
Rumah sakit.
Setelah mendapat ide licik, Rio pun keluar dari kamar rawat Ibu-nya. Rio pergi ke bagian administrasi.
"Siang Pak, ada yang bisa dibantu?" tanya pegawai administrasi.
"Um... begini Bu, saya mau lihat informasi yang saya kasih waktu pertama mendaftar." jawab Rio.
"Ada apa yah Pak?" tanya pegawai administrasi.
"Ponsel saya hilang, sedangkan saya mau keluar sebentar ada urusan bisnis, takutnya saat saya keluar nanti, Ibu saya kenapa-kenapa, terus pihak rumah sakit tidak bisa menghubungi ponsel saya. Jadi saya mau mengganti dengan nomor adik saya saja. Bisa Bu?" jawab Rio.
"Bisa Pak. Berapa nomornya?" jawab pegawai itu.
Rio pun memberikan nomor Yunda.
Setelah mengganti semua informasi keluarga penanggung jawab dengan data-data Yunda, Rio pun kembali ke kamar rawat Bu Marni.
Sesampainya di kamar rawat, cepat-cepat Rio membereskan barang-barangnya.
Melihat Rio membereskan barang-barangnya, Bu Marni pun memanggil Rio.
__ADS_1
"Yo..." panggil Bu Marni susah payah.
Rio pun menoleh.
"A-a-na? (Kemana?)" tanya Bu Marni.
Rio mendekati ranjang Ibunya lalu menulis sesuatu di note.
Maafin Rio, Bu, Rio gak sanggup bayar biaya pengobatan Ibu. Jadi dengan terpaksa, Rio mau balik ke Solo. Tapi Ibu tenang aja, Rio udah kasih nomor Yunda untuk mengganti Rio menjadi keluarga penjamin.
Setelah selesai menulis, Rio pun memberikan note itu pada Ibunya lalu lanjut membereskan barang-barangnya.
Mata Bu Marni membulat lebar.
Tapi Rio tidak memperdulikan ucapan Bu Marni yang belepotan. Setelah selesai membereskan barang-barangnya Rio pun keluar dari kamar rawat Ibu-nya.
Melihat Rio pergi, Bu Marni pun berusaha turun dari ranjangnya, karena keadaannya yang setengah lumpuh, Bu Marni akhirnya terjatuh dari ranjang dan pingsan.
Lima belas menit kemudian, perawat yang ingin mengontrol kondisi Bu Marni masuk kedalam kamar rawat Bu Marni.
Betapa terkejutnya perawat itu saat melihat Bu Marni sudah tergeletak di lantai. Perawat itu pun keluar dari kamar Bu Marni untuk memanggil dokter sekaligus memanggil rekannya untuk membantunya memindahkan Bu Marni kembali keranjang.
__ADS_1
Tak lama dokter pun masuk ke kamar rawat Bu Marni.
"Ada apa ini?" tanya dokter sambil memeriksa kondisi Bu Marni.
"Tadi waktu saya masuk, pasien sudah tergeletak dilantai dok." jawab perawat yang pertama kali menemukan Bu Marni.
"Saya menemukan ini dok, mungkin karena ini pasien berusaha turun dari tempat tidur sendiri." kata perawat yang lainnya sambil memberikan pesan Rio yang tadi ditulis di note.
Dokter pun mengambil note itu dan membacanya. Setelah membacanya dokter menghela nafasnya kasar sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Suruh pihak keamanan mengecek cctv dan minta nomor ponsel keluarga pasien yang lainnya lalu hubungi." perintah dokter pada perawat yang memberikan note itu.
"Baik dok." jawab perawat itu lalu keluar dari kamar rawat Bu Marni.
"Siapkan ruang rontgen, sepertinya kepalanya terbentur lantai, takutnya ada pendarahan lain di kepalanya." perintah dokter pada perawat yang menemukan Bu Marni.
"Baik dok." jawab perawat itu.
Setelah memeriksa Bu Marni, dokter itu pun keluar dari kamar rawat Bu Marni dan berjalan menuju ruang rontgen untuk memeriksa kepala Bu Marni.
Dan benar saja dugaan dokter, ada pendarahan di otak Bu Marni akibat terbentur di lantai.
__ADS_1
💋💋💋
Bersambung...