Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang

Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang
DSDKDSO BAB 85


__ADS_3

Urusan dengan warga selesai. Setelah pertemuan di balai desa, para warga pun meminta maaf pada Yunda dan kedua orangtuanya karena takut di pidanakan Gandhi.


Sekarang lanjut mengurus Ratna si biang fitnah.


Sebelum pergi ke kota mendatangi Ratna, Yunda mengajak Bapak dan Ibunya ikut ke kota untuk sekalian memeriksakan kondisi Bu Ambar. Awalnya Bu Ambar menolak, tapi karena Yunda terus memaksa akhirnya Bu Ambar pun mau.


Pukul 15.00


Jam sudah menunjukkan pukul tiga siang. Rombongan Gandhi-Yunda baru tiba di kota.


Sebelum mendatangi Ratna, Yunda dan Gandhi singgah ke rumah sakit terlebih dulu sedangkan mobil lainnya lanjut ke kantor polisi, mereka ingin didampingi polisi saat mendatangi Ratna.


Sesampainya di rumah sakit, ternyata tekanan darah Bu Ambar tinggi, dokter pun menyarankan Bu Ambar untuk dirawat. Setelah Bu Ambar di pindahkan ke kamar rawat, barulaj Yunda dan Gandhi menyusul Bayu, pengacara Batara dan tim-nya ke kantor polisi.


Sesampainya di kantor polisi, Yunda dimintai keterangan terlebih dulu oleh polisi. Setelah Yunda selesai memberi keterangan barulah mereka lanjut ke rumah Bu Marni karena Ratna masih tinggal bersama Bu Marni dengan di dampingi dua oranb polisi.


Saat mereka sampai dirumah Bu Marni, ternyata rumah itu kosong. Yunda mencoba menghubungi Ratna tapi Ratna tidak menjawab telepon Yunda. Yunda pun menghubungi Arya, suami Ratna, dan hasilnya sama saja Arya juga tidak menjawab telepon Yunda.


"Gimana ini Mas, Mbak Ratna dan Mas Arya gak jawab telepon." ucap Yunda pada Gandhi.


"Gimana kalau besok lagi kita kesini?" Gandhi meminta pendapat Bayu dan pengacara Batara.

__ADS_1


"Oke, gak jadi masalah Pak." jawab pengacara Batara.


"Bay, kosongin jadwal sampai tiga hari kedepan yah. Kita baru balik ke Jakarta kalau masalah ini bener-bener selesai." perintah Gandhi pada Bayu.


"Apa gak sebaiknya Pak Gandhi pulang aja?biar kami yang mengurus masalah ini." saran Bayu.


Gandhi menggelengkan kepalanya.


"Saya mau kenalan langsung sama yang namanya Ratna itu. Rasanya gak afdol aja mau ajak orang staycation tapi kita gak pernah lihat siapa orangnya." jawab Gandhi.


"Ya sudah terserah bapak kalau gitu." jawab Bayu.


Sebelum masuk ke mobil, Gandhi meminta polisi mengerahkan satu orang anggotanya untuk mengintai rumah Bu Marni, siapa tahu saja nanti malam Ratna atau suaminya sudah pulang, jadi mereka bisa langsung balik ke rumah Bu Marni tanpa harus menunggu besok.


Gandhi dan Yunda pun masuk ke dalam salah satu mobil dan pergi menuju rumah sakit, sedangkan Bayu, pengacara Batara naik ke mobil yang lain dan pergi ke hotel.


💋💋💋


Rumah sakit.


"Jadi Nak Gandhi ini bos-nya Yunda yang ada di foto itu?" tanya Bu Ambar.

__ADS_1


Gandhi menganggukkan kepalanya.


"Jadi waktu itu saya dan Yunda baru mengantar Reesha imunisasi di rumah sakit. Nah, disitu kami bertemu dengan mantan suami Yunda. Sebelum foto itu disebar di kampung, sebenarnya mantan suami Yunda sudah mengancam Yunda lebih dulu, kalau Yunda tidak mau bayar rumah sakit Ibu-nya, tapi karena Yunda gak mau ngasih uang sama mantan suaminya dan bahkan sekarang mantan suaminya Yunda sudah mendekam di penjara, kakak-nya lah yang nerusin nyebar fitnah itu ke kampung." ucap Gandhi.


"Nak Rio di penjara? Kok bisa di penjara?" tanya Bu Ambar.


"Karena dia sudah melakukan penipuan, Bu. Dia udah taro nama Yunda jadi penanggung jawab Bu Marni di rumah sakit. Bukan cuma itu aja, bahkan Mas Rio juga nelantarin Bu Marni di rumah sakit." jawab Yunda.


"Dia bakal kena pasal berlapis lah pokoknya, penipuan, penelantaran, pemerasan dan satu lagi pencemaran nama baik." timpal Gandhi.


"Astaga Nak Rio." kaget Bu Ambar.


"Pokoknya siapa pun yang sudah memfitnah Yunda tidak akan pernah saya maafkan, mereka semua harus tinggal di hotel prodeo!" kata Gandhi lagi.


"Nak Gandhi ini sangat perhatian dengan Yunda, sebenarnya apa hubungan kalian? Kok Bapak merasa kalian bukan seperti atasan dan bawahan yah? Apa ada sesuatu di antara kalian? Jujur!" tanya Pak Yoto curiga.


Wajar dong curiga, Gandhi memperkenalkan diri sebagai bos-nya Yunda, tapi perhatian Gandhi ke Yunda melewati batas.


💋💋💋


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2