik susu Yunda dan cemimaw tempat lubang cas Mas Gagah terpampang nyata di depan matanya.


Ingin sekali Gandhi menarik tangan Yunda dan memasukkan Mas Gagah ke dalam lubang cas Yunda, tapi...


Tenang... Tenang... Tahan... Tahan...


Gandhi mencoba menahan hasratnya yang sudah di ubun-ubun demi merasakan servis-an dari Yunda.


Yunda kembali berjongkok di depan Gandhi dan kembali memijat Mas Gagah, tapi kali ini dia memijat Mas Gagah dengan cara menjepit Mas Gagah di tengah-tengah pabrik susu-nya.


Kalau biasanya kejepit itu rasanya sakit, tapi kejepit yang ini rasanya sangat berbeda, rasanya enak sampai ke ubun-ubun.


Des.ahan, erangan dan racauan tak henti-hentinya keluar dari mulut Gandhi saat Mas Gagah dipijat jepit oleh Yunda.


Puas memijat Mas Gagah dengan jepitan pabrik susu, Yunda pun berhenti. Dia kembali berdiri dari posisi jongkoknya lalu naik keatas pangkuan Gandhi. Sudah saatnya memasukkan Mas Gagah kedalam lubang cas.


Namun, sebelum Mas Gagah di cas, Yunda menggoyang-goyangkan pinggulnya terlebih dulu diatas Mas Gagah untuk memberi sensasi geli-geli nikmat pada Mas Gagah.

__ADS_1


"Kamu kok agresif banget sih malam ini Yun? Kayak kucing betina yang lagi bira.hi." Ucap Gandhi.


Yunda tersenyum tipis.


"Tapi kamu suka kan Mas?" tanya Yunda sambil menggerakkan pinggulnya dengan erotis.


"Suka banget Sayang. Sering-sering yah agresif kayak gini." jawab Gandhi.


Yunda kembali tersenyum tipis lalu mencium bibir Gandhi dengan rakus dan dibalas Gandhi tak kalah rakus.


Setelah satu menit berciuman rakus, Gandhi melepaskan ciumannya.


"Aku gak tahan lagi Yun! Aku masukin yah." ucap Gandhi dengan suara yang berat.


Yunda yang juga sudah tidak tahan ingin merasakan tusukan Mas Gagah pun menganggukkan kepalanya.


Melihat Yunda mengangguk, Gandhi menaikkan sedikit bokong Yunda lalu mengarahkan Mas Gagah menuju lubang cas-nya, dan...


Arrrrgh...


Gandhi dan Yunda pun kompak mengerang saat Mas Gagah berhasil terbenam sempurna di dalam lubang cas.


💋💋💋

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2