Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang

Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang
DSDKDSO BonChap 11


__ADS_3

"Gimana? Masih mau ketemu atau batal?" tanya Gandhi, dia bisa melihat ketakutan di raut wajah Reesha.


"Mau Pa." jawab Reesha.


"Ya udah, ayo turun." balas Gandhi.


Gandhi pun keluar dari mobil lebih dulu.


Begitu Gandhi keluar, Rio langsung menegakkan punggungnya.


Tak lama setelah Gandhi keluar, barulah Reesha yang keluar dari taksi.


Dan Rio pun langsung berdiri dari duduknya begitu melihat Reesha.


Apa... apa... apa gadis itu adalah anak ku? gumam Rio dalam hati.


"Hei!!! Apa begitu cara mu menyambut tamu?" teriak Gandhi.


Sontak Rio pun tersadar dari lamunannya, kemudian mematikan rokoknya lalu berjalan mendekati Gandhi dan Reesha.


"Kenapa gak ngasih tau kalau mau datang?" tanya Rio.


"Kalau di kasih tau namanya bukan kejutan!" jawab Gandhi.


"Gadis ini..."


"Minggir, kami mau masuk!" cepat-cepat Gandhi menarik tangan Reesha dan membawa Reesha masuk ke dalam ruko dan disusul Rio dari belakang.


Kini mereka sudah berada di ruang tengah.

__ADS_1


"Kamu tuh yah jorok banget jadi orang! Puntung rokok dimana-mana, baju kotor juga bukannya di masukin ke ember malah di serakin di sini!" omel Gandhi karena melihat ruko yang dia berikan untuk di tinggali Rio sangat kotor dan berantakan.


"Namanya juga gak ada perempuan yang mengurus, jadi yah begini." jawab Rio.


"Makanya nikah!" balas Gandhi.


"Mau nikah sama siapa?!"


"Yah sama perempuan lah! Kan banyak perempuan cantik disini!" jawab Gandhi.


"Yang cantik banyak, yang seksi juga banyak tapi yang seperti Yu-"


Belum juga Rio selesai bicara Gandhi langsung memberi pelototan tajam pada Rio.


"Hehehe... becanda, becanda." ucap Rio.


"Oh iya lupa!" balas Rio.


"Kalian mau minum apa?" tanya Rio.


"Kamu mau minum apa Sha?" Gandhi bertanya pada Reesha terlebih dulu.


"Apa aja Pa." jawab Reesha.


"Karena kami baru sampe, jadi jus alpukat dua." ucap Gandhi pada Rio.


"Gak usah yang aneh-aneh! Di sini cuma ada minuman soda!" balas Rio.


"Loh tadi kan kamu yang tanya kami mau minum apa, giliran kami minta jus alpukat kamu bilang lagi jangan aneh-aneh! Gimana sih jadi tuan rumah kok gak ramah banget!" omel Gandhi.

__ADS_1


Rio tidak membalas, bukan karena dia tidak mau tapi dia ingin menjaga image di depan gadis yang dia yakini adalah putrinya.


Rio pun meninggalkan Reesha dan Gandhi, dia pergi ke depan untuk mengambil minuman soda dari showcase yang ada di warung.


"Udah datang gak bilang-bilang, sekarang dia mau buat aku kelihatan jelek dimata anak aku!" dumel Rio sambil mengambil dua botol minuman soda dari showcase.


"Kalian, kalau mau minum ambil aja dari sini yah." ucap Rio pada dua bodyguard Gandhi.


"Sip." jawab salah satu bodyguard sambil mengacungkan jari jempolnya.


Dengan dua botol minuman soda di tangannya, Rio pun kembali ke ruang tengah lalu meletakkannya di atas meja.


"Kamu gak masukin sianida kan?" tanya Gandhi.


"Kalau aku mau racunin kamu, udah dari dulu aku lakuin itu! Kenapa harus nunggu lima belas tahun!" jawab Rio.


Gandhi hanya terkekeh kecil.


"Gadis ini, apa dia Reesha?" tanya Rio sambil menatap Reesha yang duduk di sebelah Gandhi.


Gandhi menoleh ke arah Reesha. Reesha dan Gandhi saling tatap lalu tak lama Gandhi menganggukkan kepalanya seolah memberi kode pada Reesha untuk memperkenalkan dirinya pada Rio.


"Iya, saya Reesha, Om." jawab Reesha.


Nyes. Hati ayah mana yang tidak pedih saat mendengar anak kandungnya, hasil goyangannya dan muntahan pipit nya memanggilnya dengan panggilan Om.


💋💋💋


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2