Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang

Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang
DSDKDSO BonChap 15


__ADS_3

Karena hari sudah malam, sebelum pergi ke hotel karena besok pagi Gandhi, Reesha dan dua bodyguardnya harus kembali ke Indonesia, mereka pun makan malam bersama.


Lagi, lagi Gandhi minta diantarkan ke restoran bintang lima dan memesan ruangan VIP untuk mereka tempati.


"Jadi kalian besok pagi pulang?" tanya Ratna.


"Iya Budhe." jawab Reesha. Dia sudah tidak canggung memanggil Ratna, Budhe dan Rosa, Bulik. Tapi kalau Rio, dia tetap memanggil Om.


"Kenapa sebentar sekali? Padahal Budhe masih kangen banget sama kamu." ucap Ratna.


"Dia harus sekolah, dan sekolahnya itu sekolah internasional jadi gak bisa lama-lama libur." jawab Gandhi.


"Oh." balas Ratna.


"Nanti kalau libur sekolah, Reesha dateng lagi yah ke Filipina, ajak Ibu dan adik-adik mu sekalian." ucap Rosa.


"Gak bisa. Rencananya libur sekolah nanti, kami sekeluarga mau ke Jerman, mengunjungi Kakek dan Neneknya disana." lagi, lagi Gandhi yang menjawab.


Rosa pun diam.


"Kenapa Budhe dan Bulik saja yang datang ke Indonesia. Kalian juga sudah lama kan gak pulang ke Indonesia? Memangnya kalian gak kangen dengan keluarga kalian di Indonesia?" tanya Reesha.


Rio, Rosa dan Ratna saling pandang.


"Iya, nanti kalau ada waktu kami akan pulang ke Indonesia." jawab Rosa.

__ADS_1


Sedangkan Ratna dan Rio hanya menundukkan wajah mereka karena hanya mereka berdua yang sudah membuat perjanjian dengan Gandhi untuk tidak lagi menginjakkan kaki di Indonesia. Bahkan tiga tahun yang lalu, Ratna, Rio dan Rosa sudah menjadi warga negara Filipina.


Kalau Rosa, Gandhi tidak punya perjanjian apa-apa dengannya karena Rosa tidak pernah mengusik hidup Yunda, tapi karena dia sudah menikah dengan orang Filipina, dan dua kakaknya sudah menetap di Filipina, jadi tak ada alasan untuk dia pulang ke Indonesia, walaupun sebenarnya dia sangat merindukan tanah airnya, dan sangat rindu mengunjungi rumah abadi sang Ibu.


Makan malam selesai.


Mereka pun keluar dari restoran itu.


"Gan, ada yang mau aku omongin." ucap Rio saat mereka baru keluar dari restoran.


"Sha, duluan ke mobil, Papa ngomong dulu sama Om Rio." ucap Gandhi pada Reesha dan di jawab dengan anggukkan kepala oleh Reesha.


Reesha pun melanjutkan langkahnya bersama dengan Ratna, Rosa, Jomar, si pemilik mobil rental dan salah satu bodyguard Gandhi, sedangkan bodyguard Gandhi yang lainnya tetap stay bersama Gandhi.


"Soal perjanjian kita itu, apa-"


"Pulang lah kalau kalian mau pulang ke Indonesia. Tapi kalian tidak boleh stay di Indonesia, kalian tetap tinggal di Filipina!" potong Gandhi.


Karena obrolan saat makan tadi, Gandhi jadi berpikir untuk berdamai dengan keadaan, toh Reesha juga sudah tau tentang Rio dan nyatanya Reesha tetap memilih untuk stay bersama Yunda dan Gandhi, jadi apa lagi yang harus di takuti Gandhi.


"Yang benar?" tanya Rio tak percaya.


"Hemh. Tapi bukan berarti kamu bisa bebas bertemu dengan Reesha! Kalau kamu mau bertemu Reesha di Indonesia, kamu harus minta izin dulu sama saya! Ingat, sama saya bukan sama Yunda! Jangan coba-coba kamu menghubungi Yunda, ku lempar kamu ke antartika!" jawab Gandhi.


"Makasih Gan. Dari keluar penjara sampai sekarang aku belum pernah sekalipun mengunjungi makam Ibu ku, aku ingin minta maaf di makam Ibu ku karena aku pernah menelantarkannya saat di rumah sakit." ucap Rio.

__ADS_1


"Mbak Ratna juga kangen sama anak semata wayangnya, sudah lima belas tahun dia tidak bertemu dengan anak semata wayangnya dan hanya bisa komunikasi lewat video call." lanjut Rio.


"Itu semua kan salah kalian! Seandainya kalian tidak cari gara-gara dengan saya, mana mungkin kalian akan saya asingkan seperti ini. Tapi walau kalian saya asingkan, saya tetap menjamin hidup kalian, jadi saya tidak jahat-jahat amat lah." balas Gandhi lalu berjalan menuju parkiran menyusul Reesha yang sudah menunggunya di mobil.


Rio terkekeh kecil mendengar perkataan Gandhi lalu menyusul Gandhi dari belakang.


💋💋💋


Mulai dari hari itu semua masa lalu mereka kubur dalam-dalam, mereka pun menjalin komunikasi yang sangat baik, Rio, Rosa dan Ratna setahun sekali pasti pulang ke Indonesia. Selain untuk bertemu dengan Reesha, mereka bertiga tak lupa mengunjungi makam Bu Marni.


Walau hubungan sudah membaik, Reesha tetap memanggil Rio dengan panggilan Om dan Gandhi tetap tidak mengizinkan Rio bertemu dengan Yunda.


Setelah lima belas tahun menduda, Rio pun menikah lagi dua tahun setelah kedatangan Gandhi dan Reesha ke Filipina dengan seorang janda beranak dua, dimana anak pertamanya berusia delapan tahun dan anak keduanya berusia tiga tahun.


Di pernikahan keduanya ini, Rio memperlakukan istri dan anak sambungnya dengan sangat baik. Dia tidak ingin melakukan kesalahan seperti di pernikahannya pertama.


Sosok Gandhi adalah sosok yang menginspirasinya untuk menjadi suami dan ayah yang baik untuk anak sambungnya hingga anak sambungnya nanti bisa menyayanginya melebihi ayah kandungnya. Seperti Reesha yang begitu menyayangi Gandhi ketimbang dirinya.


Setelah Rio menikah, barulah Gandhi mengizinkan Yunda dan Rio bertemu. Pertemuan mereka pertama adalah saat hari pernikahan Rio.


Mulai hari itu, dua keluarga itu pun hidup bahagia.


💋💋💋


SELESAI.

__ADS_1


__ADS_2