
"Ekhem." Rio berdehem.
Sontak Reesha melepaskan pelukannya dari tubuh Gandhi.
"Aku telepon Mbak Ratna dan kasih tau kalau Reesha ada disini. Aku juga ngajak dia ikut jalan-jalan sama kita, gak pa-pa kan?" tanya Rio.
Gandhi melirik Reesha sesaat lalu menjawab pertanyaan Rio.
"Gak pa-pa, asal Mbak mu itu gak bikin ulah dan buat hati aku dongkol! Ingat, hati aku ini sensitif, sesensitif pan.tat bayi!" jawab Gandhi.
Rio hanya memutar bola matanya malas lalu menutup warungnya.
Setelah hampir lima belas menit menunggu kedatangan Mbak Ratna, Rosa beserta suaminya, akhirnya yang di tunggu-tunggu pun datang juga dengan dua mobil rental.
Satu mobil rental di kendarai oleh pemilik rental yang di ketahui masih keluarga dengan suami Rosa.
Begitu turun dari mobil, Ratna mematung saat melihat sosok Reesha.
Apa itu Reesha, keponakan ku? Dia sudah besar sekarang, sudah jadi anak gadis. gumam Ratna dalam hati.
"Reesha cantik yah Mbak sekarang." ucap Rosa dan di jawab dengan anggukkan kepala oleh Ratna.
__ADS_1
Rio, Gandhi, Reesha dan dua bodyguard Gandhi berjalan mendekati Rosa dan Ratna.
"Reesha..." lirih Ratna sambil matanya tak henti-henti menatap Reesha. Sorot mata Ratna mengandung rasa penyesalan. Andai saja waktu bisa dia putar kembali, dia ingin memutar waktu dari hari pertama Yunda menjadi adik iparnya. Dia ingin memperlakukan Yunda dengan baik.
Rio menyikut lengan Gandhi untuk memberi kode pada Gandhi agar memperkenalkan Reesha dengan Budhe dan Buliknya.
"Sha, kenalin ini Bu Ratna, kakaknya Om Rio dan ini Bu Rosa, adiknya Om Rio dan ini Pak Jomar, suaminya Bu Rosa. " ucap Gandhi.
Reesha mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Ratna, Rosa dan suami Rosa.
"Reesha." ucap Reesha sambil bersalaman.
Reesha hanya tersenyum tipis.
"Ayo, ayo kita berangkat." ajak Rio. Dia tidak ingin Ratna meneruskan membahas masa lalu, semakin di bahas, hati Rio semakin sakit.
Reesha langsung merangkul lengan Gandhi, mereka pun masuk di mobil pertama dan duduk di kursi belakang bersama salah satu bodyguard Gandhi, sedangkan bodyguard Gandhi yang satu lagi naik ke mobil yang sama dengan Rio, Ratna, Rosa dan suami Rosa, di mobil kedua, suami Rosa lah yang menyetir.
Mereka pun melajukan mobilnya dari depan ruko Rio. Perjalan pertama mereka adalah ke restoran bintang lima, mereka ingin mengisi perut mereka sebelum lanjut mengelilingi Ibukota Filipina itu.
💋💋💋
__ADS_1
Setelah selesai mengisi perut, Jomar yang asli orang Filipina pun mengajak rombongan untuk pergi ke Malacanang Palace, sebuah istana yang sangat bersejarah di negara Filipina.
Setelah mengunjungi Malacanang Palace, Jomar membawa rombongan untuk mengunjungi Rizal Park. Lagi, lagi selain Rizal Park adalah taman yang memiliki banyak spot foto yang bagus, Rizal Park ini juga merupakan tempat bersejarah karena ada banyak sekali patung tokoh dan pahlawan dari Filipina.
Setelah mengunjungi dua tempat, hubungan Reesha dengan Budhe dan Buliknya mencair. Gandhi memang sengaja membiarkan Ratna dan Rosa mendekati Reesha mulai dari Malacanang Palace tadi. Jadi saat sampai di Rizal Park ini, Reesha yang orangnya memang periang, tanpa malu-malu lagi mengajak Budhe dan Buliknya itu berfoto bersama.
Bukan hanya dengan Budhe dan Buliknya, tapi dengan Rio juga. Ada juga foto Reesha dan Rio yang hanya berdua dan sudah pasti ada foto Reesha bersama dengan kedua ayahnya, ayah biologis dan ayah batiniahnya.
Setelah dari Rizal Park, mereka pun pergi ke Mall of Asia untuk berbelanja oleh-oleh di salah satu toko oleh-oleh yang cukup terkenal.
Lagi dan lagi, kalau yang namanya belanja apalagi untuk istri dan anak-anaknya, Gandhi selalu khilaf. Apa yang di lihatnya bagus dan unik tanpa melihat harga, Gandhi langsung memasukkannya ke dalam keranjang.
Rio, Ratna dan Rosa sampai geleng-geleng kepala melihat belanjaan Gandhi.
Sangking banyaknya belanjaan Gandhi, mereka yang datang hanya membawa satu koper, mau tidak mau harus membeli beberapa koper lagi untuk tempat oleh-oleh mereka.
Habis lah kau Gandhi kena omel Yunda sampai di Jakarta nanti.
💋💋💋
Bersambung...
__ADS_1