
"Di hari pertemuan Papa dengan mu dan Ibu mu, justru kamu lah yang menarik perhatian Papa. Usia mu kurang dari satu bulan, tapi kamu harus di bawa Ibu mu merantau ke Jakarta untuk mencari kerja saat Papa menanyakan keberadaan ayah kandung mu, Ibu mu bilang kalau Ibu mu dan ayah kandung mu sudah bercerai." lanjut Gandhi.
"Mulai hari itu, atas dasar kasihan Papa memberi perhatian lebih untuk mu dan Ibu mu. Sampai akhirnya rasa kasihan itu berubah menjadi perhatian yang tulus dan penuh cinta untuk kalian. Perjuangan Papa dan Ibu mu sampai di titik ini tidak mudah, karena dulu sebelum Papa menikah dengan Ibu mu, status Papa juga bukan lajang alias suami orang. Kamu ingat kan Aunty Salsa? Sebenarnya dia mantan istri Papa. Tapi kami sepakat untuk berpisah secara baik-baik karena dulu saat Papa menikah dengan Aunty Salsa, kami di jodohkan. Aunty Salsa punya orang yang di cintainya dan Papa juga sudah menemukan orang yang Papa cintai dan ingin menjadi prioritas hidup Papa, yaitu Ibu mu dan kamu." kata Gandhi lagi.
"Setelah Papa dan Ibu mu menikah, Papa yang terlalu sangat menyayangi mu seperti anak kandung Papa sendiri, Papa gak rela kalau kamu tau siapa ayah kandung kamu, Papa yang melarang Ibu mu menjalin komunikasi dengan ayah kandung mu dan keluarganya, walaupun Papa tau dan sadar betul kalau suatu saat rahasia ini akan terbongkar, tapi Papa tetap gak mau kamu tau siapa ayah kandung mu." ucap Gandhi lagi.
"Tapi kenapa Pa? Memangnya apa yang sudah ayah kandung Reesha lakukan pada Ibu dan Reesha sampai-sampai Papa melarang Reesha mengenal ayah kandung Reesha?" tanya Reesha.
__ADS_1
"Karena dia bukan sosok laki-laki yang pantas untuk kamu kenal. Dia sudah membuang mu dan Ibu mu. Dia sudah mengatai kalian berdua pembawa sial bahkan disaat Ibu mu sedang berjuang untuk menghidupi mu, dengan teganya dia menyebar fitnah di kampung Ibu mu." jawab Gandhi.
"Kamu sekarang sudah besar, kamu sudah bisa berpikir sendiri, menurut kamu apa laki-laki seperti itu pantas untuk menjadi seorang ayah?" tanya Gandhi.
Reesha diam sejenak.
"Mungkin ayah kandung Reesha memang tidak pantas untuk menjadi ayah Reesha dan membesarkan Reesha tapi Reesha kan pantas Pa untuk mengenal ayah kandung Reesha. Seenggaknya biarkan Reesha merasakan dan menilai sendiri bagaimana sikap ayah kandung Reesha pada Reesha." jawab Reesha.
__ADS_1
"Tapi kalau sekarang kamu mau bertemu dengan ayah kandung mu, Papa akan membawa mu bertemu dengan ayah kandung mu." lanjut Gandhi.
Bukannya senang Reesha malah bingung. Jujur, setelah mengetahui kalau Gandhi bukan ayah kandungnya, Reesha jadi ingin tau siapa ayah kandungnya tapi di sisi lain Reesha jadi takut, takut jika dia bertemu dengan ayah kandungnya, dia akan melukai perasaan Gandhi yang selama ini menjadi ayahnya dan memperlakukannya seperti anak kandung.
"Papa tau kamu perlu waktu berpikir, Papa akan memberikan kamu waktu untuk berpikir. Kalau memang kamu ingin bertemu dengan ayah kandung mu, satu pesan Papa, saat kamu bertemu dengan ayah kandung mu ceritakan lah padanya kalau kamu dan Ibu mu hidup dengan sangat bahagia. Tapi kalau kamu memutuskan untuk tidak bertemu dengan ayah kandung mu, Papa mohon, jangan pernah membahas masalah ini. Kita tutup buku yang sudah usang ini dan kita buka buku yang baru, kita tulis cerita kita yang baru. Karena cerita usang ini bukan hanya tentang ayah dan anak tapi ada cerita seorang wanita yang rela di cerai suami dan di buang keluarganya demi mempertahankan harga diri anaknya." ucap Gandhi.
"Pikirkan lah baik-baik." kata Gandhi lagi sambil mengelus kepala Reesha lalu berdiri dari duduknya lalu pergi meninggalkan Reesha sendiri di tepi kolam renang.
__ADS_1
💋💋💋
Bersyambung... Bersyambung... 🎵🎵