
"M-m-mbak Reesha, ka-kamu kok disini?" cicit Yunda saat melihat Reesha.
"Jadi Reesha bukan anak Papa?" Bukannya menjawab pertanyaan Yunda, Reesha malah balik bertanya.
Dia mendengar semua pembicaraan Gandhi dan Yunda. Niat Reesha naik ke lantai tiga sebenarnya ingin memberikan papper jam tangan couple yang tadi Gandhi belik untuknya dan Yunda, tapi papper jam tangan itu terbawa bersama barang belanjaan Reesha.
Begitu sampai di lantai tiga, Reesha malah di kejutkan dengan obrolan kedua orangtuanya yang dengan jelas mengatakan kalau dirinya bukan anak kandung Gandhi.
"Kamu ngomong apa sih Mbak? Ya kamu anak kami lah." jawab Yunda.
"Jangan bohongin Reesha, Bu! Reesha udan dengar semua pembicaraan Ibu sama Papa!" teriak Reesha.
"Pantes aja nama adik-adik ada Putra Gandhi dan Putri Gandhi, sedangkan nama Reesha, Dahayu Gandhi! Itu karena Reesha bukan putri Papa, iya kan!" lanjut Reesha.
"Gak gitu Mbak. Dengerin penjelasan Ibu dulu."
"Reesha gak mau denger apa-apa! Ibu sama Papa jahat udah bohongin Reesha!"
Reesha pun berlari menuju lift meninggalkan Gandhi dan Yunda.
"Reesha, tunggu! Kamu salah paham Mbak, dengerin penjelasan Ibu dulu." Yunda berusaha mengejar Reesha tapi Gandhi menahan tangan Yunda.
"Biar aku aja yang ngomong sama Reesha." ucap Gandhi.
__ADS_1
"Tapi Mas-"
"Aku yang memulai merahasiakan semua ini, jadi aku juga yang akan memberi penjelasan pada Reesha. Kamu tunggu aja aku di kamar. Oke." potong Gandhi lalu mengecup kening Yunda sebelum meninggalkan Yunda untuk mengejar Reesha.
Setelah Gandhi pergi, Yunda langsung masuk ke kamar sesuai perintah Gandhi.
"Apa yang aku takutkan selama ini kejadian juga. Bagaimana kalau Reesha marah sama aku karena sudah merahasiakan masalah ini? Bagaimana kalau Reesha ingin bertemu dengan Mas Rio? Aku harus apa?" monolog Yunda.
💋💋💋
Sesampainya di lantai bawah, Gandhi langsung masuk ke kamar Reesha, tapi Reesha tak ada disana. Gandhi pun mencari ke kamar adik-adik Reesha tapi di kamar adik-adik Reesha atau di ruangan lain di lantai dua itu juga tak ada Reesha.
Karena di lantai dua tidak ada, Gandhi pun turun ke lantai satu. Gandhi langsung ke luar dan menanyakan pada satpam apa Reesha keluar dan satpam mengatakan tidak ada yang keluar. Gandhi bernafas lega mendengar itu.
Gandhi berjalan mendekati Reesha kemudian ikut duduk di sebelah Reesha.
Melihat Reesha menangis, Gandhi belum berani mengeluarkan sepatah kata apa pun, dia membiarkan Reesha meluapkan tangisannya terlebih dahulu.
Setelah hampir lima belas menit, disaat Reesha sudah lebih tenang barulah Gandhi mulai bicara.
"Sudah lebih baik?" tanya Gandhi.
Reesha menjawab dengan anggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Apa kamu mau mendengar penjelasan Papa?" tanya Gandhi.
Reesha menatap Gandhi.
"Jadi Reesha bukan anak Papa?" tanya Reesha.
"Kamu anak Papa, Sayang. Selamanya anak Papa." jawab Gandhi sambil menyeka sisa air mata yang membasahi wajah Reesha.
"Tapi tadi-"
"Makanya mau dengerin penjelasan Papa gak?" potong Gandhi.
Reesha pun mengangguk.
"Tapi sebelum kamu mendengar penjelasan Papa, kamu harus percaya kalau Papa sangat menyayangi mu sama seperti Papa menyayangi Ghaylan, Gamil dan Mirah." ucap Gandhi.
Reesha kembali mengangguk sambil menangis. Dari kata-kata Gandhi seolah sudah menjawab pertanyaan Reesha bahwa dia memang bukan anak kandung Gandhi.
Gandhi menarik nafasnya dalam-dalam lalu membuangnya perlahan sebelum mulai menceritakan pada Reesha kejadian lima belas tahun lalu saat pertama kali Gandhi bertemu Yunda dan Reesha.
"Jadi Sha, dulu saat Papa bertemu dengan Ibu mu, umur mu belum genap satu bulan. Saat itu Ibu mu sedang mencari air panas untuk membuatkan mu susu. Kamu di letakkan begitu saja oleh Ibu mu di belakang pub. Papa yang melihat itu mengira Ibu mu ingin membuang mu. Tapi ternyata Papa salah, Ibu mu hanya mau masuk ke pub minta air panas." Gandhi mulai bercerita.
💋💋💋
__ADS_1
Bersambung dulu ah biar othor di hujat ðŸ¤ðŸ¤